Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
part 58


__ADS_3

Sore hari, Dexter dan Rey pun pulang ke rumah. Melihat rumah sepi, Dexter dan Rey saling masuk kamar masing masing


"Sayang" panggil Dexter


"Hubby, sudah pulang" tanya Aleya yang baru saja selesai mandi


"Sayang kamu keramas?" tanya Dexter


"Iya" jawab Aleya


"Haid nya udahan?" tanya Dexter


"Udah"


"Boleh dong yang gagal kemarin di bayar" kata Dexter


"Nanti malem aja ya. Sekarang kan udah sore, aku udah masak. kamu juga pasti cape, dan juga laper. Yu makan dulu, biar tenaga nya kuat" kata Aleya dengan senyum khas nya


"Vitamin aku kan dari kamu sayang" kata Dexter


"Kamu bisa aja. Sudah jangan gombal. Aku siapin air hangat ya, buat kamu mandi" kata Aleya


"Gak usah sayang. Aku mau pake air dingin aja, biar seger" kata Dexter


"Yaudah, mandi gih. Nanti kita turun ke bawah" kata Aleya

__ADS_1


Dexter masuk ke dalam kamar mandi, dan Aleya pun memoles wajahnya dengan bedak mahal nya.


Ketika Aleya sedang mengeringkan Rambutnya, Dexter pun keluar dari dalam kamar mandi


"Sayang, pilihin baju dong" kata Dexter


Aleya bergegas memilihkan baju untuk suaminya, padahal dia sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer


"Ini" kata Aleya sambil memberikan baju pilihannya


Aleya selalu bisa memilihkan baju untuk Dexter, dan Dexter selalu suka pilihan Aleya. Benar benar saling melengkapi


Dexter memakai baju di belakang Aleya. tapi tetap bisa terlihat karena pantulan dari kaca rias Aleya. Mereka sudah tidak malu malu lagi, mengingat usia pernikahan mereka yang sudah 23 tahun


Selepas memakai baju, Dexter langsung melempar handuk nya ke kursi tepat di samping ia berdiri.


"Apa sayang" tanya Dexter


"Kebiasaan" kata Aleya lirih tapi penuh penekanan


"Apa sih yang?" tanya Dexter


"Kamuu tuh bisa nggak sih naro handuk di gantungan yang udah aku siapin. Handuk basah kamu taro di sofa, basah lah sofa aku" Gerutu Aleya


Dexter yang baru sadar, Langsung memunguti 2 handuk yang ia lempar, lalu menaruhnya di kamar mandi. dan kembali lagi ke Aleya

__ADS_1


"Maaf yang, kan lupa" kata Dexter lalu duduk di samping kursi rias Aleya


"Bukan lupa, tapi kebiasaan kamu mah" kata Aleya


"Kamu cantik banget tau kalo rambut nya basah gini" kata Dexter yang mencoba mengalihkan pembicaraan


"Emang aku cantik dari dulu. Kalo aku jelek, kamu pasti nolak juga buat nikahin aku, apalagi pernikahan kita kan perjodohan. kita musuhan lagi dulu nya" kata Aleya asal


"Sayang, ko jadi bahas itu lagi sih. tapi emang bener sih, aku bukan cuma mandang fisik. tapi aku lebih mandang otak kamu yang, bisa cepet selesain pendidikan" kata Dexter


"Hubby aku mau bicara serius, ini soal Vano" kata Aleya yang mulai serius


"Kenapa?" tanya Aleya


"Vano tuh kayanya suka sama temennya yang nama nya bella"


"Iya terus? wajar kan cowok suka cewek" kata Dexter


"Masalahnya Bella itu berbeda agama nya sama kita" kata Dexter


"Hah?" Dexter kaget


"Kan kamu juga kagett.. ya makanya, bingung kan" kata Aleya


"Kamu omongin Vano aja pelan pelan sayang" kata Dexter

__ADS_1


"Aku bakal coba ya" kata Aleya


"Yaudah ayo turun" Ajak Dexter


__ADS_2