
"Dek, udh beres sarapannya?"
"Udah ka"
"He gendut kau cepat, atau kutinggalkan kau"
"Vanooo" kata Aleya penuh penekanan
"Mommy, mommy liat sendiri kan. kalo vano itu selalu begitu sama aku"
"Vina kamu juga, ayo cepat sarapan dan jangan malas pergi ke kampus. mommy gak mau lagi denger daddy mu cerita kalau dapat telfon dari pihak kampus karrna kau tidak masuk kuliah lagi" kata Aleya penuh penekanan..
Devano dan Devina duduk di bangku Kuliah Sedangkan Embun baru kelas 3 SMP..
"Mommy, jika daddy pulang. Minta daddy menjemputku ya"
Devano dan Devina Masuk dalam kampus yang sama dengan Fakultas yang sama, Yaitu sama sama mengambil Fakultas Kedokteran, tetapi mereka dalam kelas yang berbeda.
Devina tumbuh menjadi gadis yang nakal, karena pengaruh buruk dari teman temannya..
Pagi ini Aleya Sarapan bersama ketiga anaknya, Sedangkan Dexter sedang meeting di luar kota sejak kemarin..
Embun si bungsu yang kalem dan tak banyak tingkah seperti Devano, Sangat manja pada daddy nya..
Devano Devina dan Embun berpamitan pada Aleya, dan merekapun berangkat untuk mengantarkan Embun ke sekolah lebih dulu
"Kak, aku pamit yaa," mencium tangan Dan juga pipi devano"
"Iya sayang, belajar yang rajin ya dek"
Saat devina hendak mengacungkan tangannya, Embun ogah ogahan
"Heeh Adik lucnut banget si lo" kata devina teriak dengan suara cemprengnya
"Embun tunggu" cegah devano saat embun hendak membuka pintu
"kenapa kak"
__ADS_1
"kenapa gak cium tangan mba vina"
"Aku males, tar mba vina nyonorin tangannya ke hidung aku" kata Embun, lalu berlalu pergi
"Dasar adik kurang ajar" kata devina kesal
Devano hanya tertawa saja melihat tingkah kembaran dan adiknya yang tak pernah akur itu
"Vano, turunkan aku di halte dekat kampus saja ya."
"Kenapa kau berhenti di halte?"
"Sudahlah"
"Kau mau bolos lagi ya?"
"Berisik kau vano"
"Bukannya sekarang kau ada jadwal pak Sadewa"
"Justru itu, aku malas ikut kelas dia"
"Bodoamat ih"
"Vina jangan keterlaluan. aku sudah banyak menutupi kebohonganmu pada mommy pada daddy"
"Aku tak sekolahpun harta mommy sama daddy gak akan habis vano. diamlah"
"Ketika kau tak bisa mengolahnya maka harta banyak pun akan sia sia Devina"
"Kau terlalu banyak bicara vano"
Tiba tiba ponsel Devina berbunyi, panggilan masuk
"Hallo dian"
...
__ADS_1
"Iyaa, Aku akan ke apartemenmu hari ini"
...
"Oke byeee"
Devina menutup telfonnya
"Vano turunkan aku di apartemen depan saja ya"
"Kumohon kali ini saja, Aku belum mengerjakan tugas pa sadewa, Apa kau tega membiarkan aku di buat jurnal 1000 halaman lagi oleh pa sadewa, dan kau akan repot karena aku pasti meminta bantuanmu"
"Kumohon vano, kali ini saja.."
"Bolosmu hari ini tidak akan menutup tugasmu devina"
"Aku akan mengerjakannya bersama dian, dian yang akan mengajari aku"
"Diandra temanmu yang bodoh itu tidak akan mengerti, kalau bahas belanja sama ngamal aja baru nyambung"
"Kan ada Cassandra, kembarannya. Cassi yang akan mengajari kami. lagipula mulut kau pedes banget sih"
"Baiklah. untuk kali ini saja"
"Iya"
"Janji padaku"
"Iyaa vano ih bawel banget si lo"
"Gunakan bahasamu dengan baik vina"
"Heem kakak vano tersayang"
Akhirnya Devina sampai di depan apartemen Diandra dan Cassandra,, Mereka bertiga adalah 1 geng, Dari mereka bertiga hanya Cassi yang pintar dan gak banyak bikin ulah. Diandra sungguh anak yang sangat membawa pengaruh buruk untuk devina. karena hasutan Diandralah devina menjadi suka bolos seperti ini..
ketika dian dan vina sedang clubbing sampai mabuk Cassie lah yang menelfon devano untuk menjemput, karena cassie tidak pernah meminum minuman keras..
__ADS_1
Ini baru percobaan, kalo Rame Aku lanjut