
bulan berganti begitu cepat..membuat kemesraan Nia dan Satria makin terpupuk...dan Marvel makin bucin dan posesif pada istrinya yang sedang hamil besar buah cinta mereka..Marvel membatasi semua aktivitas istrinya..bahkan dia lebih sering menghabiskan waktu berdua...istrinya yang hamil,tau dia yang manja dan bermalas-malasan..membuat papa dan mamanya jengah saat melihatnya terus menempeli istrinya kemana-mana dengan alasan menjadi suami siaga..
sedangkan Satria juga telah mendapatkan kabar gembira..setelah 2bulan pernikahannya,dia mendapatkan kabar istrinya juga hamil buah cintanya...hingga membuat Marvel memujinya..karena mengikuti jejaknya...bahkan memberi hadiah mendekorasi kamar baby boy untuk calon anak asistennya itu..padahal belum tau jenis kelamin babbynya,tapi entah kenapa,Marvel yakin kalau calon anak asistennya itu adalah laki-laki..karena dia berharap,anak asistennya itu juga bisa mendampingi dan melindungi buah hatinya nanti..sedangkan dia sendiri belum mendekorasi kamar untuk babbynya sendiri..karena dia sengaja tidak ingin tahu jenis kelamin babbynya..biar jadi kejutan katanya..
sedangkan para fans rahasia Diandra..masih sibuk dengan kerjaannya,tapi tak jarang mereka juga ketemu dengan Diandra..karena ada kerja sama dengan Marvel..dan di mata mereka,kehamilan Diandra membuatnya makin mempesona..sering membuat mereka gagal fokus karena terlalu terpesona dengan kehadiran istri rekannya itu disaat meeting atau pertemuan lainnya..tapi kehadiran Marvel yang selalu menempel pada istrinya..membuat mereka mundur berlahan,dan sadar diri tak akan bisa memaksakan perasaan nya pada wanita cantik itu,,apalagi pawangnya yang jauh diatas mereka semua...pastilah mereka kalah telak kalau mau melawan...
namun..ternyata masih ada musuh yang berkeliaran disekitar mereka,saat kewaspadaan lengah..musuh mereka berencana menyerang dari sisi yang tak terduga...yaitu wanita-wanita paruh baya yang berkomplot ingin membalaskan dendam putri mereka yang telah hancur masa depannya..yaitu mamanya Rena dan mamanya Jessica..
hari ini Diandra akan berbelanja keperluan baby bersama Nia dan Vita..itu sudah direncanakan jauh-jauh hari..dan dia harus membujuk suaminya untuk mengijinkannya pergi...awalnya Marvel melarang,karena mereka tak perlu pergi ke mall kalau hanya ingin membeli perlengkapan bayi..mereka tinggal telpon..semua perlengkapan bisa diantar ke rumah..tapi karena Diandra yang kebosanan dan sangat ingin keluar rumah..mau tak mau Marvel memberinya ijin meski dengan persyaratan yang cukup banyak..dari pergi dengan sopir..bawa pengawal..kalau lelah harus pakai kursi roda..g boleh lari-lari, lompat-lompat dan berbuat yang aneh-aneh..g boleh lebih dari 2jam..sampai mall langsung lapor,satu jam di mall harus telpon,dan saat pulang juga harus kasih kabar..begitulah peraturan yang harus disanggupi istrinya..
"jadi pergi ke mall??"tanya Marvel saat sedang menatap istrinya yang sedang membantunya berpakaian..
"jadi..nanti Jan 10,Abang mau nitip sesuatu??"Diandra sengaja berbasa-basi pada suaminya..
"jangan bercanda..aku tak perlu apapun dari mall ku sendiri.."dengus Marvel..
"hehe..aku lupa kalau suamiku ini pemilik mall itu..jangan cemberut terus,Abang kan udah kasih ijin.."bujuk Diandra
"gimana kalau ke mallnya ditunda jam 3 saja??biar Abang bisa temenin kamu.."
"kenapa mulai lagi??kan udah aku bilang,kalau aku akan patuhi semua persyaratan abang sayaank.."mengecup wajah suaminya..
"huuffhh...Abang g tenang aja,kalau kamu keluar tanpa Abang.."sahut Marvel lesu..
