
pengejaran Diandra dan Nia berhenti disebuah dermaga yang tak terpakai...Vita ditarik paksa oleh neneknya karena dia merengek ingin ikut maminya...dia mulai menangis dan ketakutan karena neneknya mulai kasar dan membentaknya..
"diamlah...jangan cengeng..dasar anak nakal.."bentak Rina sambil memasukkan Vita ke gudang dan menguncinya disana..
"apa kamu berhasil membawa cucumu itu??"tanya mama Jessica
"tentu saja...jangan ragukan kerja ku.."sahut Rina percaya diri
"bagus...kita tinggal menunggu orang yang akan menukarkan nya dengan Putri Kita.."sahut mama jessi..tapi saat mereka sedang berbincang ada mobil yang berhenti didekat gudang...dan mereka mengintip nya..
"CK..mereka mengikuti ku dari tadi...sialan.."rutuk Rina kesal..
"tak masalah..itu menguntungkan,kita bisa sekalian memberikan nya pada pria gila itu..dia bisa mendapatkan istri Marvel dan asistennya.. bukan kah itu sangat luar biasa.."sahut mama jessi tersenyum sinis melihat dua wanita yang sedang mendekat ke gudang tempat mereka bersembunyi..
"apa g sebaiknya kita tetap di mobil saja An??jujur saja aku takut sekali...dulu sih Ok-ok saja karena kita masih sendiri..tapi saat ini kita g sendiri looo..kita sedang berbadan dua..ada dua nyawa yang harus kita jaga.."bujuk Nia sebelum mereka turun mobil
"kamu disini saja..aku yang akan turun..karena aku harus menjaga tiga nyawa..bukan hanya dua..putriku sedang diculik dan aku tak bisa diam saja Nia!!"sungut Diandra kesal
"Ok-ok..sorry aku akan ikut denganmu..tapi kita harus cari senjata dulu..balok kayu atau besi tua karatan juga g apa-apa..buat jaga-jaga An.."lanjut Nia dan untungnya Diandra setuju dengan ide Nia dan segera cari apa yang mereka perlukan di bagasi mobil..untungnya ada alat-alat perbengkelan yang entah itu apa fungsinya mereka juga g tau..yang penting bisa buat melindungi diri
"kamu siap??"tanya Diandra menatap Nia yang wajahnya sudah pucat pasi
"isshh...masih tanya lagi..emang kalau belum siap aku bisa bersiap-siap dulu??"sungguh konyol temannya itu bertanya kesiapan disaat seperti ini...bukankah dia tak bisa mundur lagi sekarang..
"hehe..siapa tau kamu mau pipis dulu sebelum bertempur.."ledek Diandra sambil terkekeh
"sialaaan... bisa-bisanya kamu bercanda di situasi seperti ini..."sungut Nia kesal..
"biar g gugup Nia..rileks aja.. Ok"goda Diandra..sebenarnya dia juga sangat takut..tapi dia tak mau mundur untuk saat ini keselamatan Vita sangat mengkhawatirkannya...
"oh God...tolong bantu kami..kirim malaikat tak bersayap kesini untuk jadi penyelamat kami.."gumam Nia yang masih terdengar oleh Diandra
"kalau dikirim beneran malaikat tak bersayap nya mau kamu kasih apa Nia??"tanya Diandra sambil terus berjalan mendekat ke gudang kosong sambil membuka ruangan yang ada di sana dengan terus waspada
"mau kasih apa aja uang dia mau laah..asal kita selamat"sahut Nia mantap
"kalau minta kamu gimana??"tambah Diandra
__ADS_1
"jangan aneh-aneh..mana ada yang mau Nerima wanita bunting kayak gini...bukan nyenengin tapi nyusahin An.."sungut Nia kesal
"hehe...sapa tau aja,kamu duakan bang sat.."ledek Diandra lagi..
"astaga An..yang sopan dong manggil laki orang...masak panggilnya bang-sat sih...g sopan itu mah..."
"maaf maaf...jadi setia sama kak satria nih ceritanya?? g mau coba-coba mendua gitu??"Diandra makin gencar menggoda Nia
"g laah..satu aja g habis-habis masak mau nambah lagi...g kuat layani nya...sumpah..kamu aja yang nambah..aku mah ogah.."kekeh Nia sambil nyengir..
"enak aja..laki aku g ada tandingannya...mana mau aku nambah lagi...cukup babang Marvel seorang yang bisa membuat ku menggila"tawa mereka pecah membuat dua wanita paruh baya itu terheran-heran saat mendengar tawa wanita yang diamatinya dari tadi
"tapi aku takut sama suami ku An..kalau tau kamu kesini bisa ngamuk dia.."sambil mengobrak-abrik ruangan yang baru dibukanya..
"mau gimana lagi keselamatan Vita harus diutamakan disini.."sahut Diandra ikut mencari keberadaan Vita..
"kamu ngerasa heran g siih..disini tuh sepi banget loo.. jangan-jangan ini jebakan.."Nia mulai menghentikan aktivitasnya..
"astaga...kenapa kita bisa sebodoh ini....kita sekarang harus membuat strategi.."sahut Diandra sambil duduk..jujur saja dia sangat lelah..karena dari tadi udah nyetir,trus jalan bahkan sempat lari-larian dan sekarang baru ngerasa lelah..perutnya juga sedikit kram..dan dia meringis dibuatnya
"An..kamu kenapa??"tanya Nia cemas
"jangan bercanda....kamu membuatku takut An.."Nia mendekat dan menyeka keringat yang ada di dahi temannya itu..
