Dokter Cinta

Dokter Cinta
Nia dan Satria..


__ADS_3

saat membeli susu promil..satria dan Nia seperti pasangan yang sedang berbelanja bersama..


"apa kamu ingin membeli sesuatu??"tanya satria


"eemmhh..ada siih..tapi nanti saja deh,saat pulang kerja.."


"kenapa g sekalian saja??"


"males..nanti aku harus nenteng-nenteng belanjaan..lagian aku g bawa mobil hari ini.."


"ambil saja yang kamu perlukan..nanti biar aku yang anter ke rumah kamu.."


"serius??emang kamu g sedang sibuk??"


"sibuk siih...tapi saat balik kantor,aku bisa sekalian anterin belanjaan kamu kan.."sahut satria


"baiklah..aku g akan sungkan kalau gitu.."kata Nia senang..dan Satria hanya tersenyum melihat tingkah calon istrinya itu..


Nia belanja cukup banyak,karena memang hari ini rencananya dia mau belanja bulanan..apa lagi akhir pekan satria akan datang kerumahnya..dalam rangka acara lamaran...


tiba-tiba saja ada yang mengejutkan keduanya saat ada wanita yang memanggil satria..


"kak satria??"panggil wanita itu.. secara bersamaan satria dan Nia menoleh kearah sumber suara..


"nona Rena??"tanya satria setelah beberapa saat mengingat-ingat..


"aahh...senangnya kak satria masih mengingat aku.."kata Rena dengan manja..dan maju untuk mendekat pada satria..tapi dengan cepat satria mundur beberapa langkah


"maaf nona..jaga batasan anda.."kata satria datar..


"masih saja jaim..kalau kak satria gini terus..kapan dapat pacarnya??emang g mau nikah??"ledek Rena..


"nona tidak perlu khawatirkan soal pasangan saya..karena wanita yang ada di sebelah saya ini adalah calon istri saya.."jawab satria datar..membuat Nia menatapnya tak percaya,sedangkan Rena menatap intens pada Nia.. seolah-olah dia sedang menilai kelayakan Nia sebagai pasangan satria..


"woow..dua sangat berterus terang...bagus juga siih,,dengan begitu wanita ganjen ini bisa tau dimana batasannya.."batin Nia..


"ini calonnya kak satria??apa g salah pilih??badan rata gini,..kok bisa kakak jadikan calon istri sih??"cibir Rena..

__ADS_1


"jaga bicara anda nona..diam lebih baik dari pada berbicara tak bermanfaat.."sahut satria sinis..dia tak suka wanitanya dihina..


"ooh..itu kenyataannya kak..jadi g perlu tersinggung..aku g tertarik dengan kak satria..karena aku lebih tertarik pada kak Marvel..jadi aku g akan bersaing dengan wanita biasa ini..."balas Rena


"jangan terlalu banyak bermimpi nona...sampai kapan pun tuan muda Marvel tak akan pernah melihat anda..apalagi sekarang sudah ada nyonya muda..tak ada lagi kesempatan buat anda mendekati tuan muda Marvel.."ejek satria


"kita akan lihat nanti.."kata Rena kesal,dia langsung menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya..


"belum apa-apa sudah ada ulet bulu...bikin gatal mulut aja...pengen maki dan sembur dia pakek api neraka.."gerutu Nia kesal..


"hehe..sudahlah..kita mau belanja apa lagi??"tanya satria


"sudah...kita ke kasir aja buat bayar..moodku terlanjur hancur.."gumam Nia


"maaf yaach..buat kamu g nyaman karena ulah Rena.."kata satria saat mereka berjalan menuju kasir..lalu membayar semua belanjaan mereka..


"kamu g perlu minta maaf..ini kan bukan salah kamu..tapi,,apa benar dia tertarik dengan suami Diandra??dan siapa dia itu sebenarnya??kenapa rasa percaya diri nya tinggi sekali??"tanya Nia..sambil berjalan menuju mobil satria..


"eemmhh..dia itu tantenya Vita..adik dari papanya..dari dulu memang sangat ingin mendekati tuan muda..tapi tuan muda tak pernah menanggapi nya..bahkan bisa jadi tuan muda tak mengenalinya..."kata satria..


"oo..pantes,,dia sangat songong..g heran kalau dia merasa bisa lebih dekat dengan tuan Marvel.."


"iya..dia punya banyak alasan untuk mendekati tuan Marvel,melalui Vita kan??"


"hehe...tuan muda tak semudah itu didekati..bahkan dari dulu nona Rena menggunakan banyak cara untuk mendekatinya..tapi tak pernah bisa menyentuh baju tuan muda.."jawab satria datar..


