Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
part 23


__ADS_3

"Vano, Rean ayo sarapan dulu" teriak oma rania


Vano dan Rean pun masuk ke dalam..


Semuanya sarapan bersama, Di meja makan,,


Sementara di kamar, Reynathan sudah mulai bosan memainkan Handphone, Sejak setengah 6 sampai sekarang sudah jam 7 pagi Devina masih terlelap


Dia ingin turun bersama Devina, tapi istri kecilnya ini belum bangun juga.. Memang sih ini karena ulahnya, Semalam Devina tertidur pukul setengah 3 pagi


Rey mendekat ke arah kasur Devina, Dia mengusap pipi tirus devina, Karena perbuatannya Devina mulai mengulet,


"Embunn, kakak masih mengantuk" kata devina dengan mata terpejam


Reynathan tertawa mendengarnya


Mendengar Tawa Reynathan Kesadaran Devina pun mulai meningkat. Dia membuka matanya dan


"U..nclee, kenapa dis"


cupp..


"Morning kiss"


Devina teringat tentang samalam yang telah di laluinya bersama Reynathan


"jangan panggil uncle lagi"


"Heem,, ini jam berapa ayang?"


"Sudah jam 7 lewat"


"Apaa,, Kita melewatkan sarapan astaga.. kenapa tidak bangunkan aku" protes Devina


"Mana tega aku bangunkan kamu sayang"


"Yaudah aku mau mandi dulu"


Tapi Devina teringat kalau dia tidak memakai baju


"Ayang, ayang duluan aja kebawah nanti aku menyusul"


"Dari tadi aku nungguin kamu lho sayang, masa sekarang mau turun duluan"


"Yaudah ayang kesana dulu aja"


"Sayang, kamu ini kenapa masih malu malu. aku sudah liat semuanya tadi malam lhoo" goda Reynathan


Devina pun merasa malu,


Rey mundur ke belakang atas permintaan Devina

__ADS_1


Tapi setelah kakinya turun ke bawah


"Ahh"


"Kenapaa?"


"Gapapa, ayang hadep sana aja"


"Sakit ya.. yaudah ayo aku gendong"


"Gak usah.. aku bisa jalan sendiri ko"


"Tidak, tidak ada penolakan" kata Reynathan


Devina hanya bisa pasrah, dia di angkat oleh reynathan, sampai depan pintu kamar mandi


"Sudah ayang"


Tapi reynathan masih tetap berjalan sampai di bathub.


Rey menurunkan Vina di bathub,


"Aku tunggu di luar ya sayang, kalau sudah kamu bilang aja" kata Reynathan


Devina mengangguk. dan Rey pun keluar


"Sialan, Tubuh mungilnya membuatku keringat dingin" gerutu Reynathan


Dia mencoba menenangkan dirinya dengan meminum air dingin, dia tidak ingin memaksa istri kecilnya untuk melakukan itu lagi


"Sayang sudah selesai? kenapa tidak panggil aku?" tanya reynathan


"Sudah ayang, tidak apa apa"


Devina masuk ke dalam ruang ganti, dan tak lama dia keluar menggunakan rok se betis dengan kaos cantiknya


"Kamu cantik banget sayang"


"Ngarang, aku belum makeup loh"


"Kamu beneran cantik, Cantik natural" goda reynathan


Devina tersenyum mendengar gombalan Reynathan


Dia bercermin, dan melihat ada tanda merah di dadanya dan juga lehernya


"Ayang ini perbuatan ayang lohh. Gimana dong"


"Aku sudah memperhitungkan ko sayang, itu bisa tertutup rambut dan juga baju"


"tapi disini tidak ada hairdryer lohh, rambut aku masih basah" kata Devina

__ADS_1


"Sini biar ku keringkan pakai handuk"


Saat Reynathan mengeringkan Rambut Devina, Ia mengolesi wajahnya dengan sedikit make up seperti biasa


"Ayang aku malu mau turun ke bawah"


"malu kenapa?"


"Bangunnya siang, dan rambut aku masih basah begini"


"Tidak apa apa, toh kita sudah menikah"


Devina mengangguk dan diapun turun ke bawah bersama Reynathan


Saat mereka turun, pukul setengah 9 pagi, semua keluarga sedang duduk santai di ruang tamu


"Good morning everyone" sapa Devina ragu ragu


"Heii, morning sayang.. sini cucu amma sudah bangun" kata mama Nisa


"Vina sama Rey belum sarapan. Ayo kalian sarapan dulu, biar mommy antar ayo"


"Tidak usah mommy"


"Kau harus sarapan dulu vina" kata Aleya Tegas


"Maksud Vina, Tidak usah di antar mom. Biar aku yang siapin sarapannya Vina" balas Reynathan


"Baiklah, Vina Rey kalian sarapan dulu. lepas itu baru bergabung lagi kesini" kata Dexter


"Selamat makan sayang" kata Dexter lembut dengan senyuman manisnya pada Devina


Setelah Devina dan Reynathan pergi ke belakang


"Devina tidak beda jauh dengan Aleya dulu saat masih awal awal pernikahan dengan Dexter"


Dexer dan Aleya kaget dan menjadi salah tingkah mendengar ucapan mama Rania


"Iya, ketika menginap di rumahku saja mereka selalu malu malu mba dulu mah" Imbuh Nisa


Risa dan Danar tertawa


"Sudah puas ketawanya" kata Dexter


Semua terdiam, Lalu


"Ketika mereka kembali, jangan ada yang menggoda anakku Tentang rambutnya basahnya dan juga tanda di lehernya. apalagi kebiasaan mama seperti dulu yang selalu minta cucu. Aku sudah berada di posisi itu, Rasanya gak enak" Sambung Dexter


"Danar ayo kita susul anak anak dan papa bermain kuda. memangnya kau mau ikut ngerumpi disini" kata Dexter


Dia kesal dengan mamanya yang mengungkit masa lalunya

__ADS_1


..


Ayo like dan Komennn


__ADS_2