
"Kalau vina siap malam ini"
Reynathan hanya terdiam, lalu tak lama ia pun bertanya
"Apa Vina benar sudah siap?"
Devina mengangguk
"Kalo kita sudah melakukan itu, Vina pasti Mengandung, apa Vina sudah siap juga memiliki momongan?"
"Vina sudah siap segalanya uncle, vina siap menjadi ibu. Hanya saja Vina takut"
"Kalau takut ya berarti nanti sayang"
"Vina takut gak mau udahan hehe" jawab Vina usil
Reynathan kaget mendengar ucapan Devina
"Nggak becanda. Vina takut suara rintih Vina jelek"
Reynathan lebih kaget lagi mendengar pernyataan Devina
"Vina kauuu"
"Hehe, aku suka baca artikel tentang malam pertama" kata Devina jujur
"Mas tau, kamu gugup Vin, tapi kamu ingin menutupinya. Ini yang buat mas sayang sama kamu" kata Reynathan
"Uncle, aku gak mau panggil Uncle mas, Tua banget deh kesannya. Mommy aja panggil daddy mas sekarang sekarang doang, dulu sampe Vina SMA mommy masih panggil daddy dengan sebutan hubby"
"Tapi kan jangan uncle juga sayang"
"Aku mau panggil ayang boleh"
"Boleh sayang"
"Yaudah, sekarang ayang mau ambil jatah ayang tidak, Kalo tidak...."
__ADS_1
"Singa mana yang tak mau di kasih daging sayang. Tapi Vina aktif banget deh"
Devina terdiam
"Tenang saja sayang, mas gak akan ambil sekarang. Mas tunggu sampai kamu benar benar siap sayangku"
"Tapi vina sudah siap dengan segala konsekuensinya" kata Devina
"Sayang, kamu mahasiswi kedokteran kan. kamu tau jika melakukan itu dengan ketakutan sangat beresiko."
"Dari mana ayang tau kalo Vina masih takut"
"Aku sudah bersamamu sejak kecil sayang, Sekalipun semesta telah memisahkan kita beberap tahun kebelakang, tapi aku selalu tau tentang dirimu"
"Jangan pernah pura pura lagi, itu sangat menyakiti aku"
"Tidak akan sayang, aku janji. Apa aku boleh ertanya seseatu padamu?" tanya Rey
"Boleh kok, kenapa?"
"Memangnya kamu takut kenapa?"
"Baiklah tidak udah katakan"
"Aku takut uncle kecewa karena aku gabisa muasin uncle nanti" kata Devina spontan
"Heyy, kenapa berfikir begitu?" tanya Rey lembut
"Aku menikahimu karena aku mencintaimu, bukan ingin menjadikanmu sebagai budak nafsu yang harus bisa memuaskanku" sambung reynathan lembut
"Maafkan aku uncle"
"Buang jauh jauh ketakutan yang seperti itu" imbuh rey
"Kalau begitu aku sudah sangat siap malam ini uncle" kata Devina
"kamu yakin?"
__ADS_1
Devina mengangguk..
Dan malam itupun mereka tidak jadi istirahat, mereka malah berolah raga.
Reynathan pandai membawa Devina melayang layang, devina pun bertanya
"Kenapa uncle seperti sudah berpengalaman? jangan bilang uncle suka melakukan itu saat di luar negeri"
"tentu saja tidak, kau ini.."
'Vina sempet sempetnya menanyakan itu di tengah tengah kegiatan begini' kata Reynathan dalam hati
"Sayang, apa kamu sudah benar benar siap melepas perawanmu?"
Devina hanya mengangguk
Reynathan mencoba melakukannya pelan pelan, dan akhirnya dia membobol pertahanan Devina
"Uncle pelan pelan" pinta devina yang sambil merintih
Rey mengangguk, dan akhirnya mereka melalukan permainan itu sampai larut malam
"Terimakasih sayangku"
Devina mengangguk dan
"Aku bahagia sekali bisa menyerahkan perawanku untuk orang yang aku cintai" kata Devina
"Aku juga sangat mencintaimu sayang, aku janji untuk selalu percaya padamu" kata Reynathan
"Sudah sekarang kamu istirahat yaa"
"Ayang juga"
Rey menngangguk dan ikut istirahat bersama Devina
..
__ADS_1
Maaf baru Up, Author baru sempet lanjutin tulisannya hari ini soalnya,
terus dukung author yaaa heheee