Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
Sepatu Roda..


__ADS_3

Rangkaian acara demi acara sudah selesai..


"Kakak, aku boleh menginap diru.."


"Tidak. kau dirumah nenek saja, Aku tidak menerima tamu" Potong dexter..


"Hubby.." Lirih aleya


"Icha, kalo icha mau nginep di rumah kakak. boleh kok" Ucap aleya sambil tersenyum..


"Dexter benar, Sudah icha dirumah oma saja.. biarkan dexter dan aleya tinggal berdua sampai mereka mengabulkan permintaan oma" Ucap oma..


"Permintaan" Gumam aleya bingung..


Sebelum aleya bertanya pada Herawati dexter sudah mengajak istrinya untuk pulang


"Sayang ayo,.. kita pulang"


"Tapi hubby, Seb...."


"Oma, mama, papa, Dexter pamit pulang yaa.." Ucap dexter memotong Ucapan aleya


"Kakak, kau tidak pamit padaku?"


"Kau jangan banyak bicara Cha, suaramu itu mengganggu pendengaranku" Ucap dexter..


"Dexter, tidak boleh begitu pada adikmu.." Ucap Rania menengahi..


Rissa memang memiliki suara yang cempreng, Kepribadiannya juga berbeda dengan dexter, jika dexter adalah seorang pendiam, maka rissa adalah seorang yang banyak bicara. Jika Dexter tidak menyukai keramaian, maka rissa tidak menyukai tempat sepi..


"Ku doakan Kelak anakmu, Akan memiliki suara yang Lebih dariku.."


"Gen dari mana, Aku pendiam, istriku juga pendiam"


"Papa sama mama juga pendiam, lahir aku"


"Mungkin kau anak yang di pungut di jalanan"


"Huaaaa Mamaaaaaaaa" Rengek Risaa


"Dex.. sudah kalian sana pulang, Dexter disini selalu bertengkar dengan rissa" ucap Rania..


"Iya nak, Bawa suamimu pulang.. kepala oma pusing mendengar pertengkaran kalian"


"Baik omaa.. Ayo hubby, kita pulang"


Mereka akhirnya pulang ke rumah masing masing..


Aleya keluar kamar mandi setelah membersihkan wajahnya.. Dia melihat suaminya masih setia dengan laptopnya


"Hubby, Lanjutkan besok saja.. ini sudah malam.. kau harus istirahat.. Ucap aleya

__ADS_1


Dexter menutup laptopnya, Dia beranjak ke kamar mandi untuk membasuh mukanya yang lengket dengan keringat..


Saat ia keluar dari kamar mandi, Dia melihat aleya yang sedang memainkan ponselnya


"Kau belum tidur sayang?" tanya dexter


"Aku belum mengantuk hubby,"


"Bagaimana kalau kita bermain..."


Aleya langsung memotong ucapan suaminya..


"Hubby, Bisakan malam ini libur dulu.. tubuhku lelah sekali" ucapnya memohon


"Sayang, Maksudmu apa?"


"Kau minta jatah lagi kan?"


"Dasar mesum. aku belum selesai bicara.. Yang aku maksud itu Bagaimana kalau kita bermain Sepatu roda besok pagi.."


Aleya merasa malu karena sudah salah sangka.. dia menelusupkan wajahnya kedalam selimut


"Heii Kenapa masuk kedalam selimut begitu"


"Hu..bby, Ayo tidur, besok kita akan bermain sepatu roda, kau ajari aku" Masih setia di dalam selimut


Akhirnya mereka tertidur, Aleya tertidur di pelukan dexter meskipun dia tidak memperlihatkan wajahnya pada suaminya, karena dia langsung menelusupkan wajahnya pada dada bidang suaminya setelah membuka selimut yang menutup wajahnya tadi..


Keesokan harinya


"Sayang, semalam kau sudah bersedia untuk bermain.. biar aku ajarkan padamu.."


"Aku benar benar takut.. saat kecil aku pernah terjatuh dari sepeda, dan sampai lututku robek.. Aku takut menaiki roda hubby.."


"Ada aku yang memegangimu sayang.."


"Tapi.."


"Tidak ada tapi tapian,, ayoo pakai sepatunya"


Akhirnya aleya bermain sepatu roda di bantu oleh dexter..


Sungguh aleya benar benar ketakutan..


"Hubby istirahat dulu.. aku ingin minum"


"Kau haus bukan karena bermain sepatu rodanya. tapi kau haus karena menjerit jerit saja.."


"Berani meledekku, tidak ada jatah untukmu malam ini" Ucapnya sinis..


"Aku bercanda sayang.." Rengek dexter..

__ADS_1


Ternyata kata Jatah adalah Senjata ampuh aleya untuk meluluhkan suaminya..


Setelah lama mengobrol.. Semata agar ia tidak bermain sepatu roda lagi.. Lalu dia mengalihkan pembicaraan


"Hubby. bukankah kau akan pergi ke kantor, Aku akan menyiapkan keperluanmu.. Ayo kita lanjut nanti saja bermainnya.."


"Tapi sayang.."


"Cepat Hubby" Ucap aleya yang sudah mulai meninggakkan dexter masuk kedalam rumah


Akhirnya mau tidak mau dexyer menyudahi permainannya,,


Dexterpun pergi bekerja..


Sedangkan aleya pergi ke rumah mamahnya di antar Oleh dexter dan sekertaris kim


"Sayang, Biar aku jemput sore hari setelah aku pulang bekerja. Aku izin makan siang diluar"


"Oke hubby tidak apa apa.."


"Aku pergi sayang"


"Hati hati"


"Sayang.. kau lupa" menunjuk pipinya


"Ada sekertarismu" lirihnya sambil menoleh pada sekertaris kim


"Kim. Tolong cek ban belakang mobil.. sepertinya kurang angin" titah dextee


Kau menjadi bucin tuan muda. bahkan kau menggunakan hal bodoh ini untuk kebucinanmu. Kimmy


Setelah kimmy keluar, dexter langsung menagihnya pada aleya.. Aleya mencium pipi dexter, kanan dan kirinya..


"Sayang, Aku sudah menyuruh kimmy keluar. jadi kau harus memberi bonus" Menunjuk bibirnya..


Aleya memutar bola matanya jengah, Lalu dia mencium bibir dexter sekilas..


Sebelum dexter protes,


"Hubby. kalau kau minta cium lagi, nanti malam aku tidak kasih jatah" Ucapnya penuh kemenangan..


"Ya.. yaa jatah lagi seranganmu. baiklah"


"Aku mencintaimu hubby" Mencium pipi dexter lagi


Aleya turun dari mobil..


"Sekertaris kim. Antarkan saja tuan muda ke kantornya sekarang, Sudah tidah usah pedulikan ban nya.." Ucap aleya (Karena ban nya memang tidak ada masalah.) Gumamnya..


Aku tau nona.. karena kau sudah selesai dengan urusan tuan muda kan.. Kimmy

__ADS_1


"Baik nona muda. sampai jumpa" Balas kimmy


Aleya masuk kedalam rumah, dan dexter pergi ke kantor


__ADS_2