
Sampai sore hari, devano belum juga turun dari kamarnya
kini dexter yang khawatir, takutnya devano melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan dulu, sampai overdosis meminum obat
“devano tidak mungkin melakukan hal bodoh kan mom”
“mommy ketuk pintu kamarnya dulu”
aleya mengetuk pintu kamar devano
“kak, makan dulu yu” ajak aleya
“aku enggak laper mommy”
“kamu enggak ke rumah sakit kak?” tanya aleya lagi
“aku libur hari ini” jawab devano
“kenapa enggak ke kantor?”
“pekerjaannya di kirimkan lewat email”
sebelum aleya bertanya lagi ada devina dan embun yang naik ke atas, dengan keadaan embun yang menangis
“hiks..hiks..hikss”
“adekk, kenapa ko nangis?” tanya aleya
Embun langsung berlari ke arah aleya dan memeluknya
“terpleset sendiri” jawab devina
“mommy hiks..hiks..hiks kakak boong, adek terpleset karena di kejar kakak hiks..hiks..hiks” tangis embun semakin kencang
“kakak” kata aleya penuh penekanan
“adek matahin pensil alis aku mom, makanya aku kejar. eh dia malah kepleset”
“kakak minta maaf sama adek”
“adek maaf ya”
__ADS_1
“ade juga minta maaf sama kakak, udah matahin pensil alisnya”
“maaf” kata embun singkat lalu lanjut menangis
“sudah eh, sudah besar tidak boleh menangis” kata aleya mengelap air matanya
“mau kak vano” tangis embun lagi
setiap dia menangis karena ulah devina, embun selalu meminta devano, untuk mengadu haha
“kakak vano nya lagi istirahat dulu. sama daddy aja ya”
“enggak mau, mau sama kaka vano aja hiks..hiks..hiks”
“adek gaboleh begitu, kita harus menghargai waktu sendiri kak vano ya”
Bukannya berhenti tangisan embun semakin kencang. akhirnya devano yang mendengar semuanya membuka pintu kamarnya
“sini kenapa sih peri kecil kakak?” tanya devano
“kakak hiks..hiks..hiks” tangis embun semakin menjadi
“apa yang sakit?” tanya devano
“tangannya adek kena kursi taman” sambil menunjukan tangannya yang lebam
devano mengangkat tangan embun dan menciumnya
“sudah, sudah sembuh” kata devano
“sekarang jadi laper” rengek embun
“cape abis nangis ya dek hahaha” ledek devina lagi
“kakakk huaaaaaaa”
“sudah sudah, ayo makan sama kakak”
Semuanya turun ke bawah, kebetulan dexter juga baru keluar dari ruang kerjanya
“kenapa menangis?” tanya dexter
__ADS_1
“biasa dad” jawab aleya
Dexter pun mengangguk dan mengerti
di meja makan
“kakak mau di suapin”
“sini mommy yang suapin, kakak kan harus makan juga” kata aleya
“mau disuapin kakak” protes embun
“biar aku makan sambil menyuapi embun mom”
“have fun sayang, jangan bebankan semua masalah di otak mu ya” kata aleya mengusap tangan devano
Devano tersenyum
“mommy tinggal dulu ya sebentar, kasian daddy kalian tidak ada yang menemani”
devano dan embun pun mengangguk
“kakak tau, kak vina tuh selalu aja bikin adek kesel. beda sama kakak yang selalu pengertian sama adek”
“adek nya juga kalo sama kak vina selalu buat masalah, kalo sama kakak manis banget. kenapa sih?” tanya devano sambil tersenyum melupakan semua masalah nya
“kak vina tuh nyebelin banget kak orangnya, kalo amukan nya kumat, embun selalu kena marah” jawab nya
“sudah tidak papa, harap maklum aja hehe” kata devano
“embun sayang banget sama kakak” peluk embun
“kakak juga sayang banget sama adek” jawab devano
.
.
.
jangan lupa like yaa, mau bikin kehamilan devina nih di prat depan🙆🏻♀️
__ADS_1