
4 bulan kemudian..
"Sayang kenapa belum lahir juga?" tanya Herawati
"Nggak tau oma, Sepertinya dede masih mau di perut mommy" Kata aleya sambil mengelus perutnya
"Kak Vano sama Mba Vina Ada janji sama Amma Nisa ya?" tanya dexter
"Iya daddy" jawab Devano
"Tadi amma nelfon. Katanya kalian minta beli mainan di mall"
Devano dan Devina hanya nyengir kuda..
"Biar kan saja hubby, Tidak apa apa" kata aleya
"Mommy ke kamar mandi dulu ya.." kata aleya
"Sepertinya istrimu sudah akan melahirkan dex" kata oma herawati
"Dulu waktu Vina dan Vano Lea itu saat akan melahirkan dia sakit perut"
"Oma lebih berpengalaman. dan felling oma itu kuat"
Belum sempat dexter menjawab.
"Hubby" terak aleya dari kamar mandi
"Dex. cepat susul istrimu" kata oma panik
Dexter berlari menuju kamar mandi..
"Sayang"
"Hubby, Ayo ke rumah sakit. Air ketuban nya sudah pecah" kata Aleya
"Sayang bertahanlah" Dexter semakin panik
"Oma disini saja temani Mereka sampai mama Nisa kesini" kata dexter membopong istrinya
Dexter menggenggam tangan aleya
"Hubby, menyetir dengan benar. fokus. tidak perlu panik" pinta aleya
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit,
"Dokter tolong istri saya. selamatkan dia atau pekerjaanmu yang jadi taruhan" ancam dexter
Dokter dan para perawat langsung membawa aleya ke ruang tindakan. Dexter karena pemilik rumah sakit ini tidak ada yang berani melarangnya masuk
Tapi selama di dalam, Semua dokter dan perawat habis di marahi oleh dexter karena melihat wajah aleya yang kesakitan
"Hubby diam. kau bikin semua dokter dan perawat jadi panik. mereka kerja gak konsisten" kata aleya
"Aku panik liat kamu sayang"
"Sana kamu keluar"
"Tapi.."
Aleya melotot, Dexter mengalah dan ingin pergi keluar tapi
"Dexter. Kau mau enak nya saja ya" kata Aleya marah
"Sayang tadi kamu yang suruh aku keluar"
"Dasar suami tidak peka" kata aleya
'Yatuhan kenapa ini lebih dramatis dari pada kelahiran baby twins dulu' kata dexter dalam hati
Dan akhirnya Babby pun lahir dengan selamat
"Alhamdulillah tuan muda, Putri anda lahir dengan selamat. Biar saya memandikannya lebih dulu" kata dokter nya
Dexter mengangguk
"Sayang terimakasih"
"Hubby, Aku tadi pasti menyeb.." ucapan aleya terpotong
"No. Kamu sangat perfect sayang"
Aleya tersenyum.. Setelah dokter beres aleya pun dipindahkan ke ruangan inap VVIP
Tak lama Datang Herawati Nisa Ardi dan Baby twins
"Selamat ya nak" kata herawati
__ADS_1
"Terimakasih oma"
"Selamat ya sayang" kata mama Nisa
"Papa ikut bahagia atas kelahiran putrimu sayang" sambung ardi
"Terimakasih mah, pah"
"Yeee Vina jadi kakak"
"Vano juga"
"Anak anak kalian harus bantu mommy untuk menjaga adik kalian" kata Dexter
"Siap daddy" kata mereka kompak
Aleya tersenyum bahagia.. Tak lama Perawat pun mengantarkan Bayi mungil itu
"Heyy Kali ini babby mirip Aleya.."
"Benar mata nya, hidungnya, bibir nya. Tapi Muka nya sama seperti dexter" kata mama Nisa
"Oma, Apa oma sudah telfon mama Papa?"
"Sudah, Daffa Rania, Reynathan Riisa Danar, dan anak anak nya sedang kemari"
Melihat reaksi Devina yang diam saja. Devano yang iseng pun menanyakan
"Heh Devina Abhinaya kenapa kau diam saja, Saat tau uncle rey akan pulang kemari?"
"Heh kak Devano Abhirama itu bukan urusanmu!" kata devina
Devano pun mengedikan bahunya tidak mengerti,
"Dex, Kau sudah siapkan nama untuk putri kalian?" tanya Oma herawati
"Sudah oma.. Aleya yang bantu memilihkan"
"Siapa kata Mama Nisa"
"Embun Aulia Gayathri Rusdiantara"
"wah cantik sekali nama cucu amma" kata Mama Nisa..
__ADS_1
"Baiklah sekarang Aleya istirahat saja, Papa Akan bawa sikembar"
"Iya papa"