Dokter Cinta

Dokter Cinta
Tak Pernah Akur


__ADS_3

saat berjalan menuju apartemennya ada mobil yang berhenti di samping Diandra..hingga membuat Diandra ikut menghentikan langkahnya..ternyata Marvel yang menjemputnya untuk datang ke mansionnya..


"ada apa lagi??"


"bukannya aku udah bilang..setelah ketemu papamu..harus datang ke mansion ku untuk ketemu mama dan papa.."


"kenapa g besok saja sih..ini kan udah malam..."tolak Diandra


"g masalah,kamu kan nanti bisa nginep..sekalian,besok datangnya barengan sama aku..."


"tukang ngatur..."


"biasakan untuk patuh.."


"aku g mau.."


"harus mau.."


"aku g suka diatur-atur..."rengek Diandra..


"mulai sekarang harus suka..aku g mau kecerobohanmu itu mencelakakan mu..jadi ikuti aturan ku..patuhi semuanya..biar kamu akan bersamaku.."


"cih..diktator.. otoriter.."


"terima kasih.."


"aku tidak memujimu.."


"aku menganggap nya pujian.."


"dasar gila.."


"gila karena mu.."


"marveeeeel..kenapa kamu nyebelin gini siiih..dulu kamu g gini-gini amat loo..."kata Diandra geram..


"jadi kamu suka aku yang dulu atau yang sekarang??"


"yang dulu.."


"sayangnya aku g bisa kayak yang dulu..entak kenapa saat bersamamu,rasanya pengen bilang yang manis-manis terus..."gombal Marvel..


"haah..tuan muda bisa gombal juga ternyata.. wah-wah-wah sepertinya aku harus lebih hormat dengan nona muda ini.."batin pak sopir..


"menjijikkan..nanti kalau bibir kamu keseringan bilang yang manis-manis..jangan salahkan semut kalau menggigit mu.."


"itu tak akan terjadi..karena hanya kamu yang boleh menggigit bibir ini.."


"hentikan rayuanmu itu..g cocok untuk orang seperti mu.."tapi tak ada alasan Marvel menghentikan gombalannya...karena dia sangat senang melihat Diandra kesal..itu malah menambah kesan imut untuknya..hingga sampai di mansion..Marvel tak henti-hentinya tertawa karena terus menggoda Diandra


"tak sangka tuan muda sangat iseng saat bersama kekasihnya.."batin pak Supir..


"kalian sudah datang..ayo masuk,.."sapa mama Marvel..lalu mereka masuk ke ruang keluarga dan mulai membahas masalah pertemuan keluarga mereka besok..acara yang mendadak membuat persiapannya harus cepat..dan ternyata tak hanya itu..mama Marvel sekalian menyodorkan contoh katalog souvernir,undangan dan gaun pada Diandra..lalu meninggalkan mereka untuk memanggil suaminya..


awalnya Diandra bingung dan menatap Marvel..tapi Marvel malah membisikkannya sesuatu..


"pilih saja yang kamu suka..nanti semua akan beres pada waktunya.."


"apa..kamu bercanda??"


"aku serius..kita tetap melakukan pesta pernikahan mewah sesuai dengan harapanmu.."


"ta..tapi..itu g mungkin bisa terwujud..waktunya cuma satu Minggu.."


"tak ada yang tak bisa ku lakukan untuk mu sayaank.."


"terserah kamu saja.."lalu Diandra melihat-lihat dan semuanya sudah dipilihnya sesuai dengan keinginannya..dan ditunjukkan pada Marvel..


"pilihanmu bagus juga..aku suka..tapi tidak untuk gaunnya.."


"kenapa??"


"sudah ku katakan..aku g suka tubuhmu ditatap oleh orang lain.."


"Marvel..ayolaaah..ini hari istimewa ku..masak iya aku pakai baju ala tahun 70an.."

__ADS_1


"g gitu juga..lihatlah,pilihanmu itu punggungnya terbuka sempurna..lalu apa ini..belahan dadanya bisa sampai ke perut..disini model yang memakainya berdada rata..kalau kamu yang pakai beda ceritanya dengan ukuran dada kamu yang cukup montok,membuat semua mata menatap aset ku itu.."omel Marvel kesal..


