
sudah 3 hari Diandra tidak sadarkan diri...dia dinyatakan koma oleh dokter,,dunia Marvel seolah runtuh saat mendengar kabar itu..dia sempat mengamuk dan menghancurkan beberapa ruangan yang dilewatinya sampai akhir nya Satria dan papanya menahan tubuhnya yang melemah karena belum terisi oleh apapun semenjak istrinya masuk ke rumah sakit...dan dokter menyuntikkan obat penenang..serta memberinya infus agar kondisi tubuhnya tidak sampai mengalami dehidrasi...Marvel ditempatkan disatu ruangan dengan istrinya..saat sadar dia langsung bangun dan mendekat pada sang istri...dia selalu menatap wajah istrinya dengan kelembutan...dan menceritakan apa saja yang ada dalam fikirannya..dia benar-benar hancur..inilah titik terendah dalam hidupnya..dia tak perduli dengan apapun disekitarnya..yang ada dipikiran nya hanya istrinya seorang...dia tak peduli dengan yang lainnya....tak ada lagi Marvel yang sombong dan arrogant,,tak ada lagi Marvel yang tegas dan berkuasa...yang ada hanya Marvel yang lemah,tak berdaya dan putus asa...dia kehilangan arah dan tujuan hidupnya..dia sangat frustasi saat ini...
untungnya ada orang-orang yang dapat dipercayainya...papa dan mertuanya selalu ada disampingnya..satria selalu mengurus perusahaan dan tak jarang datang ke rumah sakit untuk sekedar melaporkan kondisi perusahaan dan kerjaan..meski tak pernah di tanggapi...
saat hari ke tujuh...kondisi baby Diandra mengalami penurunan..kondisinya yang lemah entak kenapa rewel sepanjang hari...membuat para dokter cemas dibuatnya..hingga dengan memberanikan diri membawa baby mungil itu ke tempat Marvel dan Diandra berada..
untuk sesaat Marvel terpaku menatap baby mungil yang sangat kecil itu...kulit yang lembek dan merah menangis,membuat kulitnya makin memerah...
"sayaank...lihatlah baby kita,,kamu sangat ingin menyelamatkan nya kan...dia sudah selamat...tapi dia sangat lemah karena tak ada mami yang merawatnya...apa kamu tega melihatnya menangis seperti itu...tubuhnya sangat rapuh..kulitnya lembek dan memerah karena terlalu lama menangis...dia ingin kamu memeluknya...dia ingin maminya...dia takut dengan papinya yang galak dan kasar...dia mau maminya yang lembut dan penyayang...bangunlah sayaank..jangan siksa kami lebih lama lagi..aku mengaku kalah..aku tak bisa apapun tanpamu...aku lemah tanpamu.."suara Marvel yang lirih dengan tangis yang mengalir disudut matanya yang membengkak dan lingkar hitam yang ada di bawah matanya...membuat kondisi Marvel makin terlihat menyedihkan..
tiba-tiba jari-jari Diandra yang digenggam Marvel sedikit bergerak..membuat Marvel terkejut...dan langsung menyeka air matanya..dia menatap intens wajah istrinya..ada sedikit air disudut matanya..
Marvel segera memencet tombol yang ada di atas ranjang istri tercintanya...dan itu membuat para dokter segera mendatangi ruangan khusus tersebut...
dokter bekerja cepat..mereka tak ingin melakukan kesalahan sedikitpun...
"Diandra...bangunlah...anak dan suamimu membutuhkanmu..."batin Nia..
"nyonya muda..bangunlah..kami membutuhkan pertolongan mu dari amukan suamimu.."batin dokter 2
"bangunlah nyonya muda..suamimu sangat menyedihkan saat ini tanpamu..."batin dokter 3
"bangunlah Diandra...tak ada yang bisa mengobrak-abrik hati tuan muda selain anda..dia bisa jinak hanya dengan mu...kami tak sanggup menghadapi kegilaannya lagi kalau anda tak bangun kali ini.."batin dokter Anton
__ADS_1
tiba-tiba setelah serangkaian pengecekkan..Diandra berlahan menggerakkan mata dan sedikit demi sedikit membukanya dengan kesusahan...
"sayaaank... akhirnya kamu sadar....!!terima kasih Tuhan....kau mengembangkan istriku...."teriak Marvel sambil menciumi seluruh wajah istrinya bertubi-tubi
"eemmhh...hen..ti..kan..."ucap Diandra terbata karena tenggorokannya sangat kering...
