
Diandra merasakan sakit yang luar biasa di perutnya..membuat dia tak bisa menahan rintihannya lagi...
"aaakhhh...sakiiit"suara lirih tapi sangat terdengar di telinga Marvel membuat fokusnya menatap sang istri makin tajam...
"tu..tuan muda..kaki nyonya berdarah..."kecemasan Satria membuatnya terbata,tapi Marvel segera melihat ke kaki istrinya yang mengeluarkan darah agar cukup jelas di kaki putih nya...membuat wajahnya makin gelap...sedangkan Rina dan mama jessi merasakan aura yang mengkhawatirkan,mereka saling pandang... mengisyaratkan untuk kabur dari tempat yang menyeramkan ini...hingga tanpa menunggu lebih lama keduanya melepaskan cengkeramannya pada Diandra dan sedikit mendorongnya..tapi karena Diandra sudah sangat lemah membuat dia terjatuh kedepan..
Marvel yang terkejut dengan kejadian itu langsung berlari mendekat ke istrinya dan menopang tubuh lemah itu agar tak sampai terjatuh di tanah..tapi sayangnya ada balok kayu di sisi kiri Diandra yang mengenai perut besarnya membuat dia menjerit kencang...dan itu membuat Marvel makin ketakutan...
"sat..segera hubungi rumah sakit..kita akan segera ke sana secepatnya..buka jalan dan kalau ada penghalang tabrak saja...aku tak mau terjadi apa-apa pada istri ku..."bentak Marvel dengan menggendong istrinya menuju ke mobil..sedangkan para bawahan dan polisi yang datang bersama Marvel segera mengejar Rina dan mama jessi yang mencoba kabur dari tempat itu...
"bang..apa anak kita kan baik-baik saja..."suara lirih Diandra membuat hati Marvel ngilu...dia menangis melihat kondisi sang istri yang sangat menyedihkan...perut bagian kiri tergores balok kayu,dan itu mengeluarkan banyak darah..belum lagi ada darah yang keluar dari jalan lahir...sungguh Marvel sangat takut bila terjadi hal yang tak diinginkannya..
"semua akan baik-baik saja sayaank...kamu tenang yaach...Abang akan lakukan apapun untuk kamu.."bisik Marvel disela tangisannya
"tidak...lakukan yang terbaik untuk anak kita bang...berjanjilah...aku mau anak kita selamat..."mohon Diandra dengan suara berat karena menahan rasa sakit yang tak terkira...dan matanya mulai meredup..dia sudah sangat lemah,wajahnya sangat pucat..bahkan tangannya sangat dingin digenggaman Marvel..
__ADS_1
"iya..sesuai keinginanmu...tetaplah terjaga..teruslah bicara..jangan pejamkan matamu sayaank...aku tak ingin kamu diam...buka matamu...sayaaank...ku mohon...tetap buka matamu....aku disini..aku ada disini...aku bersamamu..aku di sisimu...aku mohon jangan tidur..."teriak Marvel saat melihat istrinya memejamkan mata... kesadaran Diandra mulai menipis...dia tak sadarkan diri karena terlalu banyak kehilangan darah...
"percepat mobilnya... Sat..percepat mobilnyaaa.."bentak Marvel dengan amarah yang memuncak bercampur cemas dan ketakutan...
"kita akan segera sampai tuan...nyonya akan baik-baik saja..."meski banyak ketakutan di benak satria..tapi dia harus berusaha menenangkan bosnya..atau bosnya akan hilang kendali
"aku tak butuh omong kosong.."sentak Marvel..saat mobil berhenti di depan rumah sakit...Marvel langsung membopong tubuh lemah istrinya keluar mobil dan membawanya masuk ke rumah sakit...semua dokter telah bersiap..bahkan Nia yang masih shock juga ada di deretan dokter yang akan menangani Diandra sahabat karibnya itu...
setelah diletakkan di ranjang pasien,Diandra langsung dibawa ke ruang khusus yang telah disiapkan jauh-jauh hari...
para dokter sangat khawatir saat melihat kondisi Diandra...tapi dengan profesional mereka harus berusaha menyelamatkan pasien yang ada di bawah naungannya...
Marvel ikut masuk ke ruangan Diandra...dia menggenggam tangan dingin istrinya...dan menatap sendu wajah pucat yang ada didepannya..beberapa kali dia kecup pipi dan keningnya dengan linangan air mata yang tak mau berhenti keluar dari matanya..para dokter yang melihat itu sangat trenyuh dan terharu..melihat pria yang biasanya sombong,angkuh, arrogant dan tegas itu terlihat sangat kacau,lemah dan ketakutan...
