
keesokan harinya...satria sudah menunggu Nia didepan rumahnya..karena ingin mengabarkan kalau nona Diandra tidak bisa ikut kegiatan sosialnya kali ini..alasannya dia g tau,yang pasti nona Diandra masih bersama dengan tuan mudanya..
saat Nia keluar rumah,dia cukup kaget dengan adanya mobil terparkir tepat didepan rumahnya..
"tok-tok-tok..ada apa??"tanya Nia saat kaca mobil sudah diturunkan..
"maaf,saya hanya menjalankan perintah..kalau Ninda Diandra tak bisa mengikuti kegiatan sosialnya hari ini..karena masih bersama dengan tuan muda.."jawab satria
"apa tuanku mengurungnya??"
"tidak..bukan begitu..mungkin tuan ingin menghabiskan waktu bersama..sebagai gantinya,saya bisa menggantikan tugas nona Diandra untuk membantu anda.."
"huuffhh...baiklah..tapi jangan berbicara formal denganku..rasanya aku menjadi lebih tua keladi berbicara dengan formal"sahut Nia santai sambil mengisyaratkan pada satria untuk mengikutinya masuk rumah..dan satria mengikutinya juga..
"jam berapa kita akan berangkat..??"
"sebentar lagi..setelah sarapan.."
"baiklah.."
"apa kamu udah sarapan??"tanya Nia..
"sudah.."
"kau yakin??sarapan makanan yaa..bukan senyuman.."
"maksudnya??"tanya Nia bingung..
"kata orang awali pagi mu dengan senyuman..itu g benar,,yang benar awali pagi mu dengan sarapan biar g kelaparan..kalau cuma dengan senyuman emang bisa kenyang..??"sahut Nia santai sambil berjalan kemeja makan..
"hehe..anda benar.."
"haaiiss..pakai aku kamu aja,g usah saya anda..ribet"
"baiklah.."
"mau kopi atau teh??"
"air putih saja.."
"susu??"
"kok susu??"
"katanya air putih??"
"maksud saya air mineral.."
"ooh..itu bening,bukan putih..kamu takut mati yaach??"
"hah??"bingung..
"hehe..habisnya ditanya kopi atau teh mintanya air yang tak berwarna dan tak berasa.. seperti nya kamu sangat menjaga kesehatan dengan membiasakan diri mengatur pola makan dan minuman.."
"jangan berfikir terlalu jauh..saya eh aku tak ingin merepotkan saja.."
"ooh.. pengertian sekali,baiklah...ma,sekalian bawakan air minum buat tamu.."teriak Nia pada mamanya yang masih di dapur untuk membuat kopi buat sang suami..
"kamu menyuruh mamamu??"
"bukan menyuruh,,,sekalian aja..kan mama sedang ada di dapur..jangan terkejut,aku dan mamaku udah seperti kawan dan lawan..hubungan kami seperti teman..santai saja,jangan terlalu serius.."kata Nia santai..
"astagaa...pantas saja nona Diandra sangat menyayangi temannya ini..ternyata dia sangat unik.."batin satria
lalu ereka sarapan bersama setelah perkenalan satria pada orang tuanya Nia..awalnya canggung..tapi ternyata keluarga Nia yang hamble membuat satria merasa nyaman..
setelah sarapan..mereka berangkat..tak lupa semua barang yang akan disumbangkan..
kegiatannya berjalan lancar tanpa kendala..satria juga mengikuti semua kegiatan yang diadakan hari itu..dia sempat mengambil gambar dan video dengan sembunyi-sembunyi..karena Nia melarang mendokumentasikan kegiatannya itu..semua atas permintaan Diandra..yang tak ingin kegiatannya dipublikasikan..satria hanya ingin memberi bukti kerjanya pada tuannya saja g dipublikasikan..jadi g salah kan kalau dia mencuri foto dan videonya sedikit..😅😅
flashback off
"wah..wah..wah..ada udang dibalik rempeyek..."ledek Nia..
"apa nih maksudnya..jangan halu kamu.."
__ADS_1
"hehe..aku akan menjodohkanmu dengan satria.."kata Diandra santai..
"apaan sih..ngaco..masak iya,aku berpasangan dengan cowok kaku itu..g..aku g mau,,aku bisa mati bosan nanti.."
"idiih...kayak satria mau aja sama kamu..belum tentu juga satria mau sama cewek cerewet kayak kamu.. bisa-bisa kupingnya tuli diusia muda.."kata Diandra sambil terkekeh..
"hey-hey-hey..kalau itu terjadi,,pasti kamu orang pertama yang tuli karena udah bertahun-tahun ku tempelin.."
"itu karena aku rajin merawat telingaku.."jawab Diandra santai..
"terserah kamu saja deh..jadi sekarang apa rencanamu selanjutnya..??"
