Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
Getir


__ADS_3

"Apakah itu istriku hah" Tanya dexter antusias, dia segera mengambil telefon dari tangan rissa


"Sayang. sayang kau dimana, kau tidak apa apa"


"Hubby. tolong aku hubby, Dia.. dia menculikku hubby.."


"Sayang, sekarang kau dimana sayang?"


"Aku tidak tau hubby.. Hiks..hikss..hikss"


"Sayang tenang, jangan menangis, kau adalah wanita tangguh, Sekarang tanya kepada orang di sekitarmu. kau dimana sayang"


"Sebentar hubby.."


Aleya segera bertanya pada orang yang lewat..


"katanya aku ada di Braga.. Hubby. aku takut"


"baiklah sayang, kau tunggu aku.. kau masuk ke Cafe terkenal di braga.. Jurnalrisa coffee, aku akan segera kesana sayang.."


"Aleya ada di Bandung, aku akan kesana sekarang"


Belum sempat ardi ataupun daffa berbicara dexter sudah berlari melenggang pergi untuk menjemput istrinya


"Ayo. kita susul dexter daff" Ucap ardi yang tak kalah khawatirnya saat putri semata wayangnya di culik orang..


"Kalian disini saja, jika dia menelfon Segera beritahu" Ucap daffa pada Rissa, rania, herawati dan Nisa


"Hati hati mas,,"


Merekapun segera menyusul dexter yang sudah entah kemana..


Disisi lain aleya memasuki cafe, atas instrupsi dari dexter..


Hubby.. aku takut.. cepatlah kemari..

__ADS_1


Dimas kembali memasuki gudang untuk melihat aleya..


Saat dia memasuki ruangan, aleya sudah tidak ada..


"Kemana cahaya. Kenapa dia pergi,, Di bisa dalam bahaya malam malam begini"


Dimas mencari aleya, Hingga dia sampai di Braga, Dia melihat aleya dari jendela cafe.. Sementara Aleya melihat mobil dexter. dia segera berlari keluar,, Namun saat di liar alangkah terkejutnya dia, Sudah ada dimas di pintu.. dia mencoba menghindar, berlari.. namun dimas berhasil menangkap tangan aleya..


Aleya berteriak..


"Hubby. tolong aku"


Dimas yang melihat kedatangan detxer segera membawa aleya kedekapannya, dia mengimpit leher aleya dengan tangannya..


"Lepaskan istriku Dimas prasetya!!" titah dexter


"Hahaha Tuan muda. Jika kau berani maju maka kupatahkan leher istrimu"


"Jangan. jangan sakiti istriku, Kau ingin apapun akan ku berikan.. kau ingin perusahaanku, aku akan menyerahkannya padamu. jangan sakiti istriku"


Aleya memutar otaknya agar bisa lolos dari dimas, Dia mengedipkan sesuatu pada dexter.. Dexter bertanya tidak mengerti menggunakan bahasa tubuh..


"Hubby. aku menaruh obatku do mobilmu, ambilkan hubby.. dimas terlalu kencang mencekik leherku hubby" dengan nafas yang terpenggal..


Dexter yang mengerti dengan tindakan aleya,


"Sayang tenanglah sayang.. kau bertahanlah"


melihat kedua pasangan itu panik.. dimas melepaskan cengkraman lengannya dari leher aleya.. Aleya terjatuh di lantai.. Dimas nampak khawatir terhadap aleya, Dia sangat tidak ingin menyakiti aleya.. saat dimas mulai lengah.. Aleya mengambil tanah dan melemparnya ke arah dimas, saat lepas dia langsung berlari ke arah dexter..


Daffa, Ardi, dan juga kimmy telah menelfon polisi.. Polisi segera menangkap dimas, dan membawanya..


Aleya berhambur memeluk dexter..


"Hubby" aleya menangis di pelukan dexter, nafasnya terpenggal penggal..

__ADS_1


Tak lama aleya pingsan di pelukan dexter, Semuanya panik..


"Sayang.. bangun, kau kenapa sayang" teriak dexter histeris


"Dex. ayo bawa ke rumah sakit saja" Titah ardi


Mereka membawa aleya ke rumah sakit terdekat..


"Cepat.. cepat, tolong istriku.."


Aleya di periksa di ruang UGD oleh dokter.


setelah dokter keluar


"Kenapa istri dan calon anakku dok. apakah mereka baik baik saja?"


"Istri dan anak anak anda baik baik saja tuan.. kandungan istri anda sangat kuat.."


"Maksudmu, anak anaku?"


"Ya tuan, kau anak kalian kembar. Biarkan istri anda di rawat untuk beberapa hari kedepan, Kami akan memindahkannya di ruang rawat"


"Terimakasih"


"Pah.." Dexter memeluk daffa dan juga Ardi..


"Selamat nak.. kau akan langsung memiliki 2 orang anak"


Dexter tersenyum bahagia..


Mereka memindahkan aleya ke ruang VVIP.. Daffa menelfon Rania agar mereka menyusul ke Bandung..


.


Maaf yaa konfliknya kurang greget, Aku tidak bisa buat konflik besar soalnya..

__ADS_1


__ADS_2