"semua akan baik-baik saja sayaank..."merangkul leher suaminya dengan manja
"oke-oke...tetap waspada dan berhati-hati.."mencium bibir istrinya lembut..dan menggandengnya untuk menuju meja makan..
setelah sarapan,Marvel segera berangkat ke kantor karena ada meeting bulanan...sedangkan mama dan papanya akan menghadiri undangan pernikahan dari salah satu koleganya..sedangkan Vita dan Diandra Asyik mencatat apa saja yang akan dibeli nanti di mall..karena sangat banyak perlengkapan bayi yang harus mereka beli..
"mami...ternyata banyak juga,,apa nanti mobilnya muat untuk mengangkut semua belanjaan kita??"tanya Vita dengan kepolosannya
"hehe..kita tak perlu mengangkut nya...pihak toko bisa mengantarkannya ke rumah,,,jadi Putri mami tak perlu kerepotan.."sahut Diandra..
"syukurlah...Vita takut mami kecapek-an kalau bawa banyak barang.."dengan menampakkan wajah khawatirnya
"setelah semua tercatat...kita segera siap-siap yaach..biar g terburu-buru nanti saat aunty Nia datang.."dengan cepat Vita menganggukkan kepalanya..tanda mengerti
"kita pakai baju samaan Yach mami...biar kompak"tambah Vita penuh harap
"tentu saja..aunty Nia juga pakai baju senada dengan kita nanti..biar makin seru.."menyetujui keinginan putri cantiknya..dan menggandengnya naik ke kamarnya..tapi belum sampai naik ke tangga pertama..Vita menahan tangan maminya
"mami siap-siap saja,,Vita biar sama mbak pengasuh..kan mami g boleh naik turun tangga..takutnya kecapekan.."nada lembut dan penuh perhatian dari putrinya membuat Diandra terharu dan tersenyum lembut..
"Ok..selamat bersiap-siap sayaank..hari ini kita harus bersenang-senang.."mencium pipi Vita lembut
"tentu saja...itu harus,kita kuras kartunya papi sampai habis..."dengan kekehan kecilnya..dan itu membuat Diandra ikut terkekeh..lalu memanggil mbak yang mengasuh Vita untuk membantunya bersiap..setelah Vita naik ke tangga menuju kamarnya,Diandra berbalik menuju kamarnya sendiri untuk bersiap juga...
tak berapa lama kemudian..Nia datang menjemput mereka,dan langsung meluncur ke mall yang mereka inginkan..
sesampainya di mall,,mereka langsung menuju ke baby shop..dan mencari apa saja yang mereka butuhkan..banyak sekali yang mereka beli..tidak sesuai dengan yang mereka rencanakan diawal..semua khilaf dan tergoda saat melihat barang yang lucu-lucu..😁😁
setelah puas berbelanja..Nia mengajak mereka makan,,sekalian istirahat sejenak,agar Diandra bisa merilekskan tubuhnya yang makin cepat lelah sejak kehamilannya makin besar
"kamu mau pesan apa An??Vita udah pesan kesukaannya tuh...lihatlah,dia sangat antusias..."kekeh Nia saat melihat Vita bersemangat memilih makanannya di buku menu..
"samakan aja pesanku denganmu,hari ini dia aku bebaskan makan sesuatu yang manis...udah lima hari puasa yang manis-manis tuh...makanya semangat.."sahut Diandra sambil tersenyum manis melihat kelakuan Vita
"ketat juga kamu masalah makanan...kasihan tauk,anak kecil emang biasanya suka yang manis-manis kan.."sambar Nia
__ADS_1
"itu harus,,aku g mau dia sakit gigi..bahkan aku buat jadwal makanan yang harus dia makan tiap harinya..harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan tubuhnya,,nutrisi dan gizinya harus tercukupi...biar dia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik..tapi tetap ada hari dimana dia bisa makan coklat,es krim atau sesuatu yang manis..paling tidak yaa seminggu sekali...itupun harus dengan sepengetahuan ku..."sambil menyeruput minumannya yang baru saja datang...
"saluuut...mami yang bijak,,g nyangka loo..kamu bisa sebijak itu ngurus anak..melihat seringnya kamu bertindak ceroboh saat sendirian tak ada teman.."ledek Nia sambil terkekeh..
"CK..nyebelin banget siih..aku g kayak gitu yaach..."elak Diandra kesal..
"iya-iyaaa nyonya muda..anda yang terbaik dan sangat perfeksionis...puasa??"cibir Nia dengan tatapan malasnya saat melihat senyum jumawa milik temannya...
