
setelah makan siang bersama... Diandra ikut Marvel ke kantornya..karena masih ada kerjaan yang belum terselesaikan..apalagi dirumah sedang tak ada orang..pasti nanti akan bosan kalau dirumah sendirian...
"apa kerjaan Abang masih banyak??"tanya Diandra saat mereka berada di perjalanan menuju kantor..
"tidak...cuma mau pastikan kontrak kerja yang tadi disepakati udah diperiksa dengan teliti oleh satria..dan besok akan ditandatangani oleh kedua belah pihak perusahaan...Abang g mau ada kesalah sekecil apapun.."terang Marvel
"eemmhh..apa nanti aku gangguin Abang kerja...??gimana kalau aku jalan-jalan berkeliling kantor saja...??"ide Diandra tiba-tiba ingin tau kantor Marvel itu
"kamu g akan ganggu Abang sayang..malah jadi penyemangat buat Abang...dan nanti kalau kamu bosan,,bisa jalan-jalan sejenak di kantor,kalau capek bisa beristirahat.."
"Ok deh...tapi jangan lama-lama yaach..aku mau mandi dan ganti baju....sangat g nyaman rasanya lengket.."keluh Diandra
"mandi dikantor bisa sayaank...bajumu juga tersedia disana...jadi kamu tenang saja..."ke duanya sampai dikantor,disambut satria yang sudah membukakan pintu mobil untuk tuannya..
"selamat siang tuan muda.."sapa satria..
"siang.."sahut Marvel datar..lalu jalan memutari mobil,,dan membukakan pintu untuk istrinya..membantunya turun agar tak terbentur
"aku bisa sendiri Abang...jangan berlebihan.."gerutu Diandra
"g ada yang berlebihan... menurut lah sayaank.."balas Marvel sambil memeluk pinggang istrinya dengan mesra,, para pegawai selalu terpaku saat melihat keromantisan pasangan bosnya itu..
"terserah Abang saja deh...ohya,kak satria udah makan siang??"tanya Diandra
"kamu g perlu perhatian sama satria sayaank..cukup Abang saja yang kamu perhatikan..dan kamu satria,,jangan cari perhatian pada istriku,,bukannya kamu udah punya kekasih.."sungut Marvel,dan Diandra jengah mendengar nya,dan satria hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kecemburuan tuannya
"maaf tuan muda..saya tak punya keberanian seperti itu.."sahut satria
"bagus kalau gitu.."kata Marvel ketus..
"tuan..ada tamu dari kolega kita yang dari Jerman.."kita satria serius..dan Marvel mengerutkan keningnya
"kenapa tiba-tiba mereka datang??"
"saya juga tidak tau tuan..mereka baru saja tiba pagi ini..dan sudah menunggu tuan sekitar 15 menit yang lalu..."terang satria
"CK...mengganggu saja,dimana mereka sekarang??"tanya Marvel datar
"berada diruang tunggu tuan.."jawab satria singkat
"sayaank...kamu g apa-apa kan kalau kita ke ruang tunggu dulu sebentar??sekalian Abang kenalin sama kolega Abang,,setelah itu kamu tunggu di ruangan Abang saja.."dengan menatap istrinya penuh kasih
__ADS_1
"g masalah...aku ikut temenin Abang juga g masalah..."sahut Diandra santai
"astagaaa...saat bicara dengan nyonya,,bisa lembut dan panjang gitu...kalau sama yang lain singkat,padat,jelas..dan selalu mengintimidasi.."batin Satria...saat keluar dari lift mereka langsung menuju ke ruang tunggu yang ada satu lantai dengan ruangan kerja Marvel,,karena memang Marvel tak pernah mengizinkan orang lain memasukki ruangannya..kecuali satria dan OB khusus yang dipercaya membersihkan ruangannya..
"selamat siang tuan Marvel.."sapa tamu tersebut,sambil berdiri dan menampilkan senyuman nya...sambil menjulurkan tangannya..Marvel menyambutnya..dengan jabatan tangan singkat..dan langsung mempersilahkan mereka duduk kembali..sedangkan Marvel segera membersihkan tangannya..mereka tak ada yang tersinggung,karena sudah tau kebiasaan itu...
"siang juga tuan Jeremy..apa ada masalah??"tanya Marvel tanpa basa-basi..
"tidak ada masalah tuan muda..saya hanya ingin berkunjung saja....mumpung sedang ada di negara ini.."sahut Jeremy sambil tersenyum
"oohh...apa anda ada urusan penting di kota ini.."
"ya...menghadiri acara ulang tahun saudara,,sekalian ingin liburan.."jawab Jeremy santai sambil sesekali melirik Diandra yang sedang sibuk dengan ponselnya,,Marvel melihat itu sangat kesal
"kalau g ada yang lain lagi..tuan Jeremy bisa jalan-jalan sambil bersantai dikota ini..saya akan siapkan orang untuk mengantarkan anda berkeliling.."tawar Marvel..memutuskan tatapan Jeremy yang sedari tadi mengarah ke istrinya..
"tentu saja saya sangat senang kalau bisa berkeliling di kota ini...tapi,sebelumnya..apa saya boleh tau nona ini siapa??"tanya Jeremy,,dan Diandra yang terusik karena jadi perbincangan jadi menoleh ke arah suaminya..
"ooh..maaf,,kenalkan saya Diandra istri bang Marvel.."sahut Diandra ramah,dengan senyum merekah sambil sedikit menganggukkan kepalanya..sebagai salam perkenalan,karena dia tau,suaminya tak mungkin mengizinkan dia untuk berjabat tangan...
"saya Jeremy nona Diandra,salam kenal..."berlaku sama dengan senyum lebar..membuat Marvel makin geram..
