Dokter Cinta

Dokter Cinta
7. Berubah


__ADS_3

Sampai nya di sekolah Syakuila segera turun dari motor Gio dan berucap terimakasih.


"Ka iqbaal makasi tapi gue harus pergi setelah ini lo ga boleh deket deket gue lagi ya ka iqbaal. maaf" saat Syakuila akan melangkah tiba tiba suara Gio terdengar.


"kenapa?"


"karena gue bahaya kalau deket sama lo ka. bisa bisa lo nanti di bunu-h." Syakuila menunduk tidak bisa berbalik badan atau menatap wajah Gio.


Gio mulai berjalan mendekati (namkamu).


"Mau saya di bunuh atau engga nya saya ga peduli asalkan kamu selamat aja. Saya rela nyawa saya gaada demi kamu. karena saya tau kalau kamu yang pantes dampingin hidup saya Syakuila, Jadi saya mohon! saya tidak mau berjauhan sama kamu. saya tidak takut sama siapapun kecuali Allah." jelas Gio


Gio pun langsung berjalan pergi meninggalkan Syakuila sendiri. Gio sepertinya bukan berjalan ke arah kelasnya melainkan ke arah UKS.


Syakuila menunduk.


"Dia tu maunya apasih?! katanya suka sama citra tapi gamau jauh dari gue. lagian gue takut dia kenapa napa. dan takut gue sakit hati lagi." batin Syakuila


tiba tiba ...


"DOR.. "


Syakuila terkejut bukan main. Dia langaung melihat ke belakang dan yeah itu ternyata...


"Eh buset, Cinta! lo ngapain si ngagetin gue aja?!" tanya Syakuila kesal sambil ala ala cewe.


"Hahaha.. iya maafin lah. kamu kan cantik jadi pasti di maafin. yayaya?" rayu Cinta. Syakuila hanya melirik sekilas. dia hanya pura pura ngambek.


"Syakuila. jangan marah dong." Cinta mengedipkan matanya. setelah itu sekilas Syakuila seperti melihat seorang Gio.


"Eh iya kemarin kata Alena kamu jalan ga sama ka Gio?" tanya Cinta.

__ADS_1


"Mending ngobrolnya di taman aja yu?!" lalu Cinta menarik lengan Syakuila ke kursi taman setelah itu dia menatap mata Syakuila untuk memberi penjelasan.


"Ya jadi gini emang kemarin kita alena aku dan ka Gio jalan jalan nah ka Gio yang ngajak. Dia ngajak kita untuk bahas kamu cin."


Cinta menggeleng "ko bahas gue? emang kalian ngomongin gue apaan?"


"ya gitu. ka Gio suka sama lo."


Cinta tertawa terbahak. Syakuila hanya menyeritkan keningnya bingung. mengapa Cinta malah tertawa? apakah dia bahagia karena di taksir ka Gio? dalam benak Syakuila hanya itu yang tersirat pertanyaan pertanyaan aneh.


"lo serius percaya sama perkataan dia?" Cinta mulai menatap mata Syakuila.


"maksudnya ka Gio?"


"heem.."


"iya gue percaya."


mata Cinta membulat "Yaelah Syakuila! lo udah di bohongin sama satu kunyuk itu!"


"Gio itu sepupu gue." Kata Cinta. Syakuila diam.


"bener gue ga boong ko. Gio itu sepupu gue. mungkin gue rasa Gio juga suka sama lo. mangkannya lo gausa khawatir kalau Gio bakalan sama orang lain. karena gue yakin dia pasti milih lo."


"Apaan sih Cin udah ah gue pusing mau ke kelas. bye" ucap Syakuila, Dia lagsung berdiri dan berjalan pergi.


"Ih.. ikutt!!!" Teriak Cinta.


Syakuila hanya menggeleng sambil tersenyum.


———

__ADS_1


Di sekolah, Syakuila tak lagi lagi mengejar Gio. Tanpa sadar Gio lah yang mengejar ngejar Syakuila. Sebenarnya Gio dari dulu memang menyukai tetapi kali ini perjuangan Syakuila memang sudah sangat terlihat dan nampak.


Gio memang memiliki sikap yang cuek, Dengan sikap cueknya itu Syakuila sangat gemas dengan Gio. Tapi kali ini Gio tidak ingin Syakuila jauh jauh darinya.


Kini mereka tengah berada di sebuah kantin sekolah, Hanya berdua. Tanpa ada Alenna ataupun teman Gio. Karena Gio yang mengajak Syakuila makan Bersama. Syakuila juga bimbang apa yang di tuturkan oleh Cinta.


Meskipun Ia Gio sepupunya, Syakuila tetap akan menjauhinya. Karena itu, Akan membuat Gio sakit dan juga bisa menyakiti hati Syakuila.


"Mau nambah lagi?" Tanya Gio perhatian.


Syakuila menggeleng, "Kenapa kaka kaya gini?" Tanya nya bingung.


Gio terdiam. Sama sekali tak menjawab. Merasa tak di jawab, Syakuilla berhenti makanan yang di makan. "Aku balik ke kelas ka, Makasih.. " Ujarnya, Lalu betdiri dati tempat duduk.


Hap!


"Aku sayang sama kamu." Ucap Gio spontan.


Semua orang yang ada di kantin ramai, Cukup Syakuila yang mendengar. Syakuila tidak tuli, Tetapi dia cukup mendengar ucapan Gio barusan.


Syakuilla duduk kembali, "Ka, Aku udah pernah bilang kan? Jangan pernah deket-deket sama aku! Karena sekarang Kaka bukan Tipe aku lagi! Dan satu lagi, Jangan pernah berharap aku mau jadi pacar kaka!" Usai berkata Syakuila langsung pergi begitu saja. Tanpa melihat Ekspresi Gio yang wajahnya sudah memerah.


"Liat aja gue bakal cari tau siapa daniel.." Batin Gio


———


"Pokonya saya tidak mau tau. siapa meneror saya harus di temukan! jika tidak saya tidak akan segan segan untuk menuntut kamu!"


tut.. tut..


"memangnya saya takut dengan kamu daniel. daniel nugroho musuh bubuyutan uncle Dimas, " batinnya

__ADS_1


Lelaki itu tersenyum miring sampai akhirnya dia langsung berjalan ke arah kelas untuk belajar.


TBC


__ADS_2