"mami..aku mau ke wastafel buat cuci tangan dulu..."Vita minta izin pada maminya karena begitulah kebiasaan nya,apapun yang akan dilakukannya selau atas ijin maminya
"Ok sayaank,,mami anterin aja.."sahut Diandra sambil beranjak dari duduknya
"g usah...Vita bisa sendiri..mami duduk dulu disini biar g capek.."dengan suara mungilnya dia mendudukkan Diandra kembali ke kursinya..
"baiklah...aunty Nia saja yang anter gimana??"Diandra tidak tenang membiarkan Vita ke wastafel sendirian,meskipun wastafel nya cukup dekat dari tempat duduknya..
"iihh..mami,Vita udah besar loo...masak udah mau punya adik cuci tangan masih dianter-anter aja.."keluh Vita..
"huuffhh..ya udah,gadis kecil ini hati-hati cuci tangannya..dan langsung balik kesini,,udah waktunya jam makan siang ini.."Diandra mengalah dan menuruti keinginan putri nya..dan Vita langsung ngibrit menuju wastafel
"hehe...lucu sekali,putrimu sudah menjadi gadis An...tambah tua Doong maminya.."ledek Nia sambil tertawa
"sialan...gue termasuk orang yang menolak tua yaa,,jadi pola makan harus diatur, olahraga rutin, perawatan luar dalam..pokoknya harus ikuti pola hidup sehat aja..yang terpenting selalu happy..biar bisa awet muda.."dengan menaik turunkan alisnya...disela ngobrol..makanan mereka Dateng,tapi Vita belum juga kembali..udah lebih dari 5 menit,saat Diandra melihat wastafel Vita tak terlihat disana..
"Nia..Vita kok g balik-balik??di wastafel juga g terlihat.."Diandra mulai melihat disetiap sudut kafe tempatnya makan
"biar aku cari..kamu disini saja..bisa aja dia ke toilet.."kata Nia menenangkan Diandra..tapi Diandra g mau nunggu,,dia ikut cari dengan berpencar.. pengawalan nya juga berkeliling sekitar mall untuk mencari anak bosnya itu..karena merasa bersalah,telah lengah saat membantu orang yang sedang membawa belanjaan banyak untuk keluar area restoran tadi..
sedangkan ditempat lain,Vita sedang bersama Rina neneknya dari pihak papa,lebih tepatnya mamanya Rena yang telah hancur bersama Jessica dulu
"Vita..kesini sama siapa??Rina pura-pura tidak tau,padahal sudah dari lama dia menunggu kesempatan seperti ini..
"g..aunty Rena dicelanai sama mami kamu...Vita mau g bantuin nenek??"dengan wajah dibuat sesedih mungkin..
"mami itu baik...g mungkin celakain aunty Rena..pasti aunty Rena nakal.."sungut Vita sedikit kesal..
"g sayaank..mami kamu itu hanya sesaat baiknya..saat aunty Rena pengen ajakkin Vita main ke rumah nenek..malah mami marah dan suruh bawa Vita selamanya saja,g perlu di balikin lagi...karena mami kamu itu udah mau punya bayi sendiri..g perlu Vita lagi..setelah dipikir-pikir aunty Rena g jadi ajakin kamu,,karena aunty g mau pisahin kamu dengan keluargamu,mami kamu malah marah..dan mengfitnah aunty Rena,sehingga sekarang harus masuk ke penjara.."cerita neneknya membuat Vita terdiam sesaat..
"apa itu benar??apa mami tak menginginkan Vita lagi??tapi kenapa??kan Vita selalu nurut dan g nakal...??"dengan sedih dan tertunduk
"sudahlah...sebaiknya Vita ikut nenek saja,,lebih aman..nenek takut kamu dijahatin sama mama kamu itu..."masih terus mengompori Vita,agar lebih percaya dengan cerita bohongnya
"tapi Vita belum izin sama mami..nanti mami khawatir dan cariin Vita.."tolak Vita lembut
"itu g akan terjadi..malah mami kamu itu akan senang kalau kamu g ada..karena g akan berbagi lagi kasih sayangnya antara kamu dan anaknya nanti...percaya sama nenek..lagian nenek kan sayang banget sama Vita..ikut nenek aja ya sayaank..."bujuk Rina
"baiklah...tapi nanti Vita telpon Oma dan opa yaach..biar g ada yang khawatir..."Jawab Vita polos..
