Dokter Cinta

Dokter Cinta
3. Sepupu Ebel


__ADS_3

'Niat gue baik. Gue mau ngelupain Lo - Syakuila'.


Berbeda dirumah syakuila sangatlah sangatlah ramai. Karena malam ini sedang diadakan makam malam bersama keluarga.


Sekarang syakuilaa tengah berada di taman. Menyiapkan tikar. Sedangkan Mike, papanya syakuila Sedang membakar ikan. Karena tema hari ini adalah ikan bakar. Kay, abangnya syakuila membawa piring Piring ke arah tikar beserta sepupunya.


Syakuila hanya di tugaskan untuk menggelar tikar. Syakuila pun duduk memikirkan hal tadi di saat Gio mengantarkan Alena ke rumahnya.


Syakuila Pov on


Kenapa ya hidup gue suka sedih kalau percintaan. Gue ko ngerasa sedih si Gio bareng Alena. Padahal kan cuman nganterin aja. Terus kenapa juga Alena tadi malah memalingkan wajahnya di saat ada mobil gue tepat di sebelahnya.


Flashback.


"*Ooooooo....." suara Kay yang sangat begitu tidak enak untuk di dengar pun keluar.


"Berisik *****." Ketus Syakuila. Sedangkan Kay malah tertawa tidak jelas.


"Bodo amat. Ooooooo....oooo... oh Havana oo Nana em.." suara Kay membuat Syakuila kesal. Karena sudah lirik lagunya tidak apal. Di tambah suara juga kaga jelas.


Karena kesal. Gue pun memalingkan wajah gue kesamping. Tepat. Gue melihat Gio dan Alena. Gue liat dengan lekat lekat. Sepertinya Gio sedang berbicara dengan Alena.


Syakuila menjadi menyesal untuk melihat ke arah samping yang super super menyakitkan. Tapi Syakuila bukan anak alay alay banget. Jadi Syakuila pun pura pura ikut tertawa saat kay juga tertawa. Sedangkan Alena melihat ke arah kaca mobil Syakuila.


"Ada hubungan apa ya kalian berdua?" Batin Syakuila. Sepertinya hatinya terasa tidak enak*.


Flasback off


"Arghhhh.. tau lah" jerit gue. Gue pusing. Aelah. Kaga tau apa.


Gue pun melihat ke arah Kay. Yang mulai memastikan bahwa gue baik baik saja atau tidak. Jika kay menghampiri gue berarti dari tadi dia merhatiin gue. Dan tepat, Kay sekarang menghampiri gue.


Kay duduk di sebelah gue " Lo kenapa? Galau? Emang masih zaman ya? Galau galau club?" Tanya Kay tidak santai. Sedang gue menjawab pertanyaan nya saja malas.


"Gapapa." Cukup dengan kata itu aja. Yang bisa gue ucapin.


"Eh gue mau minta bantuan Lo dong." Ujar Kay tiba tiba. Gue dengan pemasaran pun bertanya.


Gue melirik Abang gue dengan senyum senyum sendiri. "Bantuin apa?"


Kay alias Abang gue pipi nya saat di tanya sepeti itu merah. Gue yang melihat itu menhan tawa.


"Ko Lo di tanya malah senyum pipi merah si. Bantuin apa? Hayo?"


"Em.. deketin gue sama Alena lah hehe.."


Deg

__ADS_1


Dengan berat hati gue pun tersenyum. Memang Alena sangat cantik. Melebihi gue. Gue akuin itu mangkannya sampai sampai Dava,kay, dan buat gebetan gue aja Gio. Terpesona sama kecantikan Alena.


"Insyallah ya ka. Soalnya Alena banyak yang suka." Sahut gue. Kay pun mengangguk.


"Makasi ya dekku. Eh yauda dari pada Lo galau mending bantuin gue masak sama Om Alex. Tu di sana sama Tante meriska. Ada Fasya juga tu sepupu ebel Lo" ajak Kay.


"Dia juga kan sepupu ebel Lo juga" timpal gue.


Gue hanya menggeleng kan kepala.


"DORR..." gue dan Kay pun terkejut. Gue pun menoleh ke belakang ternyata dia speupu ebel gue si Fasya.


"Ngapain Lo disini? Hah?!" Tanya gue sewot. Gatau kenapa gue sama dia selalu berantem tetapi sellau akur kembali.


"Hehehe.. gue kan mau baikan Syasyaa ah gamau musuhan." Ujar Fasya lembut.


Gue tau ini anak pasti ada maunya kalau lembut kaya gini.


"Ngerencanain apalagi lo?" Tanya Kay.


"Ga ngerencanain apa apa ko hehehe.. cuman mau bilang..."


