
Diandra menemui papanya direstoran tempat biasanya mereka bertemu..mereka makan malam terlebih dahulu, seperti biasa Diandra tak banyak bicara..memang semenjak kepergian mamanya,Diandra lebih cuek dan dingin terhadap papanya..padahal dulu dia sangat manja pada pria yang sekarang ada didepannya ini...setelah selesai makan malam..Diandra mengambil nafas dalam-dalam..dia berusaha menenangkan dirinya..bukan apa-apa dia hanya merasa kecewa pada papanya,,karena merasa dibohongi selama ini..
"pa..Diandra mau tanya sesuatu.."
"tanyakan.."
"dimana mana sekarang??"
deg..papa Diandra terkejut dengan pertanyaan putrinya itu..karena rahasianya selama ini telah ketahuan..
"kamu tau dari mana??"
"papa hanya perlu menjawab pertanyaanku..."
"mama bersama papa.."
"lalu..kenapa papa bohong sama aku??membiarkanku mencari mama dan selalu menangis saat tanggal kepergian mama..aku seperti orang bodoh pa??"kata Diandra sudah berderai dengan air mata..
"papa g bisa membawa mamamu kembali saat ini,karena masih sakit..papa akan membawanya kembali saat mama sudah sehat kembali.."
"kapan??apa papa bisa menjamin kalau Diandra akan bisa menemuinya lagi??"
"apa yang kamu katakan??"
"Minggu depan Diandra akan menikah..dan sebelum itu,aku ingin ketemu mama apapun keadaannya.."
"menikah??dara..kamu g bisa mengambil keputusan sendiri seperti itu.."
"kenapa??bahkan selama ini papa juga sudah tak peduli dengan kehidupanku.."
"tapi paling tidak papa tau siapa yang akan jadi calon suamimu...papa g mau kamu memilih pria yang salah.."
"lalu??pria seperti apa yang harus ku pilih sebagai pendampingku??ada pria yang menikajiku saja sudah untung,,dengan semua kekurangan yang aku miliki.."
"dara..kamu putri papa satu-satunya..papa g rela kalau kamu menikah dengan pria yang tidak baik.."
"aku udah putuskan pa..aku akan menikahinya Minggu depan,papa cukup memberikan restu dan menjadi wali untukku..selebihnya sudah bisa aku urus sendiri.."
"sayaank...papa ini juga orang tuamu..jangan menghukum papa dengan tidak melibatkan papa dihari terpenting dalam hidupmu.."
"bahkan papa menyembunyikan orang terpenting dalam hidupku..aku tidak marah,,hanya ada kecewa untuk papa.."
"papa punya alasannya sayaank..."
"apapun itu alasannya..papa telah memisahkan anak dari mamanya..papa itu jahat pada Diandra..apa papa segitu inginnya melihat Diandra menderita..belum cukupkah papa membuang Diandra,tak menganggap Diandra ada,dan mengambil semua hak Diandra sebagai seorang anak??Diandra juga butuh sosok orang tua yang bisa mengarahkan mana yang benar dan mana yang salah..Diandra juga butuh sandaran saat Diandra terpuruk,Diandra juga butuh orang untuk menghapus air mata saat menangis,Diandra juga masih butik kasih sayang..tapi semua itu papa hilangkan dari kehidupan Diandra...apa papa tau,seandainya bisa Diandra tak ingin melihat papa,Diandra juga ingin marah dan benci pada papa..tapi sampai saat ini tak bisa dipungkiri kalau Diandra terlalu sayang sama papa..hanya ada rasa kecewa yang kadang menjadi jarum yang selalu menusuk hati..dan menyakitkan untuk ku rasakan sendiri...
"maaf..maafkan papa,,semua yang papa lakukan untuk kebaikan kita semua..."
"dimana baiknya pa??apa papa melihat ini baik-baik saja??"
"papa tak bisa berbuat apa-apa sayaank..maafkan papa!!"
