
Di kelas sangat ramai. Gadis yang bernama Syakuila itu tengah mencatat materi yang telah di sampaikan guru tadi.
Sekarang memang waktunya untuk beristirahat. Tetapi Syakuila tidak berniat untuk ke kantin. Lagi pula. Tugas pa Anton saja belum kelar pikir Syakuila.
Alena menghampiri "Lo ga ke kantin? " Tanyanya.
"Engga. Gue nitip Soimah aja deh —eh salah maksudnya soimay. Plis ya bantuin gue, gue nitip aja. Btw salamin ya ke bebep Gio soalnya gue ga bakal ketemu sekarang.." jelas Syakuila. Masih terfokus dengan tugasnya itu.
Alena mengangguk. Dia pergi ke kantin sendiri. Karena Cinta tadi belum pulang ke kelasnya karena masih sedikit pusing walaupun sudah sadar.
10 menit kemudian..
Syakuila masih terfokus dengan materi yang di catat. Setelah selesai Syakuila segera beranjak dari kursi duduknya dan pergi ke arah taman.
Di taman Syakuila sekarang ber-selfi ria.
Cekrek cekrek cekrek
"Dah bagus dah.." batin Syakuila.
Tiba tiba ada seseorang duduk di sebelah Syakuila. Syakuila menoleh tak di sangka. Dia Dava, seorang pemuda yang so tampan.
"Lagi ngapain, bro?" Tanya Dava so asik.
"Keliatannya?" Jawab juteknya Syakuila.
Dava hanya memutar bola matanya kesal.
"Lah basa basi gitu, hmm." Dava memanyunkan bibirnya
"To the point aja deh." Ucap Syakuila yang tak mau ber belat belit.
Dava mengangguk.
"Deketin gue sama Alena hehehe.." ujar Dava
Syakuila melotot matanya tak percaya. Syakuila kira Dava menyukai Cinta. Tapi tak di sangka Dava memiliki perasaannya terhadap Alena.
__ADS_1
"Lho? Bukannya Lo sukanya sama Cinta ya?"
"Engga! Siapa bilang? Gue dari dulu sukanya sama Alena." Jelas Dava
Syakuila mengangguk.
"Yauda nanti gue bantuin." Kata Syakuila.
Dava menatap Syakuila tak percaya dia sangat senang sekali sekarang.
"Bener ya?" Tanya Dava seneng. Sangat.
"Heem, Tapi ga janji, Takutnya Alena udah punya gebetan."
Dava mengangguk lesu.
"Emang Alena udah punya gebetan?" Tanya Dava memastikan.
"Gatau juga gue, Gue aja gebetan ga peka peka gimana mau ngurusin hidup orang." Celetuknya.
Dava tertawa.
"Belum juga apa apa. Udah bilang makasih," sahut Syakuila
Dava terkekeh.
"Gapapa lah. Yauda gue duluan ke kelas ya." Pamit Dava.
Syakuila mengacungkan jempolnya.
"Siip."
Dava pun pergi.
***
Alena pun membawa soimay nya Syakuila ke kelas. Tapi tiba tiba saja saat Alena menyelusuri koridor. Alena menubruk Gio.
__ADS_1
"Duh.. maaf Alena. Gue ga sengaja" Gio pun menyodorkan tangannya untuk membantu Alena berdiri.
Alena pun menerimanya,
"Gapapa ko hehehe. Oiya mau bilang ada salam dari Syakuila tadi.." ujar alena tersenyum.
"Oiya oiya. 'Waalaikunssalam hehehehe.. eum btw Lo gapapakan?" Tanya Gio.
"Gapapa ko hehehe. Yauda kalau gitu gue pergi dulu ya. Mau ke kelas hehe. Bye" pamit Alena.
"Oke,bye." Gio pun tersenyum. Dan pergi ke arah ruangan UKS.
***
Di kelas Alena celangak celinguk mencari seseorang. Tetapi hasilnya nihil tidak ada.
Alena mencari Syakuila. Karena dari tadi dia tidak melihat Syakuila.
"DOR!!" Ucap seseorang menganggetkannya Alena. Alena terkejut dia langsung menoleh ke belakang.
Ternyata itu Syakuila.
"Ish.. Lo nyebelin banget si! Ni soimay Lo!" Alena menyodorkan soimay Syakuila.
"Makasi cayangkuu.. hhehehe maaf ya udah nganggetin" ucap Syakuila. Sambil langsung memakan soimaynya.
"Oiya tadi gue di tabrak sama Gio." Alena mulai bercerita.
"Terus?"
"Ya kata dia lo kan tadi minta di salamin kata dia 'Waalaikunssalam'."
Syakuila mengangguk.
"Heeh. Yauda makasi."
Tiba tiba bel berbunyi. Saatnya belajar kembali setalah selesai makan soimay dengan cepat Syakuila meminum minuman yang di bawa dari rumah. Berisi air putih yang di wadahi dengan botol Tupperware.
__ADS_1
TBC