Dokter Cinta

Dokter Cinta
Musibah Membawa Berkah..


__ADS_3

Diandra mengajak suaminya memainkan wahana permainan yang ada di sana..lebih tepatnya memaksa suaminya untuk ikut bermain bersamanya..bahkan satria tak lepas dari jangkauan paksaannya juga...


"astaga..kak satria kenapa??"tanya Diandra dengan wajah polosnya


"dia pusing,mual dan muntah setelah naik biang Lala dan komedi putar kuda tadi.."sahut Nia cemas..


"sayaank..sebaiknya kita sudahi acara double datenya..kasian Satria pucat gitu.."kata Marvel..sebenarnya dia juga sudah ingin pulang dari tadi..tapi tak ada alasan yang tepat dan saat ini,,jadi kesempatannya untuk membujuk istrinya untuk pulang beristirahat..dengan alasan kesengsaraan Satria 😅😅


"heemmhh..baiklah,,kita antar kak satria dulu ke rumahnya.."balas Diandra tak bersemangat


"tidak perlu diantar..aku bisa mengantarkannya..kamu harus banyak istirahat An...bumil g boleh kelelahan dan terkena angin malam...itu kurang baik untuk kesehatan.."bujuk Nia,,dia g ingin jadi nyamuk untuk pasangan rintis itu.apalagi kebucinan tuan muda yang tingkat dewa itu,,tak kenal tempat saat bermesraan.. bisa-bisa Nia sesak nafas karena melihat keuwuan keduanya...mending Nia cari aman saja..😂😂


"baiklah..kalian hati-hati dijalan,, pastikan Satria baik-baik saja saat kamu tinggalkan..karena dia sendirian dirumah"pesan Marvel..lalu mereka berpisah masuk ke mobil masing-masing...


"apa masuk tidak enak??"tanya Nia pada Satria..


"sudah agak mendingan setelah mengeluarkan semua isi perutku tadi.."sahut Satria lirih...


"kasih tau alamat rumahmu..biar aku mengantarmu dengan selamat sampai rumah.."satria mengatakan alamat lengkap apartemen nya..tak butuh waktu lama mereka telah sampai karena alamatnya memang ada di tengah kota,dekat kalau mau kemana-mana..


Nia membantu Satria keluar mobil..dan memapahnya untuk jalan menuju apartemen.. sebenarnya Satria sudah agak baikan..tapi masih lemes dan tak bertenaga setelah muntah-muntah..


Satria membuka pintu apartemen dengan kartu akses yang dimilikinya..dan Nia langsung mendudukkannya di sofa..membantu melepas jas dan sepatu Satria tanpa canggung..membuka dua kancing baju agar lebih longgar dan kancing lengan bajunya kemudian melipatnya sedikit..semua itu tak lepas dari perhatian Satria..sebenarnya Satria yang gugup karena perlakuan Nia itu..baru kali ini ada wanita yang masuk ke apartemennya ditambah perlakuan Nia padanya makin membuat tegang saja..


"apa kamu ingin ku buatkan sesuatu??"pertanyaan Nia membuyarkan lamunan Satria yang dari tadi diam terpaku menikmati perlakuan manis calon istrinya itu


"perutku masih tidak nyaman..takut muntah lagi saat diisi makanan"keluh Satria


"gimana kalau aku buatkan teh hangat..biar lebih enakan,,?setelah itu aku masakin makan malam untukmu..biar perutmu tidak kosong saat istirahat nanti.."Nia mengamati apartemen itu dengan teliti..kesannya adalah rapi dan bersih,tak terlalu banyak barang disana..mungkin karena pemiliknya laki-laki..jadi sangat simpel penataan ruangnya..


"boleh.. dapurnya ada di belakangmu..lalu belok kanan.."sahut Satria,tanpa menunggu lama, Nia langsung membuatkan teh untuk Satria,tak lama teh itu sudah tersaji di meja depan satria..


"minumlah..agar perutmu lebih enakkan..apa ada minyak untuk menghangatkan tubuhmu??"


"ada di kotak p3k..ada di laci kanan kamu itu.."Nia langsung mengambil apa yang dia cari..setelah mendapatkannya langsung menuang di telapak tangannya..dan membuka kemeja Satria untuk membaluri perut satria dengan minyak..tapi saat tangan Nia sudah mengelus perut Satria yang berotot dan ada roti sobeknya membuat rona dipipi Nia keluar tanpa permisi..dan mereka baru sadar saat saling bersentuhan..