"katakan semuanya pa..Diandra sudah cukup dewasa untuk papa bohongi lagi..."
"baiklah..akan papa ceritakan semuanya..."lalu papa Diandra menceritakan semuanya dari awal..
flashback on
berawal dari kisah Lina yang tak lain adalah mamanya Diandra..meski sudah punya satu anak remaja..tapi tetap cantik dan menarik..sikapnya yang lembut menambah nilai plus orang yang melihatnya..membuat dia selalu jadi sorotan...
__ADS_1
saat Lina ke kantor suaminya untuk mengantarkan makan siang..tak sengaja bertemu dengan rekan bisnis suaminya yang bernama Handoko (papa Silfi),saat itu Handoko langsung terpesona,tapi dia tak menampakkan nya,karena ada Bima ( papanya Diandra),dia g mau kerja samanya hancur..tapi ternyata Handoko yang termasuk pria pecinta wanita cantik tak bisa menahan diri..padahal dia sudah punya istri yang sedang mengandung anak keduanya..Handoko nekat menjebak Lina disebuah hotel,,dan akan melecehkannya...tapi Lina yang sangat takut dan cemas membuatnya tak sadar mengambil vas bunga yang ada di meja..dan memukulkannya di kepala Handoko hingga keluar banyak darah disana..
karena ketakutan..Lina menelpon Bima dan memintanya datang ke hotel tersebut...
sesampainya disana Bima sangat terkejut,,dan langsung memeluk sang istri...dan mengurus semua yang terjadi disana..sialnya,Handoko tak terselamatkan..dia meninggal karena mendapat pukulan dikepalainya,dan kehilangan banyak darah...karena tak terima dan ingin balas dendam..Nina istri dari Handoko mendatangi Bima,tapi saat melihat Bima,Nina jadi ingin memilikinya..namun ditolak oleh bima..tspi Nina tak menyerah,,dia mengancam akan menuntut Lina atas kasus pembunuhan handoko..dan itu membuat Bima tak bisa berbuat apa-apa karena semua bukti mengarah pada Lina dan bukti itu ada ditangan Nina..jadi Nina mengaku sebagai selingkuhannya yang sedang mengandung anak Bima,dan Bima hanya Isa pasrah mengakuinya untuk menyelamatkan Lina dari jeratan polisi...dan saat itu mama Diandra dengan begitu saja percaya kalau suaminya berselingkuh..sehingga membuatnya pergi meninggalkan suaminya..dan ternyata mobil yang dinaikinya sudah disabotase oleh Nina..hingga terjadilah kecelakaan itu..
saat Lina tak sadarkan diri ada yang menolongnya dan membawanya kerumah sakit,,tapi ternyata orang itu diancam oleh Nina untuk tidak mengatakan pada siapapun tentang keberadaan Lina..atau seluruh keluarganya akan dihabisi oleh orang suruhan Nina..
setelah itu Lina yang sedang koma jadi tawanan untuk mengancam Bima suatu saat nanti..
ternyata Bima sangat cepat mengetahui keberadaan Lina,,namun Nina mengancam akan membunuh Lina kalau Bima berani melawannya..bahkan Nina meminta Bima untuk mengusir Diandra..tapi tak dituruti oleh Bima,..hingga kejadian yang tak terduga terjadi..saat Nina ingin mencelakai Diandra,dan mendorongnya dari tangga..malah Diandra tak sengaja berpegangan pada tangan nina..dan menariknya juga,sehingga membuat Nina tak seimbang dan terjatuh dari lantai dua..membuatnya keguguran dan mengalami pendarahan..saat itu Nina meminta Bima untuk mengusir Diandra dari rumah dengan ancaman keselamatan Lina sebagai taruhsnnya.. dengan berat hati,Bima melakukan itu..agar istrinya bisa tetap hidup meski dengan bantuan alat medis..
