
setelah kepergian Jeremy..Thomas segera memanggil orang kepercayaan nya untuk mencari informasi tentang Diandra..semua yang bersangkutan dengan wanita itu..dia sangat penasaran dengan wanita yang bisa membuat Marvel tak bisa mengalihkan perhatian nya pada istrinya itu..padahal dari dulu Marvel itu sangat dingin,arrogant dan tak tersentuh.. bisa-bisanya dibuat tak berkutik oleh seorang wanita..
"bagaimana??apa sudah dapat informasi tentang wanita yang ada disamping Marvel itu??"tanya Thomas tegas
"sudah tuan..semua ada di sini.."meletakkan berkas diatas meja kerja Thomas..
"pergilah..aku akan melihatnya.."sahut Thomas datar...setelah orang suruhannya pergi,Thomas segera melihat berkas yang diberikan oleh orang kepercayaannya itu..ada beberapa foto juga yang menguatkan informasi tentang Diandra..Thomas sangatlah teliti dalam memeriksa berkas tersebut..dan sesekali dia tertegun,ada senyum tipis yang menghiasai bibirnya..bahkan dia sempat terkekeh melihat kekonyolan yang dilakukan oleh Diandra saat masih berstatus lajang..tapi sekarang dia tak terlalu bebas melakukan sesuatu..pasti karena Marvel..
"sepertinya wanita ini tidak hanya menarik...pantas saja Marvel bisa diluluhkannya..bahkan aku yang sekilas mencari tau saja,sedikit terusik dengan sifatnya itu...tapi, Jessica bilang kalau dia seorang j*l*Ng yang menjebak Marvel"gumam Thomas...dia sedikit bingung dan penasaran juga..dengan hati gelisah Thomas berjalan menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya disana...tak butuh waktu yang lama untuknya tidur karena badan dan fikirannya sudah sangat letih karena terlalu memaksakan diri hati ini..
keesokan harinya..
Diandra bangun dengan tubuh yang sangat lemas..bahkan dia seakan tak punya tenaga untuk membuka matanya..
"eemmhh..."lengkungannya mengganggu tidur suaminya..hingga membuat Marvel terbangun juga..
"apa ada yang sakit sayaank??"tanya Marvel khawatir..
"aku ingin ke kamar mandi..tapi badanku sangat lemas dan tak bertenaga.."keluh Diandra dengan mata yang masih terpejam sangat lucu dipandangan Marvel..
"hehe..kita mandi bersama,,biar aku siapkan dulu airnya.."Marvel beranjak dari ranjang menuju kamar mandi..tapi setelah Marvel masuk dan menyiapkan air..Diandra langsung berlari terburu-buru sambil menutup mulutnya menuju wastafel..bahkan dia tak sadar kalau masih polos tanpa pakaian..
"eemmhh...uweek..uwek.."tak ada yang dikeluarkan..hanya cairan berwarna kekuningan yang keluar dari mulutnya..Marvel yang melihat itu sangat terkejut dan cemas..sesekali dia memijat tengkuk istrinya dengan lembut..lalu menyeka dahinya yang berkeringat..
"kita ke rumah sakit sekarang yaach...tak ada bantahan lagi.."titah Marvel,lalu membersihkan mulut istrinya dan mengangkat tubuh Diandra kembali ke ranjang..mengambil air hangat untuk menyekanya,membantu istrinya berpakaian..lalu merapikan rambutnya...setelah semuanya rapi,Marvel segera berganti baju didepan istrinya..karena dia tak ingin meninggalkan istrinya sendirian..meski itu hanya ke kamar mandi..
"Abang g jadi mandi??"tanya Diandra bingung...tak biasanya Marvel jorok,karena dia paling suka kebersihan..bahkan setelah kelelahan bercinta,dia masih selalu menyempatkan diri untuk membersihkan diri...