Alis Gue terangkat.


"TANTEE,OM,MAMA,PAPA SYASYA GALAU NI GARA GARA LAKI LAKI..." teriak Fasya. Gue serta Kay pun terkejut.


Gue menatap malas ke arah Fasya yang sudah ngacir ke arah rumah gue.memang rumah gue memiliki taman. Dan kolam berenang. Intinya gue bukan orang kaya. Orang biasa aja.


Gue menggeleng "ngacho dia Ma, mah." gue pun beranjak dari tikar dan mulai membantu Tante dan Om gue.


"Dasar sepupu ebel,*** lah." Batin gue


Syakuila pov off


***


Sekarang Syakuila sudah siap dengan seragam putihnya itu. Hari ini hari Rabu.


"Ma, nanti adek ada latihan karate. Jadi buat Kay dia gausa jemput aku Ma. " Ujar Syakuila sambil membawa roti.


"Abang Syakuila, bukan Kay!" Tegur kay sedang meminum susu.


"Yayaya. Tapikan nama Lo Kay! Jadi Kay udah!"


Aluna menggeleng kan kepalanya.


"Sudah sudah. Kalian gausa berantem, Buat kamu Syakuila, Mama izinin tapi jangan lupa makan ya sayang terus panggil Kaka kamu dengan sopan jangan nama aja ya. Dan buat Kay udah jangan emosian ga baik." Jelas Aluna. Aluna pun mengambil air untuk suaminya, mike.

__ADS_1


"Iya betul kata Mama kamu." Timpal Mike.


"Iya pa iya" ucap Kay dan Syakuila, serampak.


"Yauda pa,ma. Aku berangkat dulu ke sekolah ya assalamualaikum" pamit Syakuila. Lalu menyalami kedua orangtuanya.


Sedangkan kay, dia mengangkat alis nya. Kay kira Syakuila akan diantarkan olehnya tapi tiba tiba Aluna.


"Adek, kata Mama juga kamu sekarang di anterin sama Kaka dek!" Kata Aluna.


Syakuila cemberut, " Yauda deh ma, Adek nurut ni.."


Kay tertawa sedangkan Mike juga sama. Lalu Kay pun pamit dan menyalami kedua orang tuanya.


Di dalam mobil Kay langsung melajukan mobilnya. Sedangkan Syakuila memakai headset nya. Dia akan mendengarkan lagu kesukaannya.


Setalah sampai Syakuila mengucapkan terimakasih dan keluar.sampai di kelas Syakuila langsung duduk. Dia menatap ke samping. Ke arah Alenna.


"Hai Len," sapa Syakuila dengan senyumnya. Sedangkan Alenna tersenyum kaku.


"Inget Sya, lo harus pura pura gaada apa apa tegar tegar" Batinnya


"Hai juga Sya.." Alenna pun langsung menghadap ke arah Syakuila.


"Ada pr ga si?" Tanya Syakuila. Seperti biasa Alenna hanya menggelengkan kepala. "Memang tidak ada pr" pikir alena


"Gaada. Kalau ga salah." Jawab Alenna seadanya. Syakuila mengangguk.


Lalu Syakuila pun berbicara "Len gue keluar dulu ya. Mau ke toilet hehe.." Alenna pun mengangguk.


"Oke Sya."


Depan pintu Syakuila menemukan sosok Gio. Gio tersenyum ke arah Syakuila. Syakuila juga tersenyum ke arah Gio. Tanpa bicara apapun. Syakuila langsung berjalan tpi tiba tiba lengan Syakuila di cekal oleh Gio.


Hap


"Bisa kita bicara?" Tanya Gio. Syakuila mengangkat alis.


"Bicara apa? Mau nyari Alena ya? Ada ko di kelas cari aja. Hehehe.." Syakuila langsung melepaskan cekalan tangan Gio.


"Engga ko. Gamau ketemu Alena. Tapi mau ketemu sama kamu." Ujar Gio tersenyum. Sedangkan Syakuila pura pura bingung meski hatinya sangat deg deg gan saat ini.


"Kenapa emangnya? Kangen Lo sama gue? Baru juga kemarin ketemu." Sahut gue dengan kekehan.


"Boleh saya ajak sekarang kamu ketaman?" Tanya Gio, Tapi Syakuila menggeleng.


"Maaf gue gabisa. Dari tadi gue nahan pipis. Bye bye Gio!! " Syakuila pun langsung ngacir ke arah toilet sedangkan Gio menganga. Sedangkan Alenna yang sedari tadi mengintip di jendela tersenyum.

__ADS_1


"Ada ada aja Sya Syaa.." batin Alenna terkekeh geli.


TBC


__ADS_2