"woow..ternyata mendekati tuan muda lebih sulit dari yang aku bayangkan..heran juga,gimana Diandra bisa mudah masuk ke hatinya.."gumam Nia


"itu karena mereka berjodoh..banyak cara Tuhan mendekatkan mereka.."


"heemmhh..kamu benar,,tapi setelah aku pikir-pikir mereka sangat cocok bersama..yang satu perfeksionis dan yang satunya ceroboh..bisa saling melengkapi.."jawab Nia sambil terkekeh..


"kita juga cocok..yang satu datar-datar saja..yang satu lebih aktif dan agresif.."kata satria sambil tersenyum tipis..


"apa maksud kamu aku lebih aktif dan agresif??"


"bukannya begitu??"

__ADS_1


"waah...g bener itu...aku ini pada dasarnya juga pendiam..tapi karena kamunya sangat pendiam..jadi membuat aku selalu memulai percakapan..biar g canggung.."sahut Nia..membela diri..


"hehe. iya-iyaaa...tapi itu juga bagus,,biar kita bisa saling melengkapi kan..??"sahut satria dengan santai sambil melirik calon istrinya..


"eemmhh..itu,sejak kapan kamu mulai pandai bicara??"tanya Nia gugup..


"hahaha..sejak dekat sama kamu.."jawab satria sambil tertawa lepas..dan Nia terpesona melihat orang sedatar satria bisa tertawa


"astagaaa..saat dia tertawa lepas,bisa mengalihkan fokusku...bisa gawat kalau orang lain yang melihatnya..."batin Nia


"kenapa melamun??"kata satria sambil menatap wajah Nia lebih dekat..membuat debaran jantung Nia makin kencang..


"eeh..itu..eemmhh..kamu harusnya fokus ke jalan kan...kalau tidak,,kita bisa kecelakaan nanti.."kata Nia mengalihkan pandangannya untuk menghilangkan kegugupannya..


"hehe..kamu yang gagal fokus...kita udah sampai kamunya malah g sadar..lagi mikirin apa siih??" tanya satria lagi..dan itu membuat Nia makin dibuat malu,,karena ketauan gagal fokus karena terpesona dengan tawa sang calon suami..


"g..g ada yang aku fikirkan..aku balik kerja dulu"jawab Nia...dia ingin cepat-cepat kabur dari satria...karena sudah sangat malu..


"iyaa..tapi lepas dulu sabuk pengaman nya..kalau g,mana bisa kamu keluar dari mobil.."sahut satria sambil membantu melepaskan sabuk pengaman yang dipakai Nia..membuat jarak mereka sangat dekat..dan Nia menahan nafasnya untuk sesaat...


"terima kasih.."ucap Nia lirih..


"iya.. sama-sama..eemmhh itu,,tunggu sebentar.."kata satria sambil menahan tangan Nia yang hendak keluar mobil


"ya..ada apa??"membalikkan badan menatap satria


"eemmhh...semangat bekerja..jangan terlalu lelah..cup.."dengan lembut satria mengecup kening Nia..meski canggung dan sedikit gugup keduanya terdiam untuk sesaat.. menormalkan kembali jantung mereka masing-masing..


"eeh..iya..kamu juga..aku pergi dulu..kamu hati-hati dijalan.."sahut Nia terbata-bata..


"maaf,lancang mengecup kening mu..tapi kata tuan,..sebagai laki-laki kita harus berinisiatif bertindak duluan.."kata satria gugup dan grogi..


"tak masalah...aku tak keberatan untuk itu..kita mungkin harus banyak belajar dari pasangan itu..biar hubungan kita bisa ada kemajuan.."jawab Nia sudah sedikit santai..


"iya..akan aku usahakan,biar kita bisa lebih mudah dalam menjalani hubungan kita ini.."sahut satria antusias..


"hehe..aku pergi dulu..da..."lalu Nia langsung keluar dari mobil satria sambil memegangi dadanya yang dari tadi udah tak karuan rasanya...

__ADS_1


"tuan muda benar...kalau kita mau melangkah duluan..gadis kita tak akan bisa menolaknya...aku harus belajar banyak dari tuan muda.."gumam satria..lalu pergi meninggalkan rumah sakit tempat Nia bekerja..


"ya Tuhan...jantungku hampir saja meloncat keluar...untung saja aku bisa menahannya...kak satria benar-benar memberi serangan yang mendadak..membuatku gugup saja.."gumam Nia sambil terus mengelus dadanya agar kegugupannya menghilang...


__ADS_2