"Abang g ingin menunda lagi untuk pergi ke rumah sakit..kamu sedang sakit sayaank.."sambil memakai kaos lengan panjang warna navy..dan merapikan rambutnya sekilas,dengan jemari tangannya
"aku bisa menunggu sebentar...kalau kamu g mandi,nanti g nyaman buat kamu..."bujuk Diandra..dia g ingin suaminya itu merasa tak nyaman..
"tak masalah..nanti setelah dari rumah sakit, Abang akan berendam..tapi Abang g ingin melihat kamu sakit seperti ini..wajahmu sangat pucat sayank..badan kamu juga sedikit panas..Abang khawatir kamu demam.."k cemaskan Marvel membuat Diandra terkekeh kecil melihat kekhawatiran suaminya itu..
__ADS_1
"aku g apa-apa..paling cuma masuk angin karena angin malam...bukankah semalam Abang membiarkan aku tak berpakaian.."dengan santai Diandra menanggapi suaminya
"maaf...Abang hanya ingin memelukmu tanpa penghalang...tapi malah membuatmu sakit..lain kali g akan terulang.."kata Marvel penuh penyesalan..
"tapi aku suka..dipeluk Abang tanpa penghalang...lebih hangat dan nyaman.."sahut Diandra sambil cekikikan..
"jangan nakal...kita berangkat ke rumah sakit sekarang.."Marvel segera menggendong istrinya keluar kamar menuju loby hotel..tapi ternyata sopirnya sudah berada disana menunggunya..
"aku bisa jalan sendiri Abang...jangan seperti ini,,"bisik Diandra..dua malu jadi pusat perhatian banyak orang..
"diamlah..atau kamu akan jadi tontonan banyak orang..."sahut Marvel
"uuhh..kita udah jadi tontonan banyak orang Abang...lihat saja disekitar kita,,semua memandang kita.."keluh Diandra kesal
"tetap benamkan wajahmu didada Abang..jangan sampai ada pria yang melihat istriku.."jawab Marvel tegas
"astaga...ayolah,,aku tak boleh jadi pusat perhatian..tapi apa Abang sadar,kalau Abang jadi pusat tatapan liar para wanita..dan aku tak suka itu.."dengus Diandra..
"hehehe..biarkan saja,,hati dan jiwa Abang semuanya udah menjadi milikmu sayaank..apalagi yang kamu khawatirkan heemmhh??"goda Marvel..
"siapkan mobilnya..kita ke rumah sakit sekarang.."titah Marvel datar,dan sang sopir langsung ngacir menjalankan perintah tuannya..Marvel dan Diandra segera masuk ke mobil dan melaju ke rumah sakit tempat Diandra kerja..semua menunduk hormat kepada Marvel yang merupakan pemilik dari rumah sakit tersebut..dan Marvel hanya menampilkan wajah datar tanpa ekspresi,akan pandangannya tetap fokus ke depan,tak sedikitpun menoleh atau melirik orang-orang yang memberi penghormatan pada nya..
"setidaknya berilah mereka senyuman untuk membalas penghormatan nya Abang.."kata Diandra sambil menatap wajah suaminya yang cukup dekat dengan wajahnya
"buat apa?? Abang tak peduli dengan mereka, Abang juga tak kenal dengan mereka..kalau Abang memberi senyuman pada setiap orang yang menyapa,bisa kering gigi Abang,,bahkan bisa saja pipi Abang akan kesemutan.."sahut Marvel santai
"uuhhgg..terserah Abang saja deh..."dengus Diandra...dan Marvel hanya tersenyum melihat istrinya yang sedang kesal..mereka menuju ruangan pribadi Marvel yang dulu pernah dipakainya untuk pengobatan..setelah membaringkan istrinya..ada beberapa dokter yang datang untuk memeriksa keadaan Diandra..tapi segera Marvel melotot saat seorang dokter muda,dan dia seorang pria..yang akan memeriksa istrinya..
