Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
part 35


__ADS_3

Keesokan Hari nya, Dexter dan Aleya mengantar Daffa Rania Nisa Ardi dan juga Risa Danar Sharas dan Rean ke Bandara


"Mama Hati hati ya, kalo udah sampe kabarin aku" peluk Aleya untuk mama Nisa kemudian mama Rania


Semuanya saling berpelukan dan berpamitan


"Mommy lea, Rean pasti akan sangat merindukan mommy" kata Rean


"Mommy juga akan sangat rindu sama Rean, Shara juga"


Mereka pun berpisah, hanya tinggal Aleya Dexter Reynathan Vina Vano dan Embun. Dexter mengajak Anak anaknya untuk pulang, tetapi


"Daddy" vina


"Mommy" embun


"Kami mau" vano


"Memberikan" embun


"Kado untuk daddy dan mommy" vina


"Sebagai Ucapan" embun


"Terimakasih kami karena" vano


"Daddy dan mommy" vina


"Selalu sabar mendidik kami" vano


Devina Devano dan Embun bergantian bebicara, Sambung kata


Aleya dan Dexter kebingungan dengan tingkah anak anaknya


"Kami menyiapkan kado liburan berdua untuk mommy dan daddy" ucap Devano


"Kaliann" Aleya berderai air mata, Dia tak menyangka Anak anak kecilnya akan memberikan kado semacam ini


Devano Devina dan Embun memeluk Dexter dan Aleya. Tak hanya Aleya yang mengeluarkan Air mata, Tetapi Dexter juga


"Anak anak kecil daddy sudah mulai Dewasa, Baru kemarin rasanya daddy mengantar mommy ke rumah sakit nak" peluk Dexter erat


"Mommy sama daddy ga boleh nangis, Embun sama kakak sudah menyiapkan semuanya"

__ADS_1


"Iya pesawat mommy juga akan berangkat setengah jam lagi" sambung Devano


"Untuk pakaian sudah di siapkan oleh Devina dan Embun" kata Reynathan yang baru bergabung sambil menenteng dua koper berisi pakaian


"Kalian benar benar sempurna menyiapkan ini anak anaku"


"maafkan daddy, harusnya daddy yang memberikan kado ini untukmu Dan Suamimu nak" peluk Dexter pada Devina


"Vina sama mas Rey sudah sangat bahagia sekali diizinkan menikah oleh daddy dan mommy"


Dexter memeluk Erat Devina,


"Gadis kecilkuu" ucapnya dengan nada sendu"


Sebetulnya Devina juga ingin menangis, tapi dia tidak ingin Dexter dan Aleya semakin terharu karena tangisnya


"Ayoo mom, pesawat mommy sama daddy sudah akan berangkat"


"Titip Embun ya kak" pada Vina dan Vano


"Tenang saja mommy" jawab Devina


Aleya sudah percaya kepada Devina, karena 10 hari sebelum dia menikah, Aleya melatihnya untuk merawat Adiknya, agar ketika memiliki anak, Devina tidak terlalu repot


Setelah semuanya pergi, anak anakpun kembali ke mobil dan berniat untuk pulang ke Bandung, tetapi Devano


"Sebaiknya aku sama Embun kembali ke Jakarta saja, kerumah daddy"


"Iya benar, biar gak ganggu kakak Vina juga"


"Tidak bisa. kalian harus ikut ke Bandung, Siapa yang akan menjaga Embun" cegah Vina


"Iya bener. kakak tidak izinkan kalian untuk tinggal di jakarta" sambung Reynathan


"Daddy sama mommy kan menitipkan Embun padaku"


"Dan aku bertanggung jawab untuk keselamatan kalian bertiga" Sambung Reynathan


"Tapi itu akan mengganggu kalian berdua" ucap Devano


"Ganggu apa, tidak ada yang terganggu. Sudah kakak jangan banyak alasan, Kalian ikut kami ke Bandung lagi"


Dan Akhirnya Vano dan Embun ikut kembali ke Bandung, karena jika Vina sudah bicara ia akan seperti Aleya, sehingga Kembaran dan adiknya tidak akan bisa menolak ucapannya.

__ADS_1


Ketika di perjalanan hendak sampai di rumah


"Kakak Aku lapar" kata Embun


"Yasudah kita makan siang dulu di restoran sebelah kita tinggal"


Mereka ber4 pun pergi ke Sebuah Restoran untuk makan siang


Ketika sudah sampai mereka masuk dan memesan makanan


Selesai makan


"Kak aku izin ke toilet sebentar ya"


"Biar kakak Antar" jawab Devina


"Tidak jadi ahh"


"Yasudah sana pergi sendirian, hati hati" jawab Devina yang mengerti kalau adiknya tidak pernah mau di antar ke kamar mandi sekalipun dengan Aleya


Sekembalinya Embun dari kamar mandi dia tanpa sengaja menabrak seseorang


"Aduhh" kata Wanita itu dan Embun yang sama sama terjatuh


"Adekk.. Adek tidak apa apa? apa ada yang sakit? sini biar kakak Bantu" kata Wanita itu, meskipun sama sama terjatuh ia memikirkan adek yang menabraknya


"Tidak apa apa kak. Saya minta maaf ya sudah berjalan tanpa hati hati"


"Tidak apa apa dek, lain kali lebih berhati hati lagi yaa" jawab nya lembut


Ketika hendak berdiri, Kaki Embun sakit, sepertinya terkelincir


"Aduh adek, Ayo kaka Bantu. Kakak Antar ke keluargamu"


"Terimakasih banyak kak"


Embun terpaksa menerima bantuan itu, padahal Aleya melarangnya untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak ia kenal, Tapi ia menilai jika wanita ini, wanita baik hati dan lemah lembut..


..


Ayoo siapa yang penasaran siapa wanita yang tolong Embun????


Like n komen lagi yaaa, yang mau tau kelanjutannya, see you

__ADS_1


__ADS_2