Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
part 3


__ADS_3

Tiba tiba ketika devina sedang melihat ke arah bawah, Ada kaki yang di bungkus Sepatu Hermes keluaran terbaru dengan Celana kerja yang elegan..


Awalnya dia biasa saja namun sepertiny ia mengenal sepatu yang di kenakan orang itu


Devina mendongakkan kepalanya, diapun kagett..


"D..daddy"


Dexter hanya menampakkan wajah datarnya


"Kalian berdua pulang" titah dexter pada cassie dan diandra


Diandra langsung pergi tanpa aba aba lagi, Sedangkan Cassie memilih izin terlebih dahulu pada dexter


"Om, Maafkan kami. kami salah, tolong jangan marahi devina, Kami yang mengajak devina untuk nonton" kata Cassie


"Pulang nak" Dexter agak sedikit lebih lembut


Cassie mengacungkan tangannya untuk bersalaman sambil pamit pada dexter


Dexter mengelus kepalanya cassie


"Kau anak yang baik, pilihlah teman yang membawamu ke arah kebaikan" pesan dexter


Cassie mengangguk dan pergi dari cafe itu.. Sedangkan Devina


"Dad..y ak..akk"


"Cepat pulang, ada mommy disini" titah dexter yang sudah lelah dengan tingkah laku devina. ini bukan pertama kaliny dia memergoki devina


Devina yang melihat sekeliling, dan melihat Aleya dan embun yang sedang membeli sesuatu segera berdiri


"Daddy akan membicarakannya di rumah. Pergi sekarang" titah dexter. Karena bagaimanapun, Devina tetaplah puteri kecilnya yang manja. Dia gak mau melihat kemarahan Aleya..


Devina membawa barang barangnya untuk segera pergi,,


"Mas"


"Iya sayang" menatap Aleya


"Beli apa nak" tanya nya pada Embun


"Mas tadi sedang mengobrol?"


"Tidak sayang,"


"Ayo pulang mas"

__ADS_1


"Sebentar kita mencari jam tangan dulu yu.. Embun ingin jam tangan baru kan?" tanya Dexter


"Enggak daddy. yang kemarin daddy belikan masih bagus" kata embun


Sejujurny Embun sama seperti Devano, Dia sangat sederhana dan tak terlalu menghamburkan uangnya


"Ehh mommy, mommy mau Beli tas. Katanya ada keluaran terbaru"


"Enggak daddy, Minggu lalu kan mommy sudah beli yang keluaran terbaru.. Ayo pulang"


"Ah iya, Embun mau beli buku dulu mom, dad"


"Buku apa nak?" tanya aleya


"Rumus Matematika mom"


"Ayo ke toko buku dulu"


Mereka pun pergi ke toko buku,, Sejak tadi dexter memilih beralasan begini dan begitu agar Devina sampai lebih dulu ke rumah..


Setelah membeli buku akhirny mereka pulang,,


"Mas, apakan Dekan Vina menelfonmu lagi? Atau vina berulah lagi?"


"Jangan bahas disini sayang"


Aleya mengerti, dia mengangguk.. Mereka lebih memilih percakapan yang lain, hingga mereka sampai ke rumah..


Di rumah..


Devina sejak tadi gelisah, Sejujurnya dia tak pernah melihat sorot mata Dexter seseram tadi..


"Bagaimana ini, Apakah yang vano bilang benar, jika diandra membawa pengaruh buruk padaku" kata Devina bergumam


Vina Melihat mobil dexter masuk dari gerbang


"Ya ampun aku takut sekali" katanya cemas..


Devina pun memberanikan diri untuk keluar, menyambut daddy dan mommy nya


"Daddy, mommy" Sapa nya


"Sayang, kau sudah pulang?" tanya Aleya. Sedangkan Dexter tetap datar menunjukan ia sedang marah


"Embun sayang, kamu ada tugas?" tanya dexter


"Ada daddy"

__ADS_1


"Sayang kamu temani Embun mengerjakan tugas"


Aleya mengangguk..


"Kamu keruangan kerja daddy. Tapi ganti dulu bajumu dengan yang berlengan" kata Dexter


Devina sejak tadi ketakutan


"I..iya daddy"


"Ada apa mas?" tanya Aleya


"Tidak apa apa sayang, pergilah temani Embun" titah Dexter


Aleya dan Embun pun segera pergi.


Dexter juga berlalu ke ruangan kerjanya..


Devina memakai Cardigan untuk menutupi dadanya yang terlalu terbuka.. Dia mengetuk pintu ruang kerja Dexter


"Dad..y"


"Masuk"


Devina masuk, dengan kepala yang menunduk


"Duduk"


Devina duduk di sofa masih dengan kepala yang menunduk


"Lihat daddy"


Devina masih tak berani untuk menatap dexter


"Lihat daddy Devina" Devina masih tetap menunduk


"Devina Abhinaya Alia" Dexter sedikit meninggikan suaranya. Untung saja ruangannya kedap suara


Devina pun menatap dexter dengan takut takut..


..


..


..


YUU LIKE, KOMEN DAN VOTEE

__ADS_1


__ADS_2