"iya sayaank...itu pasti,,setelah sampai rumah nenek,nanti kita telpon opa dan Oma kamu..."menggandeng tangan Vita yang mungil untuk keluar dari restoran yang mereka datangi tadi...tapi saat melewati pintu keluar..Diandra tak sengaja melihatnya dari kejauhan..dengan tergesa-gesa dia memastikan bahwa yang dilihatnya beneran Vita..tapi dengan siapa Vita keluar restoran tanpa pamit padanya..
dengan cepat Diandra mengikuti kemana mereka pergi sambil menelpon Nia untuk mengikutinya..
tak lama mereka telah sampai diparkiran..dan Vita masuk ke mobil orang itu..saat wanita paruh baya itu berbalik..Diandra bisa melihat wajahnya...
"nyonya Rina...mau bawa Vita kemana??kenapa g pamit dulu ke saya??"tanya Diandra dengan ramah..dia masih mencoba berprasangka baik..meski hatinya sudah khawatir dari tadi...sedangkan Rina yang baru saja menutup pintu mobil terkejut dibuatnya..
"eeh..itu..tadi saya mau ajak Vita ke taman bermain sebentar..."elak Rina
"tapi Vita belum makan siang,dan ini udah jamnya makan siang..jadi biarkan Vita makan siang dulu gimana??saya khawatir nanti dia sakit karena telat makan.."bujuk Diandra..karena dia tak ingin membuat masalah..dia sadar tak bisa menghadapi wanita didepannya dalam keadaan hamil besar seperti ini..dia harus mengukur waktu untuk menunggu Nia dan pengawalnya datang..
__ADS_1
"itu tidak perlu..saya ini neneknya juga,masak mau ajak cucu sendiri harus ijin dengan kamu ibu tiri nya..jangan konyol..saya juga tau apa yang baik untuk cucu saya..minggir"hardiknya dengan kasar..si Diandra tetap pada tempatnya tak ingin pergi..
"bukan begitu maksud saya nyonya Rina,saya hanya tak ingin membuat Vita telat makan,gimana kalau saya juga ikut sekalian..biar nanti bisa suapin Vita saat di jalan.."bujuk Diandra dengan lembut..tapi tak diindahkan oleh rina,
"cih..g usah sok perhatian..urus saja dirimu dan calon bayimu itu...g usah sok peduli dengan cucuku.."dengan kasar Rina mendorong Diandra hingga membuat Diandra terhuyung ke belakang,untung ada Nia yang menahan tubuhnya dengan sigap...sedangkan Rina dengan cepat masuk ke mobil dan melakjukan mobilnya dengan kencang meninggalkan mall tersebut
Diandra yang masih kaget dengan tindakan Rina dengan cepat sadar dan merebut kunci mobil dari tangan Nia,dan langsung menuju mobilnya yang terparkir...secepat kilat dia memutar mobil dengan kasar hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring...Nia langsung berlari menyusul dan masuk ke kursi penumpang sebelah kemudi..
"Diandra...kamu jangan nekat...ingat,saat ini kamu sedang hamil besar..kita hubungi suamimu saja Ok.."bujuk Nia sambil memakai sabuk pengaman
"tidak...itu akan sangat terlambat...kamu hubungi saja dan katakan semuanya...aku akan mengejarnya..biar kita tidak kehilangan jejak..."setelah berkata seperti itu Diandra langsung tancap gas..membuat Nia tersentak kaget dibuatnya..
"oh God...ini gila,,, Diandra,kamu hamil besar Lo ini...kurangi kecepatan nya..."bujuk Nia dengan panik..
"diamlah...jangan rusak konsentrasi ku...cepat hubungi suamiku.."dengan terus menginjak pedal gas dan melesat menyalip semua mobil yang ada di depannya...kondisi jalan memang tak terlalu ramai jadi masih bisa belok sana sini dengan cepat..tapi tetap saja dengan kecepatan tinggi membuat Nia was-was apalagi yang nyetir hamil besar,,dan ini di jalan raya....tapi Nia tak bisa lagi membujuk sohib nya itu..dia hanya bisa menuruti keinginan Diandra untuk menelpon Satria,tapi setelah beberapa saat telpon tak diangkat...dengan kesal dia berganti menelpon Marvel,meski dengan sedikit takut..tapi dia lebih takut kalau terjadi apa-apa dengan istri bos besar itu...sekali dering langsung diangkat..
"ada apa??"kata tegas,dingin dan sangat mendominasi terdengar di seberang membuat Nia sedikit gugup
"itu tuan...saat ini kami sedang..."kalimat Nia yang berbelit-belit membuat Marvel kesal apalagi Marvel mendengar suara klakson mobil yang sangat nyaring..
