
Beberapa bulan kemudian..
Melihat anak sulungnya sedang bersiap untuk pergi
''Pagi sekali devano, mau kemana'' tanya aleya
''Mau cari jodoh mom, biar enggak di langkahin sama embun nanti'' ujar devano sambil becanda
Devina, Dexter dan Aleya yang sedang di meja makan pun tertawa
''Bukan salahku jika aku melangkahi kakak ya'' kata devina sambil diiringi tawa
''Ya ini salahku, aku yang tak punya pacar'' jawab devano
''Sayang, yang ini se iman kan?” Tanya aleya
''Tentu saja mommy, aku belajar dari pengalaman'' kata devano
Kemudian devano pun pergi, melewati sarapan bersama orang tua dan adiknya
Di sebuah apartemen
Seorang perempuan berdiri menunggunya
“Feli, maaf ya lama” kata Devano
''Iya huh, aku menunggu mu dari tadi loh van'' jawab felisha sedikit kesal
Ya hari ini, felisha dan devano berniat untuk olah raga bareng
Mereka mengitari sebuah taman, setelah selesai berlari, devano dan felisha duduk sambil mengobrol
''Felii'' panggil vano
''Ya, kenapa?” Tanya felisha
''Aku mau bicara''
__ADS_1
''Ngomong tinggal ngomong van, gaada yang larang juga'' jawab feli
''Aku suka kamu.''
Felisha terdiam
''Kamu mau enggak jadi pacar aku'' sambung devano
''Aku juga suka kamu fan, aku mau jadi pacar kamu'' jawab felisha dengan senyum manisnya yang membuat devano jatuh hati
''Terima kasih'' kata devano
Felisha tersenyum
Setelah beberapa jam berbincang bincang, akhirnya devano dan felisha memutuskan untuk pulang karena sejak tadi handphone felisha terus berdering
Setelah mengantarkan felisha di apartemennya, devano pun bergegas kembali ke rumah, untuk bersiap siap pergi ke kantor dexter
Felisha pov.
''Tenang dulu, janga marah dulu'' kata felisha
''Bagaimana aku tidak marah, kau menerima pria itu menjadi pacarmu. Kau adalah kekasihku felisha''
''Dengarkan penjelasanku dulu bram'' kata felisha
''Apa, apa yang mau kau jelaskan hah?'' Tanya Bram
''Aku menerima nya menjadi pacarku hanya untuk kemulusan karirku sebagai model, juga dia kan orang kaya, jadi aku bisa memanfaatkan harta nya kapan saja ketika aku butuh'' jawab felisha
''Jadi kamu tidak benar benar menyukainya kan?'' Tanya Bram
''Ya enggak lah. Mana bisa aku suka orang kaya devano begitu, hidupnya terlalu serius. Lagi mana bisa aku punya mertua kaya bu aleya, banyak aturan pasti'' jawab felisha
''Oke kalau begitu, kamu porotin aja harta devano. Kan dia lagi cinta cinta nya sama kamu'' kata bram
''Memang itu tujuan awal ku'' jawab felisha
__ADS_1
Sementara di rumah Dexter
''Kakak kenapa kau senyum senyum sendiri?'' Tanya embun yang heran melihat kakak nya demikian
''Ini urusan orang dewasa'' jawab devano
''Dih. Kau pikir aku masih anak anak?'' Kata embun emosi
''Ini pada kenapa sih ribut ribut?'' Tanya devina
''Ini loh kak, kak vano tiba tiba senyum senyum sendiri''
''Sepertinya kakakmu sedang jatuh cinta dek, tidak usah kau menggoda nya'' kata devina sambil tersenyum
''Kemana mommy dan daddy?'' Tanya devano
''Ke kantor. Kakak gak ke rumah sakit?'' Tanya devina
''Ini mau'' jawab devano
''Untung rumah sakit nya punya daddy. Kalo enggak kakak sudah kena SP 1 jam 10 baru mau berangkat'' keluh Embun
''Sudah embun. Kamu tadi kakak suruh ngapain?'' Tanya devina
''Aku sudah menelfon kak ray untuk membeli tes pack'' jawab Embun
''Dek kamu hamil?'' Tanya devano
''Belum pasti kak, aku mau test dulu makanya'' jawab devina
''Kakak menunggu hasilnya. Tapi hari ini kakak haris buru buru ke rumah sakit dek''
''Gapapa kak.. mommy juga menyarankan untuk ke aunty vita buat cek cek.. soalnya kalo ke ka vano kan belum spesialis juga haha'' jawab devina
Devano tertawa mengiyakan
Akhirnya devano segera bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit. Sedangkan embun dan devina duduk santay mengobrol di taman belakang rumah
__ADS_1