tapi setelah Diandra diusir dari rumah,dan Nina masih dalam perawatan intensif karena pendarahan..kesempatan itu digunakan Bima untuk menyelamatkan Lina dari cengkraman Nina..dan membawanya ke rumah sakit yang ada diluar negeri..dengan fasilitas terbaik dan lengkap...dan itulah yang membuat Bima tak pernah lagi pulang,karena setelah bekerja dia selalu menemani istrinya dirumah sakit..
tak sebentar Lina koma..membuat Bima hampir putus asa..tapi akhirnya setelah 5 tahun koma,,Lina tersadar...tapi dia mengalami amnesia..dan membuat Bima belum bisa bernafas lega,jadi masih menyembunyikan Lina sampai dia benar-benar sembuh..
flashback off
"jadi..papa tak pernah berselingkuh dari mama??"
"tidak pernah..papa sangat mencintai mamamu dara.."
"tapi kenapa papa masih membiarkan wanita ular itu tetap tinggal dirumah kita??"
"karena papa masih diancam dengan bukti yang memberatkan mamamu..tentang kasus pembunuhan Handoko.."
"apa papa pernah melihat bukti itu??"
"pernah..Nina pernah menunjukkannya pada papa..dan papa belum bisa mendapatkannya sampai sekarang,,karena papa tak pernah ada dirumah.."
"disimpan dimana bukti itu??"
"dulu disebuah flashdisk berwarna merah..tapi papa g tau Nina menyimpannya dimana??"
"papa g mau kamu kena masalah dan itu akan membahayakan keselamatan mu.."
"lalu sekarang keadaan mama gimana??"
"mamamu sehat..tapi masih belum ingat apapun..karena kata dokter..mamamu seolah-olah tidak ingin mengingat masa lalunya..sehingga memory nya seolah terkunci..tanpa keinginan dari mamamu..dia tidak pernah bisa mengingat masa lalu nya kembali.."
"pasti itu karena mama merasa kecewa pada papa yang dianggap telah selingkuh.."
"bisa jadi seperti itu..tapi,kamu belum bilang siapa calon suamimu.."
"huuffh..namanya Marvel Bara Julian,putra dari pasangan jaya Julian dan intan Julian.."
"apa??tu..tuan muda Marvel maksud kamu??"
"iya pa.."
"Dara..kamu tau,dia sama sekali tak tersentuh sayaank,dia juga tak bisa disinggung,apa kamu membuat masalah dengannya...?"
"tidak pa..Diandra pernah jadi dr.pendamping untuk oplas dan terapi syaraf kakinya.."
"lalu..??bagaimana bisa kamu jadi calon istrinya..??dia tak pernah bersentuhan dengan orang Dara...dia sangat gila bersih...lalu,bagaimana kamu bisa jadi calon istrinya..??"
"pa..Diandra sudah menolaknya berkali-kali..tapi dia tetap ngotot..bahkan dia bilang besok ingin menikahiku,tapi aku menolaknya..kalau papa mau,boleh kok papa membatalkannya..Diandra malah senang kalau g jadi nikah sama pria itu.."jawab Diandra santai..
"kamu berurusan dengan orang yang salah dara..dia tak bisa dibantah.."
__ADS_1
"papa g berani dengannya??"
"dia itu rajanya bisnis..hanya dalam waktu 3?2 tahun dia bisa menjadi yang no.satu..dan setelah itu dia bisa bertahan sampai saat ini..padahal dia bekerja dari rumah,,coba bayangkan kalau dia kerja dikantor..??"
"dia bisa jadi no.0 ya pa??kan atasnya 1 itu 0 pa.."canda Diandra,..setelah kejujuran papanya..Diandra seperti kembali ke dirinya yang dulu, seolah-olah beban yang menghimpit hati dan fikirannya telah terangkat semua..
"jangan bercanda..katakan bagaimana kamu bisa jadi calon istrinya..??"
"awalnya itu dari sebuah kesalahan pa..apa papa ingat saat Diandra tak ada kabar sampai dua hari itu??"