"deg... astagaaa,apa yang aku lakukan???bodohnya aku..karena terbiasa merawat orang sakit..sekarang malah canggung saat merawat calon suami..mampus,,,jadi bingung kan harus gimana bersikap nya.."batin Nia


"eemmhh...gadis ini sadar g sih..kalau dia bisa membuat pria dewasa ini menegang.. bisa-bisa sisi liar pria yang kumiliki terguncang..ada ini yang namanya Musibah membawa berkah.."batin Satria sambil terkekeh geli


"kakak lanjut sendiri yaa..aku mau masakin buat kakak,,biar kak Satria bisa makan dulu sebelum tidur.."Nia menarik tangannya dan menyerahkan botol minyak pada Satria..lalu langsung kabur ke dapur dengan wajah memerah karena malu..

__ADS_1


"hehe..apa dia malu?? sepertinya dia baru sadar dengan apa yang dia lakukan padaku.. bisa-bisanya dia kabur setelah menggodaku.."gumam Satria lirih sambil terkekeh geli


"huuffhh..untung bisa kabur...mending aku segera masak dan langsung pulang dari sini..kalau g,,bisa bahaya ini.."Nia langsung berkutat dengan perlengkapan dapur,,tak lupa dia mengikat rambutnya asal,biar tidak mengganggunya..


tanpa disadari,, sedari tadi Satria memperhatikan Nia..dan dia sangat ingin mendekat padanya..hey,,ayolah..dia juga pria normal yang juga bisa terpesona dengan wanita..apalagi wanita itu adalah calon istrinya sendiri..g salah Doong kalau dia ingin sekedar peluk cium..tapi karena mereka tak pernah melakukan itu.. jadinya sangat canggung,apalagi keduanya tak ada pengalaman berpacaran..ada rasa takut kalau pasangannya marah,atau tak terima saat bersikap berlebihan..beda dengan Marvel,,meski tak ada pengalaman tapi dua punya kuasa mutlak..meski tak punya hubungan dia bisa bertindak lebih pada Diandra..bahkan sangat berlebihan..karena apa yang dia inginkan akan jadi miliknya..😅😅


tapi..ternyata jiwa laki-laki nya lebih mendominasi dari pada sikap kesopanan dan ketakutannya..satria mendekat dan langsung memeluk Nia dari belakang..membuat Nia terkejut karena ulahnya itu


"aaaa...kak,kau mengagetkan ku.."gumam Nia dengan menahan kegugupannya dalam dekapan calon suaminya itu


"maaf..dari tadi aku memperhatikan mu..dan menahan diri untuk tidak memelukmu..tapi pertahanan ku gagal.."bisik Satria..sambil menyandarkan dagunya di pundak Nia,membuat Nia menahan nafasnya..


"eemmhh..ini..udah hampir selesai..kak satria duduk saja diruang makan..biar aku sajikan setelah ini.."dengan terbata-bata Nia menetralisir kegugupannya..


"hehe..apa kamu takut padaku??sampai menahan nafasmu..??aku khawatir kamu akan pingsan kalau tak segera menghirup oksigen.."goda Satria sambil terkekeh kecil


"kakaaak...jangan bercanda.."rengek Nia..


"aku jadi tak ingin makan makananmu.."sahut Satria tanpa melepas pelukannya..


"kenapa??apa kak Satria meragukan rasa masakanku??"tanya Nia dengan polosnya


Nia tak tau harus melakukan apa..tapi dia juga tak menolak dengan apa yang dilakukan Satria..


perlahan tapi pasti.. Satria mendekatkan wajahnya pada Nia..sedikit memiringkan kepalanya dan menatap lekat pada bibir kenyal yang pastinya sangat lembut saat di kecup..


Nia tak bisa mengontrol degup jantungnya yang berdetak kencang..dengan takut-takut dia memejamkan matanya menerima apa yang akan dilakukan oleh Satria..


mendapatkan lampu hijau dari Nia..satria tersenyum tipis..dan kecupan mendarat dibibir Nia..dari kecupan berlahan jadi ciuman yang menuntut..tengkuk Nia ditahan dan pinggang Nia dipeluk erat untuk merapatkan tubuh keduanya... Satria memberi ciuman basah pada kekasihnya itu..bahkan menggigit kecil bibir Nia agar memberinya jalan masuk ke dalam mulutnya..