"stop..siapa yang menyuruhmu memeriksa istriku??"tatapan Marvel bahkan bisa menghentikan detak jantung dokter muda itu..
"i..itu..dr.anton yang memintanya..saya menggantikan dr.yuni untuk memeriksa nyonya tuan..."jawab dokter muda itu gugup..bahkan beberapa dokter yang ada disana ikut cemas dibuatnya..
"aku tak mengizinkan dr.laki-laki yang menangani istriku..apa kalian mau dipecat sekarang juga??"bentak Marvel kesal..membuat Diandra memutar bola matanya jengah..
__ADS_1
"Abang..mungkin dr.yuni sedang ada pasien yang harus ditangani...biarkan yang lainnya saja yang memeriksaku Ok??"bujuk Diandra..tapi malah membuat Marvel kesal..
"mereka aku bayar mahal untuk melayani mu sayaank..meskipun mereka tidak bekerja selama satu tahun,menjadi doktermu bisa membuat kehidupan mereka tetap nyaman.."dengus Marvel..
"sudahlah..mereka seorang dokter,,tak bisa mengabaikan tugas begitu saja..jiwa penolongnya sangat kuat..harusnya Abang bangga punya pekerja yang bertanggung jawab..biar Nia saja yang memeriksaku..apa Abang setuju??"Diandra dengan lembut membujuk suaminya yang sedang kesal..
"baiklah..kali ini aku maafkan kalian,tapi tidak untuk lain kali..semua yang menyangkut istriku,harus perempuan..camkan itu"ancam Marvel..para dokter hanya bisa pasrah dan mengangguk takut..
Nia mendekat dan mulai memeriksa Diandra dengan teliti dan hati-hati dia tak ingin ada kesalahan sedikitpun..atau semuanya akan tamat..
"suamimu sangat menakutkan.."bisik Nia..Diandra hanya terkekeh mendengarnya..
"calon suami mu juga lebih menyeramkan.."ledek Diandra..membuat Nia mendengus..
"CK..paling bisa bermain kata kamu.."sahut Nia..
"itu kenyataannya..bukan hanya permainan kata.."balas Diandra santai..tapi saat wajah Nia terlihat serius Diandra mulai sedikit cemas..apa yang terjadi..apa dia punya penyakit yang berbahaya tanpa dia tahu..begitulah pikiran Diandra..
Nia segera meminta rekannya untuk memanggil para dokter yang menangani promil Diandra untuk berkumpul..
"ada apa kamu memanggil dokter-dokter yang lain??apa istriku sakit serius??"tanya Marvel mulai cemas..
"kita bicarakan nanti tuan muda..untuk saat ini temani nyonya muda untuk sarapan terlebih dahulu..setelah itu kita bisa melanjutkan pemeriksaan lebih mendetail lagi.."sahut Nia lalu meninggalkan ruangan itu..Diandra cukup cemas,karena dia tak melihat sikap Nia yang santai seperti biasanya..
"tenanglah sayaank..Abang selalu ada untukmu..jangan cemaskan apapun.."Marvel mengelus lembut rambut istrinya..
"aku takut punya penyakit yang berbahaya Abang.."sahut Diandra lirih
"tak akan ada masalah sayank..Abang jamin itu.. sekarang kamu ingin makan apa??"tanya Marvel lembut
"eemmhh..ingin makan lontong sayur.."jawab Diandra antusias..
"apa??lontong sayur??Abang tak pernah lihat makanan seperti itu..??makanan apa itu??g usah yang aneh-aneh deh..nanti kamu tambah mual.."sahut Marvel bingung..
__ADS_1
"CK..aku inginnya makan itu Abang..minta pak sopir Carikan lontong sayur..kalau g,aku g mau makan.."titah ratu sudah turun..Marvel tak bisa berkutik lagi..dia hanya bisa menggaruk lehernya yang tidak gatal..tapi tetap langsung menghubungi sopirnya dan menyuruhnya untuk membelikan apa yang istrinya inginkan..