"aku akan menikah dengannya..nanti malem jadwalku ketemu papa..sekalian mau tanya tentang mama dan bilang kalau Marvel ingin menikahimu,peresmiannya besok Marvel dan keluarganya akan menemui papa ditempat yang akan disepakati nanti.."
"baiklah..aku selalu ada dibelakangmu..jangan takut untuk melangkah ke depan..dan tak akan ku buat kamu tak ingin menengok kebelakang lagi.."
"kenapa begitu??"
"karena dibelakang ada kudadiel..kamu mau dimakakan kudaniel dengan mulut besarnya itu??"jawab Nia kesal..
"hehe..kamu jagat sekali..sebenci itukah kamu dengan kak Daniel??jangan benci-benci..nanti jadi cinta loo..."ledek Diandra..
"cih... amit-amit...ogah banget aku sama batang bekas nenek lampir... bisa-bisa aku terkontaminasi dengan bakteri nya..."Nia menolak mentah-mentah sambil mengetuk kepala dan meja secara bergantian....
"hahaha...bisa di vaksin dulu kan!!"goda Diandra..
"Ogah banget..kalau udah terkontaminasi dengan bakteri dari susu basi..akan sulit untuk disembuhkan meski udah di vaksinasi..lebih baik mencegah dari pada mengobati nona...mending sama Aa' satria yang masih murni dan suci..meski kaku g masalah..siapa tau aja aku bisa melunakkan nya.."kata Nia dengan cengengesan..
"helleeeh..katanya tadi g mau..taunya mau diembat juga...ati-ati orang yang pendiam itu lebih menakutkan.."
"apa maksudmu??apa tuan Marvel juga menakutkan??karena yang ku tau tuan Marvel kan beda tipis dengan Aa' satria..lebih arrogant dan lebih dingin.."
"jangan melihat dari kulitnya..sumpah,kalau kamu tau tingkat kemesuman nya pasti kamu pingsan dibuatnya.."
"masak siih??dia terkenal anti cewek loo..aku juga g nyangka kalau dia bisa tergila-gila pada mu..sampai main kuda-kudaan di hotel.."kata Nia sambil cekikikan..
"sialaaan..dia juga pria normal..bahkan lebih dari normal.."
"dia sangat beringas di ranjang??itu pasti karena dia udah menimbunnya selama 28th..jadi saat bisa dikeluarkan..langsung deh, disemburkan sepuasnya..."Diandra melotot mendengar perkataan Nia yang cukup vulgar itu..sedangkan yang dilihat hanya cengengesan..
"Ok..mau makan dimana??"
"aku ingin makan di tempat lesehan..pasti enak"
"baiklah..sesuai dengan keinginan anda nona.."menarik tangan Diandra dan mengajaknya keluar dari ruangan itu untuk keluar mencari makan siang..
dan saat itu juga Marvel dan satria sedang menemani kliennya makan siang setelah selesai meeting..
satria menjalankan tugasnya..mengsterilkan tempat itu sebelum tuan mudanya memasukinya..
"semua sudah siap tuan.."kata satria dan Marvel langsung masuk ke restoran dia sangat jarang makan diluar..karena dia kurang percaya dengan kebersihannya..jadi saat dia harus menemani klien makan seperti saat ini..satrialah yang akan direpotkan..dia harus memantau langsung kebersihan dapurnya,peralatan makannya,bahkan cara memasak dan chef-nya..
"tanpa banyak perbincangan mereka menyelesaikan makan siangnya dengan hening..Marvel memang tak pernah banyak bicara..dia selalu berbicara sesuai dengan yang dibutuhkan..hanya masalah kerjaan saja..tak lebih..dan para kliennya juga tau itu,,bahkan tak ada yang berani bertanya atau memulai perbincangan tentang masalah pribadi..karena mereka masih ingin tetap duduk di kursi kekuasaan nya masing-masing..atau,saat mereka tak sengaja menyinggung seorang Marvel..hancurlah sudah semuanya..dan ucapkan selamat tinggal dengan apa yang dimilikinya...
setelah selesai makan siang,dan sedikit basa-basi tentang kerjasama yang mereka lakukan.. akhirnya kliennya pamit undur diri..
"akhirnya selesai juga..kita kerumah sakit.."kata Marvel datar..
"apa anda sakit tuan??"tanya satria dengan polosnya..
"apa kamu lupa kalau wanitaku kerja dirumah sakit?? kenapa kamu jadi b*d*h sat??"
"ma..maaf tuan,,tapi bukannya begitu,,maksud saya saat ini jam istirahat siang,takutnya nona muda sedang makan siang diluar..bukankah lebih baik hubungi dulu?!biar tau posisi nona muda ada dimana??"saran satria langsung dilakukan oleh Marvel..
"dimana??"
"Ok.."