"cepat katakan"bentak Marvel g sabaran..
"Diandra sedang ngebut dijalan,karena mengejar Vita yang dibawa neneknya"dengan cepat dan satu tarikan nafas dia mengucapkan apa yang dari tak bisa diucapkannya..
"apa??kalian dimana??segera kirim lokasinya"Marvel langsung menutup sambungan teleponnya dan beranjak dari duduk..keluar ruangan meeting tanpa sepatah katapun yang terucap..membuat semua yang ada disana kaget tapi tak ada yang berani bertanya..saat melihat wajah Marvel yang tampak gelap...
Satria dengan sigap memberi kode ada asistennya untuk menunda meeting dan dia segera mengikuti bosnya..
"ada apa tuan??"tanya Satria..
"Diandra ngebut dijalan..mengejar Vita yang dibawa neneknya...segera tutup semua jalan keluar kota..dan buka jalan yang dilewati istriku..aku tak mau ada kesalahan sedikitpun.."perintah mutlak langsung diluncurkan dari mulut bosnya...
"astaga nyonya...apa yang anda lakukan...ini gilaaa..tunggu,kalau nyonya sengang ngebut dijalan..itu berarti istriku juga pasti ada bersamanya???ya Tuhan..dia juga sedang hamil.. bisa-bisanya mereka berulah saat seperti ini...bisakah mereka itu jadi istri yang manis yang diam saja dirumah tanpa berulah yang ekstrim seperti ini..."rutuk Satria dalam hati...tapi langsung menjalankan perintah bos besarnya..karena dia juga tak ingin terjadi apa-apa pada istri bos dan istrinya sendiri...
semua karyawan menatap bingung pada bos besarnya yang biasanya terlihat tenang dan berwibawa..kini tampak panik dengan wajah yang menyeramkan...dengan berlari keluar kantor menuju mobilnya..jasnya sudah dilepas..lengan kemeja yang dilipat hingga kesiku dan kepanikan yang sangat tampak di wajahnya...
"berapa menit waktu yang kita butuhkan untuk mengejar istriku??"kata Marvel..
"kurang lebih 55menit tuan.."sahut Satria
"aku mau secepatnya..kalau sampai terjadi sesuatu pada istri dan anakku...kalian semua harus terima akibatnya..."ancam Marvel penuh penekanan..
"ba..baik tuan.."sahut sopirnya..untung jalan sudah dibuka..jadi mereka bisa melesat dengan cepat menuju lokasi Diandra yang terus melesat makin menjauh...
"apa kamu tak mencurigai wanita tua itu sat??"sambil melonggarkan dasi dan membuka kancing baju teratasnya
"tidak tuan...karena sudah lama nyonya Rina tak kumpul dengan sosialitanya...dan menghilang begitu saja..jadi saya melonggarkan pengawas..."sahut Satria penuh sesal
"CK..jangan karena sudah menikah,kinerjamu jadi menurun sat...aku tak suka itu...wanita itu pasti ada komplotannya..segera selidiki secepatnya...aku tak mau ada kesalahan lagi.."
"ba..baik tuan.."sahut Satria lemah..
"jangan melemah saat ini sat...aku tak suka kelemahanmu kamu tunjukkan saat seperti ini..kalau kamu merasa melakukan kedalam..harusnya tunjukkan kalau kamu bisa memperbaiki nya..jangan malah memperparah keadaannya...apalagi istri mu juga ada bersama istri ku..."sahut Marvel
"baik tuan..saya mengerti.."dengan cepat satria bisa menguasai emosi ya yang tadi sempat merosot tajam...tapi sekarang dia semangat lagi dengan ucapan bosnya...
tanpa butuh waktu yang lama satria udah dapat info tentang Rina dan komplotannya
"tuan..nyonya Rina berkomplot dengan mamanya nona Jessica..mereka menyewa gudang yang kosong didekat dermaga yang tak terpakai di daerah pinggir kota.."kata Satria mantap
__ADS_1
"Ok..kita kesana secepatnya...hubungi polisi dan bawahanmu sat..biar semuanya ada di bawah kendali kita...karena ini sangat beresiko..penyelamatan dua wanita hamil dan satu anak kecil... benar-benar gila,,,aku tak akan memaafkan wanita tua itu lagi..."dengus Marvel sambil memijat pelipisnya..sungguh dia sangat pusing saat ini..cemas,takut, khawatir,bercampur jadi satu...membuat kepalanya ingin meledak rasanya...