"nyonya Marvel...anda harus memanggilnya seperti itu tuan Jeremy.."peringatan dari Marvel..jangan lupa tatapan tajamnya..membuat Diandra cari aman saja...dan Jeremy sudah salah tingkah dibuatnya.
"Abang..aku tunggu di ruangan Abang saja yaach..bosan kalau kelamaan disini.."bisik Diandra..dan diangguki oleh suaminya..tak lupa kecupan singkat di pipi sang suami..membuat Marvel adem hatinya...lalu dengan sedikit berlari,Diandra meninggalkan suami beserta koleganya itu..
"jadi..apa tujuan anda datang ke kantor saya??"tanya Marvel datar
"anda sangat berterus terang tuan Marvel...saya hanya ingin mengundang anda dan keluarga makan malam besok..."sahut Jeremy
"dalam rangka??"dengan tatapan penuh selidik..membuat Jeremy sedikit gugup..
"eemmhh..tidak ada acara khusus..hanya ingin kenal dengan keluarga anda saja..."tambah Jeremy meyakinkan
"ingin kenal keluarga atau hanya ingin kenal istri saya lebih dekat??"tuduh Marvel tajam
"saya tidak seperti itu tuan Marvel...bukankah mengenal keluarga rekan bisnis itu sangat baik??agar kita bisa jadi keluarga..."Jeremy mencoba melunakkan hati Marvel..
"bagus kalau anda tak memikirkan itu..tapi ingat,,istriku tidak untuk ditatap pria asing seperti anda..karena saya tidak mengizinkannya..lebih baik jangan berfikir macam-macam..atau semua akan berakhir dengan tidak baik..dan saya menolak ajakan anda.."kata Marvel penuh penekanan..membuat Jeremy bergidik ngeri..
"baiklah..mungkin ini waktu yang tidak tepat,,lalu apa anda masih berkenan memberi saya pemandu untuk berkeliling kota ini tuan Marvel??"kata Jeremy mencoba bersikap setenang mungkin..
__ADS_1
"tentu..!!sat,,siapkan orang untuk menemani tuan Jeremy berkeliling kota hati ini..!!kalau begitu saya pergi dulu.."kata Marvel datar
"tunggu tuan Marvel..saya juga ingin menyewa salah satu mansion anda..apa boleh??"tanya Jeremy..
"anda bisa mendiskusikan itu dengan satria..dia lebih tau itu dari pada saya..."tambah Marvel datar tanpa ekspresi..
"baiklah..terima kasih sebelumnya tuan Marvel..anda sangat membantu saya..tidak salah saya mendatangi anda sampai di kantor..."puji Jeremy..tapi Marvel sudah malas menanggapi nya..karena fikirannya terus saja tertuju pada istrinya yang sudah dari tadi meninggalkannya..namun tiba-tiba Diandra muncul,dengan pakaian yang sudah berbeda dari yang tadi pagi dipakainya..
"Abang..aku mau ke kantin boleh??"bisik Diandra saat sudah duduk disamping suaminya
"kamu lapar lagi??"tanya Marvel mengernyitkan keningnya..tak biasanya istri cantiknya itu gampang lapar..
"g sih...cuma mau ngemil aja.."sahut Diandra dengan manjanya..dan itu tak terlepas dari pandangan Jeremy yang dari tadi terkagum-kagum dengan kecantikan istri rekannya itu...
"mau Abang temenin??"tambah Marvel lagi..sambil menyelipkan rambut istrinya dibelakang telinga..
"tidak perlu..aku bisa sendiri,,lagian Abang masih ada tamu.."bisik Diandra yang terlihat mesra kalau dilihat orang lain..
"ya sudah..jangan lama-lama..selalu berhati-hati..dan g boleh lari-lari,,kamu bisa jatuh nanti.."
"aku tau..jangan selalu menganggap ku seperti anak kecil.."gerutu Diandra sambil menggembungkan pipinya..terlihat sangat menggemaskan
"hahaha...ya sudah,,pergilah..Abang heran,kamu g biasanya ngemil sayaank..jadi jangan beli cemilan yang tidak sehat.."pesan Marvel
"aku juga merasa aneh,,dan sedikit lebih gemuk kan,,baju yang ada diruangan Abang sesak semua..hanya ini yang muat.."sungut Diandra
"sudahlah..jangan difikirkan..apapun yang terjadi pada istriku ini..abang akan tetap mencintainya..pergilah sekarang.."lalu mengecup singkat pipi istrinya..dan Diandra langsung beranjak dari duduknya tanpa menoleh atau sekedar menyapa tamu suaminya..
"padahal pakaiannya sederhana dan tak terlalu terbuka,,tapi bisa membuat setiap mata tertarik melihatnya.."batin Jeremy dengan terus menatap Diandra..
"jaga pandanganmu tuan Jeremy.."tegur Marvel datar..
"eh..maaf,, sepertinya istri anda masih sangat muda.."kata Jeremy selanjutnya..
"anda salah mengira tuan Jeremy..dia memang sangat imut,,tapi usianya sudah 24th,dan dia seorang dokter spesialis yang profesional..jadi jangan tertipu dengan penampilan kelakuannya yang seperti anak-anak..."sahut Marvel memuji istrinya
"waah...itu luar biasa tuan Marvel..anda sangat beruntung,,baiklah...saya pamit sekarang..semoga nanti malam kita bisa bertemu dan mengobrol lagi.."kata Jeremy saat berpamitan..dan Marvel hanya menatapnya dengan senyum tipis..
sedangkan Diandra sedang menikmati makanannya dikantin...dia tertarik dengan pisang keju coklat..dan menikmatinya di tempat..
__ADS_1
karena menunggu istrinya kelamaan, akhirnya Marvel menyusul Diandra ke kantin..