"huuh..ya udah,kamu aja yang pilih..males aku berdebat denganmu.."jawab Diandra kesal..


sebenarnya orang tua Marvel udah dari tadi turun dari lantai dua,tapi saat mendengan perdebatan sepasang calon pengantin itu membuat mereka menghentikan langkahnya dan memilih mengintip sambil cekikikan sendiri..


"putramu sangat posesif terhadap calon mantuku pa.."


"hehe..papa g nyangka,Marvel bisa sangat kekanak-kanakan ma.."


"iya..dan kata pak sopir..Marvel sepanjang jalan isengin Diandra dengan gombalan dan rayuan pa.."


"masak sih..kok papa g percaya yaach.."


"mana juga..tapi kelihatannya itu benar..buktinya Marvel bisa kayak gitu dengan Diandra..."


"iya juga sih...lain kali aku mau satria merekam kebersamaan Meraka..biar kita ada bukti nyata ma.."


"boleh-boleh..mana setuju.."lalu keduanya masuk ke ruang keluarga,untuk bergabung dengan mereka berdua..


"gimana sayaank??udah dapat pilihannya??"tanya mama Marvel ramah..


"udah Tante.."


"kok Tante??panggil mama dan papa saja mulai dari sekarang...biar terbiasa.."


"baik Tan..eh ma.."kata Diandra gugup dan dibalas senyuman oleh mamanya Marvel..


"jadi yang mana pilihan kamu..tunjukan pada mama.."kata mama Marvel antusias..


"ini untuk undangannya..dan ini untuk souvernir..kalau mama kurang berkenan..bisa diganti kok..Diandra ngikut saja.."


"oooh...pilihan kamu sangat bagus kok..sangat cantik dan elegan..mana juga suka,,trus gaunnya gimana??"


"itu...Marvel tak setuju ma.."jawab Diandra melas..


"kenapa Marvel..??biarkan Diandra memilih sesuai keinginannya..ini tuh moment terpenting dalam hidupnya..jangan mengecewakannya.."mama Marvel sengaja memarahi Marvel untuk tindakannya yang membuat calon menantunya sedih..


"ma..pilihannya sangat tidak layak pakai...pilih yang lain saja.."tolak Marvel



"bagus kok..dan kelihatannya g terlalu berat saat dipakai nanti.."jawab mama Marvel yang sengaja usulin si anak nakalnya itu..


"ma..Marvel g akan setuju kalau Diandra pakai gaun itu..kalau tetap maksa..dia akan ku kurung didalam kamar saja..g usah dikeluarin.."


"hahaha...lalu kamu akan sendirian menerima tamunya??"goda papanya


"g masalah..daripada Diandra harus mengekspos aset berhargaku.."


"hey..ini tubuhku yaach..jangan sembarangan.."


"semua yang ada pada dirimu itu udah jadi milikku.."tekan Marvel penuh intimidasi..


"kamu selalu saja seperti itu..bikin kesel.."


"aku hanya ingin menjaga milikku.."


"tapi itu berlebihan.."


"hey..ini wajar..siapa yang mau tubuh istrinya ditatap liar oleh pria lain.."


"itu pikiranmu saja yang terlalu kotor.."


"semua pria akan berfikir mesum saat melihat pemandangan yang seksi-seksi.."


"jadi..kamu juga selalu berfikiran mesum saat melihat wanita berpakaian seksi??"


"g semua..hanya padamu.."


"bokis..."


"aku serius.."


"g percaya..buktinya fikiran mu selalu mesum setiap saat.."

__ADS_1


"itu karena aku selalu berada didekatmu.."


"jangan menyalahkan ku.."


"aku tak menyalahkan mu..itu kenyataannya..."perdebatan mereka tak ada habisnya..hingga tak sadar kalau disana masuk ada orang tuanya Marvel..


"sudah..sudah..biar mama yang pilih gaunnya..sekarang kalian istirahatlah.."kata mama Marvel menengahi pertengkaran mereka..dan dengan kesal Diandra beranjak dari duduknya..


"ma.. Diandra pamit pulang dulu.."


"siapa yang izinin kamu pulang??"sela Marvel..


