
Lama, Aleya tak turun lagi. Dexter tau Aleya ke kanar bukan karena cape, tapi karena ulahnya Aleya jadi sensitif.
"Aku ke atas dulu. Kim kalo mau istirahat ke kamar bawah aja, tapi suruh bibi menemaninya disini" sambil melirik Angel
"Kau naik saja dex, biar aku disini sambil menunggu Andra" kata Kimmy
Dexter mengangangguk dan pergi ke atas
Dia membuka pintu kamarnya pelan pelan dan melihat Aleya sedang menunduk dan menangis di kursi riasnya
Dexter mendekat dan memeluknya dari belakang
"Sayang, kenapa menangis"
Aleya langsung mendongak ke atas lalu melihat pantulan dexter dari cermin, dan menghapus air mata nya
"Kenapa menangis" tanya Dexter sekali lagi
Aleya hanya menggeleng. Dexter membawa Aleya duduk di kasur dan memeluknya, tapi Semakin di peluk tangisan Aleya semakin terasa
"Maafkan aku yang sudah membuatmu menangis berkali kali" kata dexter
"Aku hanya takut" kata Aleya yang akhirnya membuka suaranya
"Takut kenapa?" tanya dexter bingung
"Kamu meminta sesuatu dariku, tapi aku mengulur waktu, dan akhirnya kamu gak bisa dapetin yang kamu mau. Sejak kemarin aku mendiami aku, dan kebetulan dengan hadirnya Angela di sisi kita. Aku takut dia merebut kamu dari aku" kata Aleya
"Sayang, kenapa berfikir begitu" kata Dexter yang melepaskan pelukan Aleya dan menangkup pipi Aleya
"Tidak ada alasan kuat yang dapat mempengaruhi pikiran aku untuk tidak berfikir demikian"
"Adaa sayang. Ada" kata dexter sambil menatap Aleya
Aleya hanya memperhatikkan Dexter menunggu jawaban suaminya
"Apakah mungkin Aku lebih mengejar serpihan kaca dari pada meninggalkan berlian indah yang sudah ada di genggaman ku" kata dexter
Aleya hanya diam
Dexter memeluk Aleya
"Maafkan aku, selama 22 tahun kita menikah, aku sering sekali membuatmu menangis. sayang kalo kamu marah tolong pukul aku saja, tapi jangan mendiami aku" kata dexter berlutut di bawah sambil menggenggam tangan Aleya
"Hubby" kata Aleya lirih
"Iya sayang"
"Aku minta maaf ya, Usiaku sudah tak lagi muda, tapi aku suka ngambek" kata Aleya sambil tersenyum
"Aku yang sering buat kamu jengkel sayang, maafin aku ya"
__ADS_1
"Kita sudah 22 tahun bersama, kita harus bisa saling menerima"
Ditengah obrolan mereka, Kimmy menelfon dexter
"Andra sudah kembali" kata kimmy di telfon
"aku turun sekarang" kata dexter pada kimmy dan telfon pun mati
Kita turun ke bawah?" ajak dexter pada Aleya
"Aku cuci muka dulu ya. kamu duluan aja" kata Aleya lembut
Dexter mengangguk, menciium tangan Aleya dan mengusap kepala Aleya lalu tersenyum
Dexter turun ke bawah dengan sangat elegannya
"gimana dra"
"Saya sudah cek pak, mba Diandra ada di Bandung"
"Bandung?"
"Iya pak"
"Angel, sepertinya anakmu punya cukup banyak uang, sampai bisa pergi kesana kemari. Awas kalo sampai mencelakai anak anaku, tidak ada ampun untuk anakmu" kata Dexter
"Kenapa hubby" kata Aleya yang baru turun
"Diandra ada di Bandung,"
"Tenang saja sayang. Aku sudah memberikan pengawasan untuk anak anak disana" kata dexter menenangkan Aleya
Akhirnya mereka semua pergi ke Bandung, ketika sampai di rumah ternyata mereka tidak ada. hanya ada satpam komplek yang akrab dengan keluarga mereka
"Pak, Buk anak anak pergi ke Perkebunan. karena kata non Vina, nona muda merengek ingin jalan jalan. jadi anak anak ikut den Rey menengok perkebunan" kata Satpam
"Pak, mba Diandra juga ada di Perkebunan"
"Dra, pengawalmu kenapa tidak kasih kabar kalo anak anak ada di Perkebunan. Cepat putar balik Kim, lewat tol saja kita ke Perkebunan" kata Dexter cemas
Di perkebunan
"Kak, aku pengen ke kamar mandi. dimana?" kata Embun
"Ayo biar kakak Antar"
"Tunjukan aja, dimana kak. orang pipis doang ko"
"Kau terlalu matang sebelum waktunya mbun" jata Devina sambil menunjuk ke arah kamar mandi
Reynathan, Vano dan Vina duduk di kursi sambil menunggu Embun sambil makan makan snack yang mereka bawa
__ADS_1
"Vin, makan mulu" cletuk Vano
"Apasi kak. orang laper mulutku" kata Vina
"Kakak" teriak Embun
"Embun" teriak semuanya panik
"Diandra" teriak Vina
"Diandra, jangan macam macam dengan adikku" kata devano lantang
"Kakak tolong embun kakak" kata Embun sambil menangis di pegangi Diandra
"kenapa diandra kenapa? bukannya aku tak pernah jahat kepadamu" kata Devina
"Kalian memang tidak pernah jahat, tapi Ayah kalian lah yang telah menghancurkan orang orang yang aku sayang. Dan aku datang untuk membalas dendam kepada ayahmu untuk menghancurkan orang orang yang dia sayang"
"Kau selamat Devina abhinaya. Karena ada dia yang menyelamatkanmu" sambil menunjuk Reynathan
"Tapi selangkah kalian maju, Aku habisi adik bungsu kalian" kata Diandra
"Tolong lepaskan adikku. Jangan adikku yang kau sakiti Diandra. Biar aku saja yang menjadi korban atas dendam mu" kata Devina histeris
"Wah wah wah, kakak yang baik sekali kamu Vin" kata Diandra
Tak sadar, Andra yang entah datang darimana segera membekuk Diandra dari belakang dan membebaskan Embun
"Sayangg" teriak Aleya
"Mommy" teriak Embun
Aleya mendekat Embun dan Devina
"Kalian gapapa sayang?"
"Gapapa mommy"
"Dimana pengawal Kalian. Rey, kenapa kamu bawa anak anak ke perkebunan tanpa pengawalan" cerca Aleya
"Sayang sudah" kata Dexter menenangkan
"Maaf mommy. Embun yang minta kak rey bawa kami kesini"
"Vina juga yang suruh pengawal di parkiran, Vina gak tau kalo diandra bisa masuk" kata Devina
Sementara Andra dan Kimmy mengimat Gadis itu
"Dian ini Ibu" kata Angela
Diandra terbengong melihat ibunya
__ADS_1
..
Jangan lupa like n komen yaaaa, maaf baru up. Author abis test masuk FK lagi hehe. doain ya, semoga lolos