
“hallo ada apa rey”
“dad, devina pingsan dad” kata reynathan panik
“mungkin belum makan kali rey, vina kan emang selalu begitu” jawab aleya yang sedang berada di samping dexter
“devina banyak mengeluarkan darah mom. tolong kesini mom, rey panik banget” kata reynathan
“apaaa darah!!! kalian dimana sekarang?” tanya dexter
“rumah sakit xx di daerah banten”
Dexter dan aleya segera bergegas keluar ruangan dengan tergesa gesa
“daddy mommy kenapa terburu buru begitu?” tanya devano
“mana adik mu van?” tanya dexter
“sedang ke toilet bersama sekertaris daddy”
“jaga adikmu dan bawa dia pulang van. kembaranmu di bawa ke rumah sakit di banten” kata aleya
“devina kenapa mom?”
“mommy juga belum tau”
“vano sama embun ikut ya”
“Jangan. kamu kan tau sendiri embun kalo masuk rumah sakit gimana”
“yaudah mommy hati hati ya”
“terima kasih sayang”
..
Jarak jakarta dengan banten tidak terlalu jauh, apalagi sekarang sudah ada tol dan jalanan hari ini sangat lancar, jadi dexter hanya menempuh waktu selama dua setengah jam saja untuk sampai di rumah sakit xx yang di sebutkan oleh reynathan
“rey” panggil aleya
“apa kata dokter”
__ADS_1
“belum keluar mom, sudah hampir 3 jam tapi dokter belum keluar juga”
Dexter sudah menunggu dengan gusar, aleya beberapa kali menenangkan dexter
1 jam kemudian dokter pun keluar
“dokter, kenapa dengan anak saya?” tanya dexter
“wali passien mari ikut saya ke ruangan”
Reynathan dan dexter ikut dokter ke ruangan, sementara aleya menyusul devina di kamar rawat
di ruang dokter
“sebelumnya maaf, passien habis bermain apa di tepi pantai sampai ada benturan keras di perutnya?” tanya dokter
“istri saya meminta untuk bermain banana bout kemudian dia ingin bermain ombak. jadi sempat terjatuh dok”
“apa anda tau itu sangat berbahaya sekali untuk ibu hamil?”
“hamil?” tanya dexter dan reynathan berbarengan
“iya. apa bapak tidak tau jika passien sedang mengandung?” tanya dokter lagi
sementara di ruang passien
Devina sedang menangis di pelukan aleya
“Daddy” peluk devina ketika dexter datang
“Daddy sungguh aku tidak tau jika aku sedang mengandung” tangis devina pecah
“sudah tidak papa, ikhlaskan nak” peluk dexter
“hiks..hiks..hikss karena keegoisan mu bermain aku jadi mengorbankan calon bayi ku. seandainya aku mendengarkan apa yang di bicarakan oleh mas rey”
“sudah, jangan menyalahkan diri mu sendiri, ini takdir tuhan” kata reynathan memegang tangan devina
“Mas, aku minta maaf”
“ini bukan salahmu, tidak perlu minta maaf sayang” kata reynathan mencium kening devina
__ADS_1
Beberapa hari kemudian devina sudah pulih pasca kuret yang di lakulan oleh dokter dan pulang lagi ke jakarta
..
beberapa tahun kemudian, Embun sudah kelas 3 SMA
“Dek kamu harus kuliah ke keluar negeri. di amerika tempat daddy kuliah dulu” kata dexter
“enggak mau dipisahin sama kakak” protes embun
“adek, kakakmu ini sudah mau menikah loh, sudah gede masa masih manja aja” kata aleya
“adek gamau tinggal sendirian mommy, kalo adek di culik sama orang amerika gimana?” tanya embun
“lebay” kata devina
“oke di luar negeri, tapi kakak vano ikut ya”
“adek, kakak kan harus kerja ke rumah sakit, harus ke kantor daddy juga” kata aleya
“Adek gabakal sendirian, embun akan tinggal di rumah bunda icha, sama sharas dan rean” kata dexter
“hufttttt” kata embun kesal lalu pergi ke kamarnya
“Assalamualaikum” sapa devano yang baru pulang dari rumah sakit
“waalaikumsalam” jawab semuanya
“kenapa nih rame rame?” tanya devano
“Adik mu van, daddy mau dia kuliah di newyork, tapi enggak mau pisah sama kamu” jawab dexter
“biar vano yang bujuk” kata devano
“van, kapan kamu mau ngenalin perempuan ke mommy? kapan kamu mau menikah van?” tanya aleya
“mom ayolah jangan bahas itu”
“Van, usia kamu sudah 27 tahun, usia mommy sudah kepala 50, mommy mau liat pernikahan anak sulung mommy”
“huftt vano cape mau istirajat dulu” kata devano meninggalian ruang tamu
__ADS_1
“persis seperti embun kalo lagi ngambek” kata aleya geleng geleng kepala