Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
part 24


__ADS_3

"Aduh lea, suamimu itu sudah mau punya cucu masih saja emosian" kata mama Rania sambil tertawa


"Mama juga sih, ngapain godain kakak" balas Risa


"Sudah sudah, tidak usah bahas itu mah. Itu sudah sangat lama sekali"


"Itung itung mengenang masa lalu sayang" kata Mama Rania


"Gak usah di kenang mah, yang mama sama alm Oma tanyakan selama ini kan sudah ada, Malahan sudah ada 3, Vina Vano dan Embun"


"Untung mama Linda cuma pernah satu kali menanyakan 'Sayang apa sudah Isi' karena mas Danar langsung ngomel ke mama Linda" kata Risa


"Linda memang begitu, dia sangat menyayangi danar sa" kata mama Nisa


"Mama Linda juga banyak cerita tentang Tante Nisa, dan juga alm om nya dr. vita, dr. Ray kalo tidak salah namanya"


"Iya mama tante linda dan om ray sahabatan dulu.. aku kak danar dan vita mengikuti jejak persahabatan mama" sambung Aleya


Ditengah tengah perbincangan mereka ber4 Rey dan juga Vina kembali


"Ko sepi mam?" tanya rey pada mama Rania


"Sekarang mama itu oma mertua kamu loh rey, aku mama kamu sama Vina" kata Aleya diiringi tawa yang lain


"Noo,, Leaa.. Rey tetap menjadi anak mamah, Dia menjadi anak dan juga cucu menantu mama" kata Mama Rania


"Kemana kak danar dan kak Dexter?" tanya Rey


"Panggil juga mereka daddy dexter dan ayah danar" kata mama Rania


"Papa Daffa, Daddy Dexter, Ayah danar," sambung mama Rania

__ADS_1


"Dan appa ardi tentunya hihii" imbuh mama Nisa


"Iyaaa terserah mama Oma, dan Amma Nisa saja"


"Mereka sedang bermain kuda rey"


"Embun juga mom?"


"Iya sayang, Rey jika kau mau bermain pergilah. Vina disini sama mommy" kata Aleya


"Iyaa mom" Rey pun keluar ke kandang kuda


"Sharas kemana?" Tanya Devina


"Sedang menemui temannya" Jawab Risa


"teman yang mana ca, kenapa gak bilang mama" kata mama Rania


"Teman dari mana, bagaimana bisa, dia kan sejak kecil tinggal di new york" kata mama Rania


"Kan ica juga sering ke Indonesia mah, sering ke Bandung"


"Mommy, apa daddy sudah ada pergerakkan tentang siapa Diandra" tanya Aleya


"Sekalipun sudah, daddy tidak akan melibatkan kita sayang. Sudah kamu fokus saja pada suamimu, Biar itu menjadi urusan kami para Orang tua" kata Aleya


Devina pun mengangguk mengiyakan


Mereka berbincang bincang, membicarakan hal yang penting tidak penting seperti barang barang keluaran terbaru bahkan sampai film terbaru


"Mama, sudah mau punya cicit masih aja ngomingin itu" cletuk Risa

__ADS_1


"Aku belum mengandung bunda" kata Vina


"Iya maksud bunda ica, vina cucunya oma nia kan sudah menikah, otomatis vina akan segera memiliki anak dan oma nia akan memiliki cicit" kata Risa


"Tidak apa apa, wanita memang suka membicarakan masalah belanjaan" kata Mama Nisa


"Gimana sebelum kita kembali ke tempat masing masing, kita belanja hang out seharian ke mal, kita nonton, belanja, dan liat liat barang branded"


"Setuju ca, mama setuju sama pendapat kamu"


"Tante Nisa juga setuju sama pendapat Risa. sudah lama rasanya tidak nonton bioskop bareng kalian" kata mama Nisa


"Sayangnya mama Linda sudah pulang ke Jakarta"


"Iya mas Budi sepertinya sedang ada halangan jadi dia buru buru" kata Mama Nisa


"Iya kali ya tan. Oh iya, Ka Lea gimana," tanya Risa


"Aku ikut aja"


"Yaudah sekarang kita liat yang lagi main kuda aja yu" ajak mama Rania


Semua setuju kecuali Devina


"Mommy, temani aku disini mau enggak?" tanya Devina


"Tentu saja sayang, Mommy akan temani kamu disini.. Mama Duluan aja"


"Oh iya mah, tolong bilang ke mas Dexter, Suruh Embun berhenti bermain jika Embun belum selesai bermain juga" pesan aleya


mama Nisa dan mama Rania mengiyakan permintaan Aleya

__ADS_1


Akhirnya Risa, Rania, dan Nisa pergi keluar untuk melihat yang sedang bermain kuda


__ADS_2