Dokter Cinta

Dokter Cinta
Pria Pendiam Lebih Menyeramkan


__ADS_3

Nia yang biasanya bangun pagi saat bersama Diandra..entah kenapa saat ini malah telat bangun..mungkin terlalu nyaman tidur dalam pelukan kekasihnya..


Satria yang bangun lebih awal,menatap wajah cantik kekasihnya yang polos tanpa polesan..


"cantik..apa gini yang dirasakan tuan muda saat bangun tidur bisa melihat wajah pujaan hatinya??rasanya sulit diungkapkan dengan kata-kata.."gumam Satria..lalu saat merasakan pergerakan Nia..dia pura-pura tidur dengan memejamkan matanya kembali


"eemmhh..apa sih ini..berat banget..An,,kamu gemukan yaach..tanganmu makin berat ini..."rancau Nia tanpa sadar..satu menit..dua menit..tiga menit..Nia mulai berfikir lagi dengan kesadaran yang mulai terkumpul..


"ffhuuhh..dia mengira aku ini nyonya muda.."batin Satria dengan menekan bibirnya agar tawanya tak pecah dan menggagalkan aktingnya..


"tapi Diandra kan udah nikah dengan paksu yang posesif dan arrogant itu..g mungkin dia dapat izin buat tidur denganku lagi..lalu ini tangan siapa??"Nia mulai mengerjab-ngerjabkan matanya dan yang di lihatnya adalah dada bidang yang lebar tanpa ada lapisannya alias polos..lalu pandangannya naik keatas..terlihat rahang tegas..dagu yang ditumbuhi bulu-bulu pendek..membuat Nia mulai sadar kalau saat ini dia sedang tidur didekapan kekasihnya..membuatnya gelagapan dan dengan hati-hati melepaskan lengan berotot yang ada di pinggangnya..


"oohh..kekasihku ini udah sadar dari kenyamanan mimpinya..dan sekarang mau kabur..g semudah itu sayaank.."gumam satria dalam hatinya dengan terus mengeratkan pelukannya..


"kak...aku mau bangun,,lepasin Doong pelukannya.."gumam Nia lirih..


"bentar lagi sayaank..ini masih terlalu pagi.."goda Satria


"sa..sayank??apa kak Satria memimpikan kekasih lamanya??kok bisa panggil aku sayank??padahal dia g pernah panggil aku dengan semanis itu.."gumam Nia sambil m mperhatikan wajah Satria dengan lebih dekat..dan saat wajah mereka sangat dekat.. Satria membuka matanya..tatapan keduanya bertemu..membuat Nia terkejut dan hendak menjauh..tapi dengan cepat, Satria menahannya dan berguling,hingga posisi Nia berada dibawah Kungkungan Satria..


"jangan berfikir terlalu keras..aku tak punya kekasih lain selain kamu..aku udah pernah bilang atau belum..kalau kamu wanita pertama dan terakhir untukku..."bisik Satria..dan itu sukses membuat Nia merona..


"eemmhh..kak,,bisa berdiri dulu nggak??posisi kita bisa membuat orang salah faham.."sahut Nia gugup dengan wajah yang makin memerah. karena malu ditatap kekasihnya saat bangun tidur..belum cuci muka,belum sikat gigi..bau keringat,bisa jadi ada sisa belek dan liur yang mengering..malu Doong,,


"hehehe...kita hanya berdua,siapa yang akan salah faham..??"goda Satria


"aah..iya,aku sampai lupa..!!berhubung kita cuma berdua..lebih baik jaga jarak aman,,biar g khilaf kan??"desis Nia


"hehe..kamu tau,,rona wajah mu itu sangat menggemaskan..bisa saja aku khilaf karena gemas melihat kamu malu-malu gini.."tambah Satria sambil terkekeh..

__ADS_1


"jangan khilaf..aku takut"tapi Satria makin gencar menggoda kekasihnya dengan mendaratkan ciuman dibibir Nia sedikit tekanan dan ******* kecil membuat suara decapan terdengar ditelinga keduanya.. Satria menurunkan ciumannya dileher Nia..membuat tubuh Nia tegang dan tak bisa digerakkan...ada rasa geli-geli sedap..tapi membuat suhu meningkat jadi panas..hingga keringat mulai bermunculan di kening Nia..dan sebelum semuanya terlambat.. Satria tersadar..


"maaf..aku hampir saja kebablasan.."desah Satria penuh penyesalan...


"tak apa..aku juga salah karena terbuai.."jawab Nia lirih sambil merapikan pakaiannya..


"aku akan membatalkan pertunangan kita.."kata Satria datar,dan itu membuat Nia terkejut..


"kenapa??apa kamu berubah fikiran??"tanya Nia cemas..


"iya..aku ingin langsung menikahimu..aku takut khilaf dan tak bisa menahannya..sekarang mandilah,aku akan mandi di kamar lain..setelah ini aku antar kamu pulang.."Satria langsung keluar dari kamar..bukan karena tak peduli pada Nia..tapi dia sangat takut kalau tak tahan dengan godaan yang ada didepannya..apalagi tadi dia merasakan benda kenyal yang padat tanpa ada perlindungan..membuat darahnya mendidih ingin sekali melahap buah yang ada di dada gadisnya itu..kalau dia tak segera menjauh..bisa saja dia membuat wanitanya tak bisa jalan hari ini..