Nia pun mengikuti permainan bibir Satria..dan membalas apa yang diinginkan kekasihnya itu.. keduanya terbuai saling menikmati ciuman panas itu hingga keduanya hampir kehabisan nafas..dan keduanya mengakhirinya...


"menginapkan.."bisik Satria dengan nafas yang masih memburu..


"aku tak bisa.."


"kenapa??kamu takut aku memakanmu??"


"tidak..bukan begitu..aku tak membawa baju ganti..g mungkin aku tidur pakai gaun.."tolak Nia


"kamu bisa memakai kemejaku..aku ingin lebih dekat denganmu..aku janji tak akan melakukan nya kalau kamu tak menginginkannya.."

__ADS_1


"tapi bisa saja aku terbuai dan menikmati sentuhan mu..."jawab Nia dengan jujur..dan tu membuat satria terkekeh


"dan aku dengan senang hati melakukannya.."goda Satria


"setelahnya??kamu akan pergi mencari mangsa yang baru??"gumam Nia,tapi masih terdengar oleh Satria


"dan aku akan mati ditangan tuan muda.. Nia,,aku bukan pria brengsek yang tidak bertanggung jawab..kamu saja wanita pertama yang datang ke apartemen ku..dan wanita pertama yang aku cium..menginaplah..ini udah larut..tak baik wanita pulang sendirian selarut ini.."bisik Satria..


"aku akan minta papa menjemputku ke sini.."Nia ingin keluar dari dekapan Satria,tapi ditahan


"aku hanya ingin mendekapmu sepanjang malam..dan sedikit kecupan.."dengan penuh permohonan satria mengungkapkan keinginannya..


"huuffhh..baiklah,aku akan izin mama,biar g khawatir..sebaiknya kita makan sekarang,aku tak bisa tidur kalau kelaparan.."pasrah menuruti keinginan Satria..


setelah izin di kantongi..makan malam selesai,cuci piring berdua rampung..sekarang keduanya masuk ke kamar Satria..


"bersihkan dirimu..dan gantilah gaunku,,pilih baju mana yang ingin kamu pakai di lemariku.."lalu satria keluar kamar..dia akan mandi di kamar lain..agar tidak memakan banyak waktu karena lama menunggu


Nia menurut saja..dia segera membersihkan diri dan memakai kemeja Satria yang lumayan besar ditubuhnya..dan saat Nia melipat lengan kemeja itu.. Satria masuk ke kamarnya dengan mengenakan celana training dan kaos polos warna abu yang melekat pas ditubuhnya..


"kamu sudah mandi??"tanya Nia sambil berjalan menuju ranjang..


"menurutmu??"tanya satria balik..


"hehe..sudah,,kita bisa tidur sekarang..besok harus kerja kan.."memasukkan tubuhnya ke dalam selimut.. Satria mengikutinya dan menyingkap selimut agar dia bisa masuk juga ke dalamnya..tapi tanpa sengaja kemeja yang dikenakan Nia sedikit tertarik ke atas..sehingga memperlihatkan paha mulus wanitanya itu..


dengan cepat Nia menariknya kebawah..agar tak terlihat menggoda pria yang ada disebelahnya..


"oohh... sepertinya malam ini aku menyiksa diriku sendiri,,karena membawa wanita naik ke ranjang ku tapi tak bisa dinikmati.."gerutu Satria..


"bukankah itu kemauanku sendiri.."bantah Nia..dan keduanya tertawa.. Satria memeluk erat tubuh Nia dari belakang..itu kemauan Satria sendiri..karena dia takut khilaf


"jangan banyak gerak..milikku udah menegang.. diamlah"bisik Satria..


"apa itu tidak masalah??"balas Nia


"sebenarnya sedikit bermasalah..tapi apa daya..tak ada yang bisa membantuku.."gumam Satria


"maafkan aku.."nada lesu penuh penyesalan..


"hey..kamu tak salah..aku akan menikmati prosesnya..dan kamu nikmati peranmu..kita tidur..ini sudah sangat larut.."kecupan singkat mendarat di puncak kepala Nia..sebagai penghantar tidur wanita cantik itu..

__ADS_1


__ADS_2