Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
Dexter dan Mama Rania


__ADS_3

"Devano Abhirama Wirayudha Rusdiantara dan Devina Abhinaya Alia Rusdiantara.."


"Maaf tidak menggunakan nama Rahardian pah" ucap Dexter pada Ardi


"Tidak apa apa nak.. itu hakmu, mereka anak anakm" Jawab ardi


"Nama yang bagus untuk cicit cicit oma" jawab Herawati tersenyum bahagia..


"Uduuu Devina Keponakan Aunty Icaa cantik sekali, hidung mancung dan pipi gembul.." puji Rissa


"Karena Aleya adalah ibunya, kalo kau ibunya sih aku tidak tau, mungkin hidungnya akan pesek sepertimu hahaha.." dexter tetawa keras


Risa mendengus sebal ke arah dexter. tak menjawab celoteh dexter, tapi dia melanjutkan memuji keponakan satunya


"Devano juga tampan sekali sayang, kau lucu dan sangat menggemaskan, Tidak seperti daddymu itu yang jelek dan menyebalkan"


"Heyy..." Teriak dexter


"Apaa!!!" jawab risa


"Kalian ini.. sudah besar, Sama sama memimpin perusahaan tapi seperti anak kecil. Oma jadi tidak yakin pada kalian ini"


Yaa, Rissa sekarang menjabat sebagai pemimpin perusahaan menggantikan Daffa yang pensiun, Sedangkan perusahaan Ardi diserahkan pada aleya, namun Ardi menyerahkan pada suaminya dulu saat aleya tengah mengandung..


"Oma Rusdiantara Corp kan maju sangat pesat saat dexter memimpin" Celah dexter tak terima


"Benar oma, cabang yang di newyork juga maju sangat pesat saat ica memimpin, dan nanti akan mengalahkan perusahaan kakak hahaha"

__ADS_1


"Sudah diam kalian berdua. Cucu mama berisik mendengar daddy dan aunty nya ribut terus"


"Kita sholat berjamaah yuu"


"aiya ayo"


Karena sudah menjelang subuh, Semuanya bergegas ke masjid untuk sholat..


Aleya di temani Rania, Karena Rania sedang berhalangan, sedangkan semuanya pergi ke masjid untuk sholat..


Selesai sholat merekapun memilih untuk membeli sarapan dulu, Di dekat rumah sakit.. atas saran dari Ardi dan Daffa


Tapi Dexter memilih kembali dan membungkus sarapannya untuk dirinya, Rania dan aleya..


Sampai di kamar rawat, dexter melihat istrinya terbaring di bed hospital.. dan kedua anaknya di box bayi, sedangkan Rania sedang duduk santai dengan tehnya sambil memainkan ponselnya..


"mah, sarapan"


Tiba tiba dexter teringat saat saat bagaimana aleya berjuang melahirkan Devano dan Devina, Dexter menitikkan air mata..


"Mahh" ucapnya lirih


"Iya sayang?" Rania yang masih mengerjakan sesuatu di ponselnya belum menatap dexter..


Saat ia menatap anaknya..


"Dex.. kenapa kamu menangis sayang" ucap Rania sanbil menaruh Handphone nya, Dan memeluk anaknya

__ADS_1


"Maafkan Dexter mah, Selama ini Dexter menjadi anak yang durhaka sama mama"


"Tidak nak.. kau adalah anak baik sayang"


Memeluk dan mengusap kepala anaknya yang sekarang sudah menjadi daddy itu


"Dexter minta maaf selama ini dexter mendiami mama.. dexter tidak pernah tau perjuangan mama melahirkan dexter.."


"Heyy sayang, Kau mendiami mama karena memang mama sama papa yang salah karena meninggalkanmu saat kau kecil untuk mengurus bisnis opa di luar negeri"


"Maafkan dexter ma, Dexter sekarang mengerti semuanya ma.. Dexter merasa bersalah sama mama dan papa"


"Mama sama papa sudah memaafkan dexter sejak awal nak.. mama sangat menyayangi dexter.. Sampai kapan pu kau tetap menjadi anak kesayangan mama"


Dexter menangis dalam pelukan Rania


"Sudah sudah, Ayo sarapan dulu.. Kemari biar mama suapi, untuk mengganti waktu hangat masa kecilmu yang telah mama dan papa renggut" ucap Rania


Akhirnya mereka sarapan dengan saling menyuapi..


Aleya tersenyum Bahagia melihat itu, sebetulnya dari tadi ia tidak tertidur, ia memejamkan matanya karena menahan ngilu,


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like n komen yaaπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2