
Seperginya Diandra, Baru saja Hans akan membuka Blezer yang di kenakan oleh Devina, Devina pun tersadar,
"Aaaaaaaaa" Teriak Devina
"Siapa kau?"
"Ayolah gadis manis, jangan pura pura, aku sudah membayarmu"
"Layani aku malam ini gadis manis"
"Jangan berani mendekat, Atau.."
"Atau apa cantik"
Devina melompat dari tempat tidur menuju pintu, Tapi Hans segera menarik tangan devina, dan membantingnya di kasur diapun menindih tubuh mungil yang sedang ketakutan itu
"Jangan munafik, Bukannya kau sudah menerima uang yang ku berikan"
Hans Hendak mencium paksa Devina tiba tiba..
Brak....
"Uncle reyyyy Tolong akuuuu"
Hans berdiri dan mendapat pukulan dari Reynathan
"Heyy, Rey kenapa kau memukulku. Tadi kau biasa saja di club"
"DIA KEPONAKANKU HANS"
"Whatt?"
"Kupikir Gadis yang akan kau beli itu gadis murahan seperti biasa"
"Kau tau, dia adalah Puteri Keluarga Rusdiantara. Kau menceburkan dirimu kedalam lubang Buaya Hans" kata reynathan. Jangan berani mmenyentuhny, dia milikku"
"Uncle, antarkan aku pulang uncle hiks..hikss..hikss aku takuttt"
Reynathan memeluk Devina dan membawanya pergi
"Sialan Diandra, Astaga.. dia membawaku kedalam bahaya besar" Kata Hans sambil mengusap rambutnya Kasar
Siapa yang tak tahu Dexter Rusdiantara di kalangan Bisnis, Raja bisnis nomor satu di Indonesia. Semuanya Takluk dengan Dexter. Hanya sekali kedipan saja dexter bisa meluluh lantakan perusahaan perusahaan kecil seperti punya Hans
Di mobil, Devina melamun, dia tak menyangka diandra sahabatnya sendiri jahat padanya
__ADS_1
"Pak, ini Rey"
"Tuan Rey, apa kabar, ayo masuk tuan, tapi Tuan dexter belum pulang bersama nyonya Aleya dan Tuan muda juga sedang pergi bersama"
"Terima kasih pak, saya akan menunggu di dalam" kata Reynathan
"Vin, kita sudah sampai. Dimana Orang tuamu dan Saudaramu"
Bukannya menjawab Devin malah lari masuk ke dalam Rumah
Reynathan yang memaklumi itupun, hanya menyusul masuk ke dalam Rumah Dexter, Sesampainya di dalam Rumah Rey menyandarkan kepalanya di sofa tamu sambil menunggu kepulangan Dexter
Sementara lain di Mall
Tanpa sadar, Devano bercerita, Aleya ada berdiri di belakang Dexter dan Devano
"Apaa!!!"
"Mas bisa bisanya kamu bohongin aku. ayo susul Devina ini sudah jam 10 malam mas" kata Aleya panik
ponsel devina tak aktif, Menambah kekhawatiran Aleya, Tapi tak lama ponsel dexter berbunyi dan itu dari reynathan
"Halo Rey"
"Kak aku di rumah kaka"
"Devina ada di rumah kak"
"Syukurlahh, Kakak akan segera pulang"
Dexter pun mematikan sambungan telfonnya
"Siapa?"
"Reynathan. Dia menelfon jika ada di rumah kita dan Devina sudah pulang ke rumah"
"Astaga, Bikin khawatir saja" kata aleya
"Sayang kamu sudah pesan makanan?"
"Belum lah, untung dompet aku ketinggalan, jadi mendengar ucapan Kalian. Awas kalo sampe berani nutupin semuanya dari aku lagi" kata aleya marah
Merekapun pulang, Mereka belum tau kejadian yang baru saja menimpa Devina
Sesampainya di rumah
__ADS_1
"Uncle leyy"
"Haii Embunn"
Embun sudah besar tapi tetap aaja memanggil rey dengan sebutan Ley
"Kak,"
"Hai rey, apa kabar?"
"Sedang ada di indonesia?"
"Aku pulang minggu lalu karena mama menelfonku. lalu aku menemui teman lamaku, jadi aku sedang ada di jakarta" terang Rey
"Mana Devina, Kenapa dia tak ada"
"Dia Ada di kamar kak, Biarkan dia istrirahat"
"Tapi dia harus menemuimu rey"
"Vano tolong ajak Embun ke kamarnya, uncle mau biacara dengan mommy dan daddy"
"Iya uncle"
"Ada apa rey, ko kayanya serius banget" kata Aleya
"Kak, sebenarnyaa... (Vano pun menceritakan Semuanya)"
"APAAA!!!!" Teriak aleya
"Berani sekali dia ingin mencelakai puteriku"
Tapi tiba tiba Dexter diam dan memegangi dadanya,
"Hubby,"
"Kak"
"Aku tak papa, Aku hanya merasa gagal mendidik anakku" Kata dexter pilu
"Rey kau istirahatlah di kamar tamu, Tapi kabari mama jika kau disini.
"Iya kak,"
" Sayang tolong bantu aku istirahat di kamar"
__ADS_1
karena hari sudah malam merekapun istirahat di kamar masing masing
AYOO LIKEE DAN KOMEN DONGG,