"lalu??"


"kamu tidur sini.."


"Ok..tunjukkan kamarku.."


"kita sekamar.."


"aku g mau.."tolak Diandra


"g ada bantahan.."


"kamu jangan seenaknya terus Marvel.."


"kita sama-sama enak.."


"iissh..pokoknya aku mau dikamar terpisah sama kamu.."


"cerewet.."Marvel langsung menggendong Diandra seperti karung beras dipundaknya..dan inti membuat mama dan papanya kaget..lalu tertawa lepas..


"astaga..mereka tak pernah akur.."ucap mama Diandra sambil terkekeh


"biarkan saja..dengan begitu hidup Marvel sedikit lebih menarik.."sahut papanya


"papa benar..biasanya datar-datar dan buram hidup putramu itu..semenjak adanya Diandra..makin sering tersenyum,bahkan tak jarang tertawa juga..jangan lupa,emosi yang tak bisa ditahannya..marah,kesal,dan sifat bossy nya itu selalu dapat bantahan dari Diandra..membuat pertengkaran mereka terlihat lucu.."


"iya..rumah kita jadi rame ma..yang biasanya sepi jadi l nih hidup..seperti keluarga lainnya.."


"iya pa..mama sangat bahagia bisa merasakan kehangatan keluarga seperti ini..semoga bisa seperti ini terus ya pa.."


"iya ma..kita berdo'a yang terbaik untuk mereka..."lalu orang tuanya Marvel kembali melihat-lihat gaun yang ada di katalog


sedangkan saat ini sang calon pengantin sedang berdebat lagi..


"Marvel...turunkan aku...aku bisa pusing..kau ini kasar sekali..menyebalkan..dasar gila.."Diandra terus ngomel dan berontak ingin diturunkan..bukannya berhenti..Marvel malah memukul bokong Diandra agar bisa diam..


"diam atau aku makan kamu malam ini..??"ancaman Marvel langsung membuat Diandra terdiam..


"pintar...patuhlah kelinci liar .."Diandra hanya mencibir saja..


sesampainya dikamar..Marvel menurunkan Diandra..


"mau mandi bareng??"


"g..kamu duluan..aku mau pinjam baju mama buat tidur.."


"g perlu..pakai kemejaku saja..."sahut Marvel sambil melangkah menuju kamar mandi..setelah selesai mandi ternyata baju tidurnya udah disiapkan oleh Diandra..lalu ganti mandi..


tak butuh waktu yang lama..Diandra udah keluar dari kamar mandi dengan memakai kemeja Marvel..karena Marvel sedang mengecek pekerjaannya jadi dia masih fokus pada laptop nya..



"Marvel...bajumu kebesaran.."rengek Diandra yang sudah duduk diranjang tepat didepan Marvel..sehingga membuat Marvel mengalihkan pandangannya dari laptop..dan menatap Diandra..


"ooohh.. sshhiiitt..aku membuat bencana untukku sendiri.."umpat Marvel dalam hati..saat melihat Diandra yang cukup seksi..membuatnya susah menelan salivanya..


"Marvel..hey..apa kamu punya baju yang ukurannya lebih kecil.."suara Diandra malah terdengar mendayu-dayu merdu ditelinga Marvel..


"pakai itu saja..dan cepat tidur.."jawab Marvel ketus sambil menahan diri agar tidak khilaf..


"huuh..menyebalkan.."gerutu Diandra..lalu merebahkan tubuhnya di samping Marvel dan menyelimuti tubuhnya...Marvel hanya tersenyum tipis sambil meliriknya yang saat ini sedang membelakangi nya..


"benar-benar kelinci liar yang nakal.. bisa-bisa nya g sadar kalau dia sudah membangunkan cobra beracun ku.."batin Marvel..sambil melanjutkan kerjanya..setelah selesai dia juga ikut berbaring dan memeluk Diandra dari belakang..sambil meraba-raba dada sintal yang dari tadi menggodanya..Diandra yang sudah tertidur pulas tak tau tingkah nakal Marvel..kalau dia tau pasti udah terdengar teriakan yang bisa membuat telinga panas dingin..😁😁

__ADS_1


__ADS_2