Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
jalan jalan malam


__ADS_3

Pagi hari


“Bangun dek, ayo keluar pagi”


“adek masih ngantuk, kakak sendiri aja” jawab embun yang masih setengah tidur


“Kakak tinggal pulang ke indonesia ya” ancam devano


“iya iya iya aku bangun nih” kata embun


“Ayo mandi dulu” titah devano


“kan nanti lari, nanti berkeringat”


“yang bilang mau lari siapa? kakak bilang mau keluar, ya naik mobil dong”


Akhirnya embun mandi, setengah jam kemudian dia turun dan semua nya sudah berkumpul untuk sarapan di bawa


“kemana bunda icha?” tanya embun


“sudah pulang sayang, sekarang cepat sarapan kita mau keliling lihat kampus” kata aleya


Embun menyetujui dan segera sarapan..


..


Newyork University


“wah keren sekali.. kalo begini sih embun mau kuliah di sini” kata embun berdecak kagum


“Kamu bener mau kuliah di sini?” tanya aleya


“Siapa yang nolak mommy”


“kemarin embun nolak”


“kan belum tau hehe”


“nanti jauh dari kak vano”


“kak vano akan sering ke sini tiap bulannya”


“Abis dong gaji dia sebagai dokter di rumah sakit”

__ADS_1


“kan daddy masuk orang terkaya di indonesia, mau bulak balik newyork setiap hari juga uang daddy enggak mungkin habis” kata embun


Aleya dan dexter hanya tersenyum


“daddy akan mengurus pendaftaran kuliah mu di sini melalui Asisten daddy” kata dexter


“sekarang kita ke rumah bunda icha”


..


Rumah Rissa


“sharas dan mas danar sudah berangkat kerja”


“tidak apa apa cha.. kakak cuma mau bilang, embun sudah setuju kuliah di newyork university, tapi kakak tidak mau dia tinggal sendiri, kamu mau kan menampung embun di sini?” tanya dexter


“tentu sajaa, tidak ada hal yang bisa membuatku menolak” kata risa


“Ahh embun seneng punya bunda sebaik bunda icha” kata embun memeluk rissa


..


beberapa hari kemudian


“sana kak, antar adikmu.. mommy sama daddy di rumah” kata aleya


Embun dan devano pun pergi jalan jalan


di rumah


“mom” panggil dexter


“hmm” jawab aleya sambil memainkan handphone nya


“Liat muka dong kalo di panggil” kata dexter kesal


Aleya segera menaruh handphone dengan logo apple di gigit dan memiliki kamera boba 3 itu


“apa sayangku suamiku tercinta?” tanya aleya menatap dexter dengan wajah manis nya seperti dulu sebelum memiliki anak


Dexter merajuk


“yasudah kalo merajuk, enggak jadi main kuda kuda an, padahal tadinya mommy mau ngajak mommy diatas” kata aleya sambil kembali memainkan ponsel nya

__ADS_1


Dexter segera tersenyum dan mengangkat tubuh aleya ke kamar, meskipun sudah hampir 30 tahun mereka menikah, mereka tetap romantis


(hanya pak dexter dan bu aleya yang tau mereka lagi apaa xixi)


“terima kasih sayang” kata dexter mengecup kening aleya


“sudah tua jangan suka merajuk” kata aleya


“kalo enggak merajuk kamu enggak begini” goda dexter


..


di pusat kota embun dan devano sedang nongkrong di cafe


“kak coba masuk situ yu” ajak embun


“heyy jangan berani berani coba masuk situ, kalo katauan mommy bisa abis kita” jawab devano


“kakak tau, aku sudah masuk tempat seperti itu sama daddy 5 kali” bisik embun


“WHATTT??” devano kaget


“jangan bilang bilang mommy, ini rahasia kita” kata embun


“yu lah gass dek hahah” kata devano


“kakak juga pernah kan masuk sini” tanya embun


“jadi rahasia kita berdua saja” kata devano


“okeyy” jawab embun


“hanya minum wine saja ya” kata devano


“kakak bisa kan mengendalikan diri?”


“awas kau yang akan merepotkan kakak nanti” kata devano


.


.


anak anak aleya sama dexter ini nakal nakal ya xixi

__ADS_1


__ADS_2