
"Sayang" Panggil Dexter
Aleya berbalik dan Dexter langsung memeluk Aleya
"Hubbyy kenapaa? ada apa?" tanya Aleya yang kebingungan dengan tingkah Dexter
"Maafkan aku yang dulu pernah menyakitimu"
"Tidak, kau tidak pernah menyakitiku hubby" kata Aleya
"Aku dulu di titipi oleh papa Ardi untuk merubahmu menjadi Wanita yang cekatan dan bisa mengurus rumah tangga, tapi aku sambil mengerjaimu saat menyuruhmu ini dan itu"
"Dulu aku memang tidak menyukaimu, bahkan membenci setiap apa yang kau lakukan. Tapi aku sangat sangat merindukan semua itu, Aku rindu kamu hubby," kata Aleya sambil merebahkan kepalanya di pundak Dexter
"Tak terasa kita sudah 22 tahun bersama sayang"
"Iya hubby, aku merindukan masa masa dimana kita masih muda, kita masih saling tidak menyukai satu sama lain, kamu yang selalu usil dan jahil, dan aku yang rewel dan baperan"
"Kita saling melengkapi satu sama lain, meskipun kita selalu bertengkar tapi kau selalu melindungiku dari alm Oma"
"Kau juga hubby, selalu melindungi aku dari mama Nisa" kata Aleya
"Kau ingat tidak sayang, ketika aku pulang dari Jerman, lalu aku jatuh sakit. Kau yang merawatku, meskipun kau sambil mengomel dan meledekku, Tapi kau rela tidak tidur demi aku"
"Kau juga ingat tidak hubby, ketika aku tergelincir dari tangga, kau menggendongku kesana kemari karena kakiku sakit"
"Aku ingat sayang, Dari kejadian itulah benih benih cinta kita muncul"
"Iya hubby, Aku memang awalnya tidak sadar jika aku mencintaimu tapi ketika kau dicium oleh wanita lain tepat di hadapan aku, aku sangat tidak menyukainya. Disitulah aku baru sadar jika aku mulai mencintaimu"
__ADS_1
"Aku mulai mencintaimu lebih dulu dari pada kamu sayang. Aku sangat tidak menyukaimu ketika kau terlihat akrab dengan Danar daripada aku"
"Aku ingat hubby, Aku pikir kau hanya tidak suka ikut ikut seminar kedokteran bersama kak danar dan juga Vita. Jadi kau hanya cemburu padaku dan kak Danar?" tanya Aleya
"Aku tidak pernah melarangmu untuk kembali melanjutkan karirmu sayang, tapi aku tidak suka melihatmu bersama laki laki lain"
"Aku sangat mencintaimu hubby, aku tidak bisa hidup tanpamu"
"Me too sayang, Semoga kita selalu bersama sampai usia yang memisahkan kita"
"Aamiin"
Tanpa di sadari, Devina, Devano dan juga Embun menguping pembicaraan Aleya dan Dexter dari balik Lemari besar
"Sepertiny mommy dan Daddy sedang flashback masa lalu mereka"
"Gimana kalo kita buat kejutan untuk mommy dan juga daddy"
"Kejutan apa mbun?" tanya Devina
"Berlibur berdua semacamnya" kata Embun
"Saran yang bagus" kata Devano
"Tapi ini rencana kita bertiga saja, tanpa melibatkan yang lain" kata Embun
"Iya aku setuju. Kita cari tiket saja untuk mommy dan juga daddy" kata Devina
"Iya siapa tau ntar kalian mau punya adik lagi" kata Devano
__ADS_1
"Kakak" teriak Devina sama Embun
Tanpa sadar karena teriakan mereka berdua, sampai terdengar oleh Aleya dan juga Dexter
"Embun, Vina. Kalian sedang apa?" Tanya Aleya
"Ahh mommy, ini mom.. " jawab Devina gugup
"Kakak Vano menghabiskan juice yang kita buat" sambung Embun
"Vano, apa itu benar" kata Aleya
"Am.. iya mom, aku haus soalnya. Habis main kuda. Lagipula ini hanya 1 gelas, jadi Vano habiskan semuanya"
"Jangan bertengkar, dan buat lagi saja Vina, Embun"
"Iya mommy"
"Kalian membuatku berbohong" kata Devano
"Ini juga salahmu kak, yang asal jeplak kalo bicara" protes Devina
"Tau ya kakak"
..
Jangan lupa Like n Komen yaaa
Author lagi kehabisan Ide nih, Kalian kasih saran dong buat authorrr
__ADS_1