
Pagi ini Dexter sudah kembali bersama herawati,
Sementara Daffa dan Rania sudah siap dengan koper kopernya untuk pergi ke new york..
Rencananya Mereka akan sama sama bertemu di bandara, Untuk peralihan, Rania dan Daffa bersama Reynathan dan Risa, sedangkan Herawati bersama Aleya dan dexter
"Aleya sudah siap nak?" tanya Rania
"Sudah mah" kata aleya
"Cucu Oma, Ayo"
Devina dan Vano kali ini sudah sangat bisa mandiri, mereka jarang berebut sesuatu karena devano sang kakak selalu mengalah untuk devina..
Di mobil..
"Oma, Nanti kalau oma di newyork oma gak sayang lagi sama vina?" tanya devina
"Oma sayang kalian nak, Devano, Devina dan Shara adalah cucu cucu oma" kata oma Rania
"Mba Vina gak boleh gitu nak, jangan menempatkan oma di posisi sulit sayang" bisik aleya pada devina
"Iya oma, Vina minta maaf ya.."
"Iya sayang,"
Lama mereka ngobrol di mobil ternyata sudah sampai di lobi Bandara
dan Dexter sudah menunggu bersama oma herawati
"Eyang" Teriak devano lalu berlari ke arah Oma Herawati
"Kakak jangan lari lari" kata aleya dengan perut besarnya itu
Herawati memeluk cucu laki laki kesayangannya
__ADS_1
"Eyang kangen sekali dengan Vano cucu emas eyang" kata herawati
"Vano juga kangen banget sama eyang, Vano seneng eyang akhirnnya tinggal disini bersama vano" kata devano
"Vano tidak ingin peluk daddy?" tanya dexter yang merasa di abaikan
"Daddy kemarin kan masih ketemu, sedangkan eyang. Sudah 6 bulan vano tidak bertemu karena mommy sedang mengandung dede" kata devano.
Devano pun sekilas memeluk Dexter lalu dia tetap beralih pada pelulan Herawati
Sementara Aleya, devina Daffa dan Rania menghampiri Herawati dan Dexter
"Sayang bagaimana kabarmu" tanya dexter sambil mencium aleya dan devina
"Aku baik baik saja daddy" kata aleya
"Vina ayo salaman sama eyang" titah aleya
"Moh, Eyang selalu marahin Vina" jawab Vina jutek dengan gemasnya dan mengundang tawa
Devina dengan ogah memeluk Herawati lalu langsung balik lagi ke pelukan aleya dan dexter
"Lihat Anakmu Dex, Dia sama seperti Risa kecil ya. Ini karena kau selalu meledek adikmu" kata oma herawati
"Tukan mah, Eyang selalu menyebalkan" bisik Devina pada aleya
"Oma, dari dulu oma tidak pernah berubah selalu membedakan Risa dan Dexter. sekarang Dex mengerti kenapa Risa tidak pernah betah untuk tinggal di indonesia" kata dexter
"Biar oma selalu memarahi Risa dan Vina tapi oma sayang cucu dan cicit oma ko. Sini Vina peluk eyang" kata oma herawati
"Nanti eyang jewer telinga vina lagi"
"Itu kalau Vina nakal. Vina kan sekarang sudah mau jadi mbak, Jadi gak boleh nakal"
"Eyang selalu bela kakak vano dan Shara. tidak pernah membela Vina"
__ADS_1
"Iya baiklah eyang akan berubah, Eyang sayang vina sebenarnya" kata oma herawati
Devina pun berlari menghampiri Herawati dan memeluknya.. Devano berada disamping kiri dan devina berada di samping kanan
"Mah pesawat sebentar lagi take" kata dexter
"Baiklah mama Pamit ya nak.." mencium kening dexter dan aleya
"Kalau aleya mau lahiran telfon mama.. mama akan segera pulang" kata mama Rania
"Mama tenang saja, kan ada oma dexter dan mama Nisa juga papa Ardi yang jaga lea mah" kata aleya
Rania tersenyum dan mengelus rambut aleya
Lalu Rania dan Daffa pun berpamitan pada Si kembar dan oma herawati
"Mah titip Cucu cucu dan menantuku ya mah" kata rania lagi
"tenang saja Ran, Mama akan menjaga Cucu menantu kesayangan mama dengan sangat baik" kata Herawati sambil menatap Aleya
"Baby twins, Kalian harus jaga mommy dan Dede ya"
"Siap oma.." jawab baby twins kompak
Akhirnya mereka pun sama sama pergi dari Bandara
tapi Kali ini Dexter Aleya Oma dan Baby twins pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan aleya..
.
.
.
MAAF BARU SEMPET UP. AKU HARAP KALIAN MENGERTI DUNIAKU YAA..
__ADS_1
TETAP DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE KOMEN DAN VOTE. GRATISSSSS