"huuff...apa ini yang dirasakan Diandra saat hendak bercinta dengan suaminya??astaga...jantungku hampir saja lepas dari tempatnya..tubuhku panas seperti terbakar..tapi bukan terbakar api..melainkan terbakar gairah asmara..gila..ini gila...Diandraaa kau membuat ku jadi mesum,,dan sekarang aku makin kepo ingin merasakannya...tahan Nia,,tidak lama lagi..kak Satria akan menikahimu...entah harus senang atau cemas aku bingung harus gimana.."gumam Nia lalu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan fikirannya..


satria memesan baju ganti untuk kekasihnya..sekalian sarapan untuk mereka berdua..lalu dia pergi membersihkan diri dan mendinginkan kepalanya yang sudah memanas karena hasratnya yang tak tersalurkan..


setelah selesai bersiap.. Satria mendengar bel berbunyi..pasti itu pesanannya datang..


dengan cepat Satria mengambil pesanannya..makanan ditinggalkan di meja makan,,dan dua masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu..dan saat itu dia melihat Nia mengenakan handuk kecil miliknya..itu tidak menutup tubuh Nia dengan sempurna..membuat Satria terdiam sesaat dan meneguk salivanya berulang kali dengan susah payah..dan Nia juga melakukan hal yang sama..diam tak bergerak dengan mencengkram handuknya dengan erat..


"eehemm..ini aku bawakan baju ganti,semoga ukurannya pas.."Satria meletakkan paper bag diatas ranjang..saat hendak keluar kamar Nia berjalan mendekati ranjang..tapi tak sengaja menginjak genangan air yang berasal dari rambutnya yang belum kering sempurna..membuat dia tergelincir dan hampir terjatuh..


dengan sigab satria langsung menangkap tubuh Nia..dan mendekapnya agar tak terjatuh..tapi sialnya rambut Nia malah nyangkut di kancing baju Satria..


"aaauu...sakit.."teriak Nia..


"aah..maaf,,aku akan melepasnya.."


"hati-hati jangan ditarik dengan kasar.."

__ADS_1


"tentu.."dengan perlahan satria mengurai rambut Nia yang melilit di kancing bajunya,tapi karena terlalu dekat..satria tak terlalu bisa melihatnya hingga tanpa sadar dia menarik rambut Nia dan membuat Nia menjerit tertahan karena sakit dikulit kepalanya..dan tangannya memegang lengan Satria,hingga handuk yang di pakainya meluncur bebas dari tubuhnya..


saat sadar akan hal itu Nia langsung mengeratkan badannya pada Satria..


sedangkan Satria yang tak tau apa yang terjadi dibuat kaget dengan keagresifan Nia..


"Nia..apa yang kamu lakukan.."desis Satria hendak merenggangkan pelukan Nia padanya


"jangan dilepas..tetap seperti ini..bawa aku ke ranjang kak..Han..handukku terlepas,,aku g mau kamu melihatku telanjang.."gumam Nia lirih..sedangkan Satria yang baru menyadarinya langsung tercengang..gugup,tegang,dan sedikit ada rasa penasaran..dia juga pria normal yaach,,jadi wajar Doong..


"a..aku harus gimana??aku tak bisa melihat handukmu.."dengan sedikit melirik ke bawah.. curi-curi pandang yaach 😂😂


"kak..jaga pandanganmu..nanti khilaf bisa bahaya,tetap seperti ini..dan bawa aku ke ranjang..aku akan menutup tubuhku dengan selimut..."bisik Nia,dan itu membuat Satria tersadar juga sedikit tergelitik jiwa laki-lakinya..


"sepertinya Tuhan sangat ingin mengujiku... pagi-pagi udah disuguhi dengan godaan yang tak bisa dinikmati.."gurau Satria sambil mengerling nakal pada Nia


"kak satriaaa.. bisa-bisanya bercanda,,g lucu banget.."dengus Nia kesal tapi juga malu..


"haha..diamlah,atau aku akan menerkammu..kita menuju ranjang,dan segera pakai bajumu.."satria berjalan dengan terus memeluk Nia,,sampai di ranjang Nia langsung masuk ke dalam selimut dengan kecepatan maksimal..membuat satria terkekeh,dan berbalik untuk keluar dari kamar..


"makasih kak.."


"berterima kasihlah dengan benar..jangan cuma dimulut..tapi dari hati.."sahut satria..


"hah??maksudnya?!" Nia jadi bingung..


"dengan memberiku morning kiss tiap pagi misalnya??"tak lupa dengan senyuman yang menggetarkan hati wanita..lalu pergi dari kamarnya


"waaah...ternyata apa yang dikatakan Diandra semua benar..kak satria dan suaminya sama-sama mesum,liar dan pasti buas..pria pendiam lebih menyeramkan..karena tak tertebak.."gumam Nia bergidik ngeri..

__ADS_1


__ADS_2