"maaf...aku sangat senang sayaank...."ucam Marvel dengan tangis yang terus keluar...
"aa..iii..rr!!"dengan cepat Marvel mengambilkan air untuk istrinya..sedangkan para dokter segera melanjutkan pekerjaannya..agar nyonya mudanya bisa cepat pulih kondisinya...
"ada lagi yang kamu inginkan....??"tanya Marvel antusias..Diandra menatapnya dengan penuh keheranan...kondisi Marvel sangat menyedihkan..rambut acak-acakan,tumbuh bulu di bawah hidung dan dagunya..pakaian kusut,mata bengkak dan terdapat mata panda,sangat tak enak dipandang...tidak seperti Marvel yang selalu perfeksionis..
"kamu siapa???"ucapan Diandra membuat para dokter menghentikan aktivitasnya dan Marvel terpaku dibuatnya...
"suamiku sangat tampan,dan perfeksionis..tidak seperti kamu..."ucap Diandra dengan menahan senyum dibibir nya...Marvel yang melihat itu tau kalau istrinya sedang mengerjainya... benar-benar jahil dan nakal sekali...dengan lembut Marvel langsung memeluk dan menciumi wajah istrinya bertubi-tubi..membuat Diandra menjerit kegelian karena terkena bulu-bulu kasar yang tumbuh disekitar wajah suaminya...
"iiihhh...geliii...menyingkirlaah..aku g mau dicium-cium sama kamu...sana mandi dan bersih-bersih...aku g mau punya suami dekil kayak Abang..."cibir Diandra sambil tersenyum manis..semua dokter yang tadinya tegang jadi tersenyum dan bisa bernafas dengan lega..ternyata si nyonya ngepreng si bos galak..bikin baper juga nih pasangan..batin mereka
"terserah apa kata kamu..Abang g mau jauh-jauh dari kamu...sebelum semuanya stabil dan baik-baik saja.."kata Marvel cuek..
"uuhh...aku udah baik-baik saja Abang...anak kita dimana??aku ingin menggendongnya.."rengek Diandra..
"dia masih sangat lemah..ada di inkubator,karena lahir prematur..dan ternyata dia yang bisa bangunin kamu.. seperti nya aku akan cemburu padanya setiap saat..karena pasti cintamu akan teralihkan untuk ya saja..."keluh Marvel..
__ADS_1
"itu tak akan terjadi...berapa lama aku tak sadarkan diri..hingga membuat Abang seperti zombie..??"dengan lembut Diandra menyentuh wajah suaminya...
"satu Minggu...jangan lagi seperti ini..Abang sangat takut..Abang tak pernah merasa setakut ini sebelumnya....Abang tak berdaya,putus asa,dan sangat merasa lemah..."sambil mengecup punggung tangan istrinya..tak peduli dengan para dokter yang masih bertugas melepaskan beberapa alat di tubuh istrinya..dan tiba-tiba ada yang menyenggol tangan Diandra yang diinfus membuat dia sedikit meringis karena ngilu
"eessshh..."dan itu sangat membuat Marvel berubah raut wajahnya
"bisa bekerja g??apa mau dirumah aja??"bentakan Marvel membuat Diandra kaget..
"ma..maaf tuan..sa..saya g sengaja.."jawab petugas gugup..
"sudah bang...mereka juga g sengaja..lagian aku juga g kenapa-kenapa.."Marvel langsung menatap istrinya dengan lembut dan penuh cinta..
"hanya demi kamu.."masih mencoba menahan kekesalannya...
"Ok-ok..sudah yaach,,jangan marah-marah terus..lihat deh,kerutannya jadi nambah kan!!"ledek Diandra sambil tersenyum manis
"CK..ini hanya karena kurang istirahat aja...nanti juga kenceng lagi asal selalu ada kamu disisiku.."sahut Marvel dengan gombalan mautnya..
"ooohhh...manisnyaaa...makin sayank deh...."kekeh Diandra menanggapi gombalan sang suami membuat para dokter yang bertugas saling sendiri dibuatnya
"harus itu..."sahut Marvel cepat
"hehehe...ohiya baby kita udah dikasih nama??"Diandra memang penasaran dari tadi..tapi belum sempat bertanya...
__ADS_1
"Abang nunggu kamu sadar...tak bisa memikirkan yang lain..bahkan Abang juga baru lihat baby kita dua kali.."sesal Marvel dan itu membuat Diandra merasa sangat bersalah...