"kita ke tempat makan lesehan jl.L no.5"
"baik tuan muda.."mereka berdua meluncur menuju restoran yang dikatakan Diandra..
sesampainya disana..satria melihat nona muda dan temannya itu..lalu menyampaikannya pada Marvel..
"nona ada disana tuan..meja no.7"
__ADS_1
"Ok..kita hampiri sekarang.."berjalan menuju meja Diandra..
"cup..siang sayaank.."kata Marvel santai tanpa dosa setelah mengecup singkat pipi Diandra..sedangkan Nia terkejut luar biasa..
"jangan menciumiku tiba-tiba..apa lagi didepan umum.."
"emang kenapa??kamu Ken calon istriku.."
"cukup..sekarang kamu mau ngapain kesini..kalau mau makan,cepatlah pesan.."
"kalau maunya makan kamu perlu dicatat juga??"bisik Marvel sambil meniup telinga Diandra dengan barat yang sedikit terasa panas
"bluush... wajah Diandra memerah karena sikap Marvel padanya..."
"hentikan kebiasaan konyolmu itu.."
"baiklah...akan ku hentikan untuk saat ini..tapi tidak untuk lain kali.."Diandra cuek tak peduli dengan Marvel..di depannya..
"kamu g makan??'
"g..aku baru selesai makan siang juga dengan klien..aku cuma kangen ingin melihatmu.."dengan senyum terbaiknya sambil menatap Diandra yang sedang makan dan mengacuhkannya...
"apa..??waaah..ini gila,Diandra..pelet apa yang kamu gunakan untuk menaklukkan gunung es ini.."batin Nia sambil menatap Diandra penuh pertanyaan..tapi tak digubris oleh Diandra..
"woow...sejak kapan tuan muda bisa gombalan receh kayak gini.."batin satria tak percaya...
"hentikan senyumanmu.."
"kenapa??"
"karena senyummu itu menyiratkan maksud yang tidak baik.."
"sepertinya kamu makin memahami ku sayaank.."sahut Marvel santai tak marah atau kesal sedikitpun..membuat satria dan Nia hampir menjatuhkan rahangnya karena terkejut..
"bisakah kamu tidak mengganggu makanku??"
"tentu saja bisa..aku tak mau kamu jadi kurus,,membuat kurang nyaman saat dipeluk.."
"hentikan omong kosong mu.."
"ini bukan omong kosong..tapi omongan dari hatiku.."
"hey..tuan,apa anda bisa diam..??"
"tentu kalau kamu mau menutup mulutku dengan bibir mu..sudah ku katakan,panggil namaku Diandra..atau aku yang akan membungkam mulutmu dengan caraku.."masih dengan mode godaannya..
"ooh astaga..bisakah ucapan mu difilter...dan jangan terlalu vulgar..banyak Padang telinga yang mendengarnya.."
"kamu yang memancingku..makanya patuhilah,cepat habiskan makananmu dan kita pergi untuk mencari gaun.."
"gaun??buat apa??"
"bukankah hari ini kamu akan menemui papamu??"
"iya..lalu??"masih bingung..
"apa maksudmu dengan lalu??setelah kamu menemui papamu..kamu akan menemui orang tuaku..dan besok keluargaku akan melamarmu,satu Minggu lagi kita menikah.."
"jedeeeeeerr..."bagai disambar petir disiang bolong..Diandra sangat terkejut dengan ucapan Marvel kali ini..
"sudah ku katakan aku tak suka penolakan Diandra.."ancam Marvel..
"aku tidak menolak..tapi bisakah tidak secepat itu??aku juga perlu menyiapkan semua nya kan.."protes Diandra..
"tak perlu menyiapkan apapun..kamu tinggal bilang konsep apa yang kamu inginkan..gaun seperti apa yang kamu mau..semuanya aku yang urus.."
"huuffhh..baiklah,lagian aku juga tak bisa membantahku kan.."jawab Diandra pasrah..
"pintar..kamu sangat manis saat jadi penurut.."
"OMG..sumpaaah demi apa seorang bos besar ini bisa segombal ini..kalau g denger sendiri..aku pasti tak percaya...dan,apa??menikah dalam satu Minggu..apa itu bisa terjadi...hadeeeh,, bener-bener horang kaya..bisa berbuat semaunya.."batin Nia..
"tuan muda....anda belajar dari mana cara merayu wanita?? sepertinya aku harus belajar banyak dari anda...tapi,menikah dalam waktu satu Minggu?? bisa-bisa aku tak tidur selama satu Minggu untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan...ya Tuhan,cobaan apa lagi ini...kuatkan hamba-Mu .."batin Marvel..
lalu mereka melanjutkan acara makan siang dengan diselingi gombalan dan rayuan maut dari sang tuan muda...tapi Diandra tetap cuek-cuek aja..tidak kaget atau terkejut..dia juga tak ingin menanggapinya dengan serius..karena telinganya udah terbiasa mendengar ucapan Marvel itu..
__ADS_1