
Ketika di mall, Embun banyak sekali mengeluh karena tak ada devano, biasanya dia akan nyaman meskipun mengantar aleya keliling ketika ada Devano
"Embun, kamu mau nonton bioskop aja?"
"Tidak ada Film yang bagus"
"Lesu banget Ghaya cucu amma"
"Embun kesal ama.. Mommy melarang Embun ikut bersama kakak, Semalam saja sudah Embun tidak tidur bersama kakak, tidak ada yang memainkan gitar untuk Embun" protes Embun
"Sayang kamukan sudah besar sudah SMP, dan kakakmu Vano adalah laki laki, Di pelajaran Biologi di ajarkan bukan tentang Pria dan Wanita"
"Iya tapikan Embun gak mungkin mantap mantap sama kakak"
"Astaga Embun, mendengar dari mana kata mantap mantap begitu" kata Aleya
Embun menunjuk Devina
"Apa, Aku.. Aku tak pernah mengajarkan itu padamu" protes Devina
"Aku kan tidak mengatakan jika kaka yang bilang begitu. Tapi yang bilang si Diandra, dan aku mendengarnya" kata Embun
"Gadis itu benar benar membawa pengaruh buruk untuk keluarga kita" kata mama Nisa
"Aku akan merayu daddy agar kau bisa tidur sama kakak seperti dulu" bisik devina
Embun sudah akan berteriak, tapi mulutnya di bekam oleh Devina
"Jangan ribut, nanti kalo ketauan mommy bakal gagal, pasti nanti mommy merayu daddy lebih dulu" bisik devina
"Oke oke tapi kau janji kan?" tanya Embun dengan suara pelan
__ADS_1
Devina mengangguk
Setelah lama mengintari Mall, akhirnya mereka selesai dan akan pulang,
"Baju pernikahan sudah beres, tinggal WO nya" kata Aleya
"Ngak Usah pakai WO mommy, Aku kan cuma mau menikah sederhana saja, kita Dekor mandiri saja" kata Devina
"Tapi mommy ingin yang terbaik untukmu, Mommy sebenarnya ingin pernikahanmu seperti pernikahan mommy dahulu"
"Aku pernah melihat Album Album pernikahan mommy, dan itu sangat mewah, Memang pernikahan mommy adalah impian setiap Wanita, tapi aku ingin acara sederhana saja, Untuk pesta kan bisa nanti setelah daddy selesai membalas perlakuan Diandra, dan Uncle Rey selesai mengganti nama belakangnya" kata devina
"Sayang, kau sungguh anak yang baik. Untung saja Tuhan masih menyelamatkan mu dari kejahatan Diandra" peluk Aleya
"Oma, Ama, Embun mau ice cream"
"No Embun." larang Aleya
"Itu tidak baik untukmu Embun, kau bisa batuk pilek" kata Aleya
"Sudahlah Lea, biarkan cucu Mama ini makan Ice cream kesukaannya sekali saja" kata Aleya
"Anak mommy pintar juga, sengaja minta sama Oma sama Amma biar di belikan?" kata Aleya
"Kali ini aku berpihak pada Embun mom, Dari dulu mommy juga membatasiku makan ice cream"
"itu karena kalian tidak bisa makan ice cream anak anak.. Mommy kan suka buatin di rumah yang kandungannya baik" kata Aleya sedikit kesal
Embun dan Devina memeluk Aleya, sambil merayu
"Hmm baiklah baiklah, kalian boleh makan ice cream. Hanya satu"
__ADS_1
"Terimakasih mommy"
Rania, Nisa, dan Aleya duduk di sebuah Restoran untuk makan siang, dan Devina juga Embun sedang memesan Ice creamnya
"Kak, kau tahu?"
"Tidak, kau pikir aku ini peramal apa" kata Devina
"Judes!!" gerutu Embun pelan"
"Hmm baiklah, kenapa adikku sayang?"
"Aku sangat bahagia kakak seperti ini lagi. Aku dan kak Vano selalu menunggu saat ini datang, Kita merayu mommy bersama sama untuk meminta sesuatu, lalu kita bersama sama membeliny. Aku sangat bahagia"
"Humm Maafin kakak yaa dek, Kakak sayang banget sama kamu sama kak Vano juga" kata Devina hendak memeluk Embun
"Tidak, jangan peluk.. Ini baju di belikan daddy waktuu ke LA kemarin" kata Embun
"Lebay"
Dan akhirnya mereka tertawa bersama.. Aleya yang mengamati mereka tersenyum,
"Anak anakku sudah sangat besar, Aku senang di balik cobaan untuk Devina ini, bisa merubah Devina untuk kembali seperti dulu lagi" Ucap aleya dalam hati
Aleya mengambil Video, anak anaknya dari jauh, untuk di berikan pada suaminya, Dexter. Dia ingin membagi kebahagiaan ini dengan suaminya.
Rania dan Nisa yang melihat Aleya tersenyum ke arah anak anaknya pun ssma merasakan bahagianya..
..
LIKE LIKE AND KOMEN DONGGGGGG!!!!!!
__ADS_1
VOTEE JUGA CERITA AUTHORRR