"nyonya muda kehilangan banyak darah..segera siapkan darah yang dibutuhkan..."teriak salah satu dokter yang menangani Diandra...
__ADS_1
semua sudah disediakan jauh-jauh hari..karena Marvel tak ingin mengambil resiko saat istrinya melahirkan,sehingga dia sengaja menyiapkan darah yang sesuai dengan istrinya..bahkan dia bisa menghubungi bank darah kapan saja...sehingga dia dapat dengan mudah mendapatkan darah untuk istrinya..dia tak menyangka saat ini perencanaannya sangat berguna,padahal saat dia mengutarakan itu pada istrinya dulu sempat dikata kan terlalu berlebihan...memang musibah tak ada yang tau..
"sayaaank...bertahanlah...aku tak ingin sendiri disini...aku tak bisa tanpamu...akan ku lakukan apapun untukmu..aku janji tak akan membuatmu marah lagi..tapi jangan membuatku takut seperti ini...sungguh,,aku tak bisa kehilanganmu..."ucap Marvel disela tangisannya...dengan terus mengecup punggung tangan istrinya yang lemah...
"dok..detak jantung pasien melemah.."segera para dokter mulai mempersiapkan segala sesuatu untuk tindakan selanjutnya..sedangkan Marvel makin merosot kelantai ruangan yang dingin..tubuhnya melemah..hatinya berkecamuk,dia sangat ketakutan akan kehilangan istri tercintanya...
"tuan muda...kemungkinan terburuk nya kita hanya bisa menyelamatkan bayinya saja..karena kondisi nyonya sangat lemah..jadi..."belum selesai dokter itu melanjutkan kalimatnya..Marvel langsung berdiri dengan tatapan tajamnya...
"selamatkan istriku..atau aku hancurkan seluruh rumah sakit ini..serta kalian yang ada disini harus ikut bersama istriku nanti.."suara berat dan bergetar Marvel membuat seluruh dokter yang ada disana ketakutan dan berkeringat dingin..sedangkan Nia yang ikut dalam operasi tersebut sudah menangis tergugu karena melihat sahabat terbaring tak berdaya...
setelah mengatakan perintah nya..Marvel segera menggosok tangan istrinya beberapa kali agar menghangat...dan menciumi seluruh wajahnya..
"sayang..kamu harus bisa melewati ini...aksi kamu pergi meninggalkanku..aku akan robohkan rumah sakit ini..agar semua dokter dan pasien disini menemanimu..aku tau kamu sangat baik,hatimu sangat lembut..kamu tak akan tega melihat orang kesakitan atau terluka..tapi aku tak sebaik dirimu..jadi kalau kamu tak mendengarkan ku..percayalah aku akan melakukan apa yang ku katakan..."suara bergetar menahan tangis milik Marvel membuat para dokter ikut merasakan kesedihan yang mendalam...tapi mereka tetap berusaha sekuat tenaga menolong ibu dan bayi yang sangat sepesial ini...tak berselang lama bayi kecil bisa dikeluarkan dengan selamat..kondisinya sangat lemah karena memang masih belum waktunya untuk dilahirkan...sehingga langsung ditangani dengan intens,cepat dan tepat
setelah semuanya selesai..dokter belum bisa bernafas lega..karena Diandra masih belum melewati masa kritisnya..dan sang pewaris tahta juga sangat lemah kondisinya...harus dengan penjagaan yang sangat ketat..
__ADS_1
Marvel tak pernah beranjak dari duduknya...dia selalu berada disamping istrinya yang belum sadarkan diri setelah Operasi...padahal dokter sudah mengatakan kalau istrinya tidak akan bangun sampai esok hari,itupun kalau bisa melewati masa kritisnya...tapi tetap saja Marvel tak bergeming dari tempatnya,,,dia terus menatap sendu wajah pucat sang istri yang sedang tertidur...sesekali dia menciumi tangan dan wajah istrinya...air matanya masih terus saja mendesak keluar tak ingin berhenti...bahkan setelah mengazani anaknya dia belum melihatnya lagi...orang tua dan mertua nya yang menjaga anaknya di ruangan khusus sebelah kamar istrinya..disediakan ruangan yang sudah ada inkubator untuk menjaga baby agar tetap hangat dan terhindar dari sesuatu yang tak diinginkan...mengingat kondisinya yang sangat lemah akibat lahir prematur...
tidak hanya Marvel yang sedih... orang tua dan mertuanya juga turut sedih dengan kejadian ini...bahkan Nia sempat drop setelah selesai melakukan operasi penyelamatan sahabatnya itu sehingga dia juga harus dirawat untuk memulihkan kondisinya yang juga sedang hamil...