"jangan cemas...aku bisa menahannya,,kita hanya harus sedikit cepat menemukan Nia..aku yakin ini bukan kebaikan..tapi nyonya Rina itu g berani menghadapi kita..mungkin karena dia g ada temannya atau g mau ambil resiko yang lebih besar karena takut Marvel akan murka padanya
"jadi sekarang kita harus apa??"tanya Nia
"kita udah obrak-abrik disini tapi g ada..kita tadi ambil jalur kanan,bisa jadi mereka ada di gudang sebelah kiri tadi..sekarang kita cari di sebelah kiri Nia..dan harus tetap waspada..kamu tau kan,orang yang sudah terdesak biasanya selalu nekat..bisa saja lawan kita melakukan hal yang tak terduga.."
"Ok..aku mengerti,,aku masih bisa bergerak lebih leluasa dibandingkan kamu yang sudah berat bawa perut..jadi jangan lakukan hal-hal yang berlebihan..tetap berada di belakangku.."tutur Nia
"tidak..kita harus adu punggung..biar bisa lebih waspada..aku takut ada yang akan memukul kita dari belakang seperti di film aksi.."tambah Diandra...meski sedikit jengah dengan pikiran temannya itu..tapi Nia menyetujuinya karena semua bisa saja terjadi dalam keadaan seperti ini...
mereka berjalan sedikit tergesa menuju gudang di bagian kiri...semakin dekat mereka menajamkan pendengarannya
"kau dengar itu An??"tanya Nia berbisik pada Diandra..dan Diandra mengangguk,semakin dekat suaranya semakin jelas...ada Isak tangis yang tertahan di ruangan itu..mereka makin mendekat,tapi sebelum mereka membuka pintu...ternyata pintu sudah terbuka..dan menampilkan dua wanita paruh baya yang menahan anak kecil terikat di depan mereka..
__ADS_1
"Vita??"teriak Diandra ingin mendekat tapi langsung terhenti saat mendengar teriakan Rina
"diam disitu!!jangan mendekat atau Vita akan saya tikam dengan pisau ini.."ancam Rina sambil menunjukkan pisau lipat yang dia bawa..
"apa yang anda lakukan nyonya Rina...Vita juga cucu anda.. bisa-bisanya anda menyandera cucu anda sendiri...dan kenapa anda melakukan ini semua??"Diandra berusaha tenang
"aku tak peduli...meskipun dia cucuku,tapi tak pernah bermanfaat untuk ku...ayahnya dulu juga tak pernah mau menuruti keinginan ibunya..hanya jadi budak istrinya saja..dan Sekarang cucuku juga harus bisa ku manfaatkan untuk menyelamatkan putri kesayangan ku.."bentak Rina penuh dengan emosi..sedangkan Vita sudah berderai air mata dan ketakutan..
"nyonya Rina jangan ceroboh..Vita hanya anak kecil yang tau apa-apa masalah orang dewasa.. lepaskanlah dia...bawa saja aku sebagai gantinya.. bukankah anda tau kalau Marvel sangat mencintaiku??anda bisa meminta apapun pada Marvel nanti.."bujuk Diandra...saat Rina berfikir dan diskusi dengan mama jessi saat itu Marvel tiba..
"lepaskan sekarang atau kalian akan menyesalinya!!"perintahnya..
mama jessi dan Rina sudah gemetar ketakutan mendengar suara Marvel...dan langsung mendorong Vita yang segera ditangkap Diandra agar tak terjatuh..tapi saat itu juga Diandra segera di tarik oleh dua wanita paruh baya itu untuk di jadikan sandera pengganti Vita dengan mendekatkan pisau lipat di leher Diandra membuat Marvel yang melihat itu menggeram marah...
"apa yang kalian inginkan??"bentak Marvel emosi
"aku mau putriku dibebaskan dari cengkraman pria tua itu.."teriak Rina
"itu bukan kuasaku..lagian mereka yang masuk ke kandang serigala itu..kenapa kalian cari masalah denganku??"bentak Marvel
"karena mereka bisa masuk ke sana semuanya disebabkan oleh tekanan darimu..dan hanya kamu yang bisa melepaskan mereka dengan kuasamu.."teriak mama jessi sambil berderai air mata,tapi Marvel sama sekali tidak iba dibuatnya
"tak ada yang bisa melepaskan putrimu kecuali orang yang menahannya..dan aku tak bisa ikut campur disana"sahut Marvel
"kalau gitu aku akan menukar istri mu dengan kebebasan putriku..aku ingin lihat bagaimana kamu bisa menyelamatkan istri tercintamu ini.."bentak Rina..sedangkan Diandra sudah meringis karena tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit...
"beraninya kau mengancam ku..."bentak Marvel sambil menggeram marah..
"aku akan melakukan apapun untuk putriku.."sahut Rina tanpa rasa takut..
"sat..suruh istrimu membawa Vita pergi dari sini.."perintah Marvel yang diangguki Satria dan langsung dituruti oleh Nia..meskipun Vita sempat menangis dan menolak untuk meninggalkan maminya..
"lepaskan istriku dan aku akan membebaskan putrimu.."tawar Marvel..
"jangan membodohi ku..aku tak ingin tertipu denganmu.."bentak mama jessi
"lalu apa mau mu sekarang.."
__ADS_1
"sekarang juga bebaskan putriku..dan kita tukar dengan istrimu ini.."Diandra yang mulai lemas dan pucat meringis menahan sakit diperutnya..dan tiba-tiba ada darah yang mengalir dari sela-sela kakinya..
Marvel yang melihat itu terkejut..membuat dia tak bisa menahan emosi nya lagi..sedangkan Rina dan mama jessi juga jadi gugup karena mereka takut dengan kemarahan Marvel..