
Beberapa bulan kemudian
Embun sudah mulai kuliah di newyork, malam ini dia sedang menelfon Aleya
“mommy kangen”
“mommy aja baru nyampe loh ke indonesia nak” kata aleya
“mana kakak?”
“kakak sama daddy sedang ke kantor sayang, kamu kuliah yang bener biar jadi pinter kaya daddy yaa”
obrolan demi obrolan mereka lalui sampai akhirnya telfon pun tertutup
di indonesia
Aleya mau mengirim makan siang untuk dexter suami nya dan juga devano, dia pergi ke kantor dexter
“selamat siang bu” sapa para pegawai
Aleya tersenyum manis dan elegan
“bu bos makin cantik aja ya” kata salah satu pegawai membicarakan aleya
“iyalah punya suami bucin, punya anak baik baik semua pasti lah bu bos makin cantik, hidupnya juga enggak mikirin beras abis minyak abis di rumah”
“iya yah, enggak kaya kita gembel”
Aleya hanya tersenyum tipis mendengar obrolan para staf di lantai bawah
“selamat siang bu aleya” sapa andra asisten kepercayaan dexter pengganti kimmy
“bapak ada dra?”
“ada bu, sedang ngobrol bersama mas vano”
__ADS_1
Aleya menaiki lift khusus CEO
sesampainya di ruang kerja dexter, dia membuka pintu
“selamat siang mr chairman and mr CEO ku”
“mommy” kata devano
“kenapa enggak istirahat di rumah mom?” tanya dexter
“mommy bosan di rumah, devina ke bandung embun ke newyork, kakak sama daddy ke kantor” keluh aleya
“Daddy sedang mengajari mr CEO kita supaya daddy tetap di rumah menemani mommy, dan tidak perlu ke kantor setiap hari” kata dexter
“sudah ayo makan siang dulu, bibi yang masak sih.. tapi mommy yang request makanannya”
Akhirnya mereka makan siang bertiga di ruang kerja dexter yang sebentar lagi akan menjadi milik devano
..
beberapa bulan kemdian
“Bunda, adek boleh main ke mall bareng temen temen enggak?” tanya Embun
“Di temenin rean ya”
“enggak usah, kan sama temen temen”
“nanti kalo daddy mu telfon bunda gimana?”
“udah bilang kok sama daddy”
“terus boleh?”
“boleh bunda”
__ADS_1
“yaudah deh, inget jangan sampai telfonnya mati.. kalo ada apa apa langsung telfon bunda”
“okey
Embun pergi bersama teman temannya ke mall,
“kamu mau belanja apa mbun?” tanya salah seorang teman
“aku sih ikut aja”
“haha kalo kita belanja ke store gucci memangnya kamu bisa beli?” tanya salah seorang teman
“iya circle kita itu, circle kaya raya loh. kalo kamu mau gabung ya harus bisa minimal beli 2 tas dalam watu waktu”
“dia kan berasal dari indonesia, mana bisa membeli tas gucci apalagi sampai 2 barang sekaligus” sindir salah satu teman
“saya mampu loh beli 5 tas sekaligus” jawab embun yang sadar dia diajak hanya untuk di permalukan di sini
“halah, kamu kan berasal dari indonesia. orang tua mu punya apa sih”
“sial dia tidak tau sekaya apa dexter wiraditya rusdiantara” gumam embun
Embun hanya terdiam menahan kesal melihat teman teman satu kelasnya ini merasa menyombongkan diri
“kami mengajak mu kesini hanya ingin menyadarkan dirimu saja, jika di bandingkan dengan kami, kamu hanya butiran debu. jadi jangan so cantik di kelas” kata seorang teman sambil mendorong bahu embun sampai terhuyung ke belakang
tanpa sadar ada sepasang mata yang mengepalkan tangan melihat embun di perlakukan begitu, baru saja dia hendak menolong gadis manis itu tapi langkahnya terhenti karena ada yang sudah menolong embun terlebih dahulu
“Heh nenek lampir, lu jaga ya mulut lu. embun emang primadona kelas, kalo lu iri ya itu masalah lu” kata seseorang yang membela embun kemudian menarik tangannya untuk menjauh dari mereka
..
.
.
__ADS_1
Huh mereka tidak tau sekaya apa tuan dexter wiraditya rusdiantara, haha
adakah dari kalian yang masih ingat dengan mas kawin yang dexter berikan untuk aleya?????