
Di Kampus
"Hai Vano" Sapa bella
"Hai"
"Nanti siang, kita jadi kan kerja kelompok di taman"
"Bela kalau kerja kelompok nya di rumah ku gimana?" tanya Devano
"Ya gak papa sih, Cuma aku gak enak sama tante Aleya" jawab bella
"Mommy aku santay ko, baik banget orangnya" kata Devano
"Hmm yaudah oke di rumah kamu aja, sekalian ketemu vina" kata bella
Di rumah, Siang hari
"Mom, mau kemana?" tanya Devina
"Jemput adik mu sayang"
"Ikut mom, aku aja yang bawa mobilnya"
"Kamu kan gak punya sim sayang"
"Iss mommy kan aku udh bisa sejak SMP diajarin daddy"
"Oke, tapi bener bisa kan"
"Bisa mom. Aku mau bikin sim gak di bolehin sama kak vano" kata Devina
"Itu memang mommy yang minta vin, maaf ya. Nanti mommy minta Rey antar kamu bikin sim" kata Aleya
Aleya dan Devina pun pergi ke sekolah Embun.
Ketika sampai, mereka menunggu sekitar 10 menit Embun keluar
"Embun lama banget deh" keluh Devina
"sabar sayang" kata Aleya
"Mommy, dulu mommy selalu dampingi aku vano sama Embun sekolah nggak ketika TK?" Tanya Devina
"Iya dong sayang"
__ADS_1
"Sendirian mom?" Tanya Aleya
"Ketika kamu sama Vano kecil, mommy di temani Eyang, atau kalo Eyang lagi di Bandung, mommy di temani daddy melalui telfon. Kalau Embun, mommy ditemani kalian berdua" kata Aleya
"Daddy sayang banget kayanya ya sama mommy"
"Iya. Mommy sangat beruntung sekali mempunyai suami sebaik daddy. Mommy harap, Kamu sama Embun punya suami sebaik daddy" kata Aleya
"Semoga Mas Rey bisa seperti daddy" kata Devina
"Cie sekarang udh panggil mas hehe"
"Mommy kenapa manggil nya tetap hubby" tanya Embun
"Daddy mu gak mau mommy panggil Mas" kata Aleya
Tak lama Embun pun keluar dari gerbang sekolah dan langsung masuk mobil mommy nya
"Mbun Bete banget" kata Embun dengan wajah yang di tekuk
"Kenapa sayang, ko pulang pulang muka nya di tekuk gitu"
"Tadi pagi, Bu guru kan ngasih tugas Matematika, Temen Embun nyontek sama Embun, dan nilai dia keluar lebih besar dati pada Embun. Padahal dia kan nyontek" omel Embun
"Kamu protes nggak nak sama bu guru nya?" Tanya Aleya
"Siapa yang berani marahin anak daddy Dexter Rusdiantara" kata Devina
"Emang nilai embun sekarang beda berapa sama dia?" tanya Aleya
"Dia dapat 99 Embun dapat 97" kata Embun
"Sudah tidak apa apa ya. Itu sudah sangat baguss nak. Embun kan sering dapat 100" kata Aleya
Embun tidak menjawab tapi wajahnya masih di tekuk
"Embun mau main ke mall? biar bete nya ilang?" tanya Aleya
"Embun mau main ke kantor daddy aja" kata Embun
"Yaudah, kita ke kantor daddy ya sayang. jangan bete lagi. Gak enak nanti sama daddy kalo anak gadisnya cemberut begini" kata Aleya
"Iya mommy"
Devina pun menjalankan mobil nya ke kantor Dexter
__ADS_1
"Pelan pelan nak" kata Aleya ketika Devina menaikkan pedal Gas
"Ini udah pelan mommy" protes Devina
Sesampainya di kantor Dexter
"Siang bu" sapa Satpam
Aleya hanya tersenyum Anggun, lalu berjalan masuk ke dalam diiringi anak anak nya
"Suami saya ada?" tanya Aleya pada resepsionis"
"Ada bu, Sedang makan siang dengan Mas Rey" kata Resepsionis
Aleya dan Anak anak pun segera naik ke lantai atas milik suaminya
Dia masuk ke dalam ruangan Dexter dan
"Sayang, kamu kemari"
"Daddy" rengek Embun manja
"Anak daddy kenapaa cemberut begini" membawanya ke pelukan Dexter
"Tidak papa, hanya ingin dipeluk daddy" kata Embun
Embun tau, jika ia mengadu pada Dexter, maka Dexter akan bertindak secara langsung. Dia tidak ingin masalah ini ssmpai berlanjut, benar kata Aleya kalau Embun sudah terlalu sering mendapatkan nilai 100
"Sayang aku pesankan makan lagi yaa"
"Bolehh"
Makanan Aleya dan anak anak pun datang
Selesai makan
"Dad" panggil Rey
"Yaaa"
"Gimana kalo kita adain konfersi pers, kalau Devina adalah istriku?"
"Siang siang begini?" kata Devina kaget
..
__ADS_1
Maaf yaaa Guyss aku baru sempat Up