
Beberapa hari kemudian, devina sudah boleh pulang ke rumah,
malam hari devano menelfon embun
“ada yang baru nih”
“Apaa?” tanya embun penasaran
“Ini diaaaa” kata devano sambil mengarahkan kamera nya pada anak devina
“itu baby kak vina bukan kak?”
“betull”
“ih kok adek gak di kasih tau pas lahirannya. curang banget” protes embun
“Kakak gak mau ganggu belajar kamu dek” jawab devina
“kakak congrats yaaaaa, embun pulang 3 bulan lagi, tepat 1 tahun embun kuliah di sini” kata embun
“okey, semangat belajarnya”
“Siapa namanya kak?” tanya embun
“Elrumi argananta Reyvin” jawab Devina
“Kenapa enggak pake nama rusdiantara?” tanya embun
“Adek, kita itu nama anaknya ikut ke ayah bukan ke ibu, jadi karena enggak pakai nama belakang mas rey, biar adil pake nya reyvin, yaitu reynathan dan devina” kata devina terus terang
Obrolan demi obrolan akhirnya telfon pun tertutup
“Vano pulang dulu deh” kata devano
__ADS_1
“pulang pulang, memangnya ini bukan rumah mu” kata aleya marah
“ke apartemen maksudnya mom, mau nyiapin berkas meeting besok” kata devano
memang semenjak embun pergi kuliah, devano sengaja membeli apartemen di dekat kantornya, tujuannya sih untuk menghindari pertanyaan pertanyaan “kapan nikah” dari Aleya devina dan juga kerabat yang sedang berkunjung
..
3 bulan kemudian
“kak dimana? adek udah landing dari tadi, udah nunggu kakak di titik temu kita”
“sebentar kakak baru mau berangkat dari kantor”
“ih ngeselin banget deh, udah gak usah, embun naik taksi aja” kata embun kesal lalu mematikan telfonnya sepihak
“kakak ini bener bener ngeselin ya, masa tadi udah bilang otw skarang malah bilang baru mau berangkat” keluh embun sendiri
“isss kakak, katanya baru mau berangkat”
“Sengaja mau buat surprise aja” jawab devano
mereka pun pulang ke rumah megah berlantai 3, lantai bawah tanah untuk para assisten, lantai 2 untuk tamu, dan lantai 3 kamar untuk para tuan rumah tidur, dexter dan aleya sendiri yang mendesain rumah impian ini, rumah keluarga kecil dexter rusdiantara
“Selamat sore semuanyaaaa” sapa embun dengan ceria nya baru pulang dari newyork
Embun memeluk dexter, aleya dan semua nya
“haii ini baby El, ganteng banget kak” kata embun berdecak kagum melihat keponakannya
“tentu saja miripku”
“mana ada, dia mirip kak vina lah kak” kata embun
__ADS_1
“kan el ini cowo ya mirip aku dong”
“ya iya juga sih, kak vina sama kakak aja mirip” kata embun
“Adek ayo mandi dulu baru boleh deket deket sama cucu mommy” kata aleya
“yaampun posesif banget sih nenek nya el ini” kata embun sambil berjalan menuju kamarnya di lantai atas
“tadi di mobil dia abis cerita”
“kenapa dia?”
“katanya di remehin, sama salah satu temannya karena berasal dari indonesia”
“terus dia sampai di lukai?” tanya dexter
“tidak, ada salah satu teman yang menolong katanya dad” jawab devano
“disana memang begitu, daddy aja sempat mendapat perlakuan yang sama, tapi karena memang papa daffa memiliki perusahaan besar di sana jadi wajahnya banyak masuk dalam majalah bisnis” kata dexter
“isss pada bullying ya orang orangnya” kata aleya
“tidak semua kan, buktinya embun juga ada yang menolongnya kan” kata dexter
“iya sih di indo juga banyak yang suka kaya gitu” kata aleya
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE N KOMEN YAAA
__ADS_1