"ya..papa ingat,bahkan pengawal pribadi mu tak bisa menemukanmu..kemana kamu??ponsel tak bisa dihubungi..cuma bilang pada Nia kalau kamu baik-baik saja.."
"sebenarnya saat itu Diandra g baik-baik saja pa..saat di pesta pernikahan teman sesama dokter..Nia pulang duluan karena gaunnya basah..dan aku bersama dengan Marvel.."lalu Diandra bercerita tentang kejadian malam itu..hanya sebatas itu saja..untuk malam-malam berikutnya Diandra tak bercerita lagi..tapi Diandra juga bilang kalau dia tau namanya masih hidup juga dari Marvel..
awalnya papa Diandra sangat marah pada Daniel yang akan melecehkannya..tapi bersyukur bisa ditolong oleh Marvel..tapi tak dapat dipungkiri kalau ada rasa sedih dihatinya karena tak bisa menjaga putri kesayangannya itu...
"papa kenapa??maafkan Diandra g bisa jaga diri..awalnya Diandra g mau dia tanggung jawab,karena aku juga tau kalau aku g mungkin hamil..tapi Marvel memaksa,,apalagi dengan informasi yang diberikannya cukup membuat Diandra tertarik.."
"astaga..kau ini sangat bodoh atau gimana??menikah hanya karena tertarik tentang informasi mamamu.."
"pa..mama itu segalanya buatku.."
"iya..papa tau itu..maafkan papa g bisa menjagamu dengan baik.."
"papa ngomong apa sih..Diandra kan baik-baik saja.."
"ya sudah..jadi kapan dia ketemu papa??"
"katanya besok dia akan ketemu papa bersama keluarganya..dimana ya itu terserah papa..'
"ya sudah..kita ketemu disini saja..jangan lupa kabari Nia dan orang tuanya.."
"Ok.."
"udah malam..pulanglah,dan langsung istirahat..tapi papa lihat pakaianmu berbeda dari biasanya..sedikit tertutup..kenapa??"
"itu karena Marvel yang memaksaku pakai baju ginian..padahal aku suka baju tanpa lengan dan diatas lutut..tapi dia malah mengancam ku dengan hal-hal yang tidak masuk akal..''oceh Diandra meluapkan kekesalannya..tapi papanya malah terkekeh..
"sepertinya tuan muda Marvel sangat posesif..apa dia mampu membuat Diandra yang liar ini patuh.."batin papa Diandra..
"dia itu sangat suka mengatur..dan menyebalkan,Diandra g kebayang kalau nikah dengannya..pasti banyak larangan nya.."
"itu bagus buat kamu,biar sedikit jinak.."ledek papanya..
"iisshh papa nih,malah bela anak orang..ngeselin"
"papa malah kasihan sama calon suamimu...karena dia harus ngurus anak kecil seperti mu.."
"papa..Diandra udah dewasa yaa...enak aja ngatain Diandra anak kecil.."
"dewasa apanya..??kamu sana sekali tak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga sayaank..gimana kamu mau jadi istri..apalagi yang papa tau calon suami mu itu pria yang perfeksionis..tak menerima kesalahan apapun.."
"ya udah..besok papa bilang pada mereka semua kalau Diandra ini seperti apa??biar mereka tau,Diandra juga g mau ada kebohongan kok..lagian Diandra juga g begitu berharap dengan pernikahan ini..masih ada keraguan yang mengganjal.."
"baiklah..besok papa akan katakan semuanya pada keluarga calon suamimu..dilanjut atau g kamu harus bisa menerimanya.."
"iya pa..."
"pulang gih..istirahat.."
__ADS_1
"iya..da pa...."Diandra pergi meninggalkan papanya yang masih menatap punggung putri kecilnya itu..
"tak terasa putri kecilku sudah mau menikah..semoga pilihan mu terbaik dan kamu bisa bahagia dengan pasanganmu.."gumam papa Diandra lirih..sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya..