Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
Keluarga Baru


__ADS_3

Setelah James dan Ayu di kebumikan. Keluarga Rusdiantara berkumpul di Ruang keluarga, Tentunya di tambah satu anak laki laki yaitu Rey..


"Rey, Panggil om dengan sebutan papa yaa. Dan panggil tante Rania dengan sebutan mama" Kata daffa


Rey kecilpun mengangguuk..


"Ini adalah keluarga barumu rey, Jangan sedih yaaa.. Panggil kaka dengan kak aleya, dan suami kakak dengan kak dexter. Dan ini anak anak kakak" ucap aleya sambil menggendong devina


"Siapa nama anak kak aleya?"


"Devano Abhirama wirayudha Rusdiantara dan yang ini Devina Abhinaya Alia Rusdiantara" jawab aleya..


Mereka berhasil meyakinkan Reynathan, Jika dia tidak bersalah atas kematian ayahnya.. Awalnya Rey Sangat terpuruk, Tapi dexter dan aleya yang cerdas mampu meyakinkan Rey..


"Mama mengantarkan Oma dulu ke kamar. suteng lagi libur hari ini" kata mama Rania


"Papa juga akan istirahat ke kamar, Rey kalo mau istirahat tidur di kamar rey yaa., Yang kemarin rey tempati" ucap daffa


Kemarin setelah berita kematian James dan Ayu, mereka membawa Rey untuk pulang ke rumahnya..


"Rey nggak ngantuk papa"


"Rey mau main sama ka aleya" kata bocah kecil itu


"Rey main sama ka dexter sama baby vina yaa.. kak aley mau nidurin vano dulu" ucap Aleya..


"Iya kak"


"Ayo keatas rey." ajak dexter


Dexter Devina dan Reynathan bermain di tempat bermain anak anak..


"Kakak Vina cantik sekali"


"Karena kak aleya juga cantik" kata dexter


"Aku akan menikahinya nanti" Ucap reynathan kecil


"Kau unclenya rey. Vina keponakanmu" ucap dexter


"Rey cinta sama vina kak"

__ADS_1


"Masih kecil, Gak boleh cinta cinta an"


"Rey juga cinta sama kak aleya, dan papa"


"Sama kakak tidak?" tanya dexter


"Cinta juga, Rey cinta semuanya"


"Itu namanya Cinta untuk keluarga de, Tidak boleh menikah, Vano sama Vina itu keponakan Rey" kata dexter


obrolan mereka terhenti karena tangisan Vina


"Sayang kenapa?" tanya dexter


"Vina gak boleh nangis, Uncle sayang vina" ucap reynathan kecil..


Dan devina pun terhenti..


Mereka bermain bersama di ruang bermain..


.....


8 tahun kemudian


"Sekolah rey hari ini libur mah" Ucap reynathan


"Libur apa? Jangan bilang kamu mau bolos. mama gak suka" Ucap Rania


"Benar mah, Sekolah rey sedang di liburkan hari ini" Ucap daffa


"Baiklah, baiklah.. kalau begitu kamu ikut kakakmu ke kantor.." ucap Rania


"Omaa, Vina sudah cantik kan?" Tanya Devina yang baru turun


"Kau sangat jelek Vina. Rambut kepang dua begituu" Ejek devano


"Mommy" Teriak devina


"Vano.. Tidak boleh mengejek adikmu sayang" Kata aleya lembut


Devina menjulurkan lidahnya ke arah devano

__ADS_1


"Ayo cepat. anak anak daddy sayang. Kalian harus segera berangkat ke sekolah"


"Ayooo, Vina sudah beres"


"Vano duduk di depan sama daddy" ucap devano


"Nggak. Vina yang sama daddy"


Lagi lagi Vina dan Vano kembali bertengkar..


"Uncle Rey yang duduk di depan sama daddy. Vina sama Vano belum boleh duduk di depan" Ucap dexter


"Hufftt Daddy. Vina gak mau sekolah lah" Ucap devina merajuk.


"Pekan depan Daddy sama mommy mau ke rumah aunty icha di newyork. Siapa yang mau ikut" Ucap dexter


"Vinaa"


"Vano"


"Berarti kalian harus nurut apa kata daddy dan Harus sekolah, Kalian juga gak boleh berantem"


Vina langsung memeluk Vano dan mencium pipi kakaknya itu


"Vina sayang kakak. Ayoo" Ucap devina dan langsung berlari pergi keluar rumah. Refleks Dexter mengejar putrinya


Vano menggosok pipinya yang bekas di cium Vina..


Aleya Rania dan Daffa tertawa melihat kelakuan Vano


"Rey ajak Rama, keluar"


"Ayo uncle gendong"


"Vano mau jalan aja" Ucap Devano meninggalkan Rey


"Mah pah lea kedepan dulu yaa" Pamit aleya


Di depan..


Rey vano dan vina sudah masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"Sayang aku berangkat yaa" ucap dexter pada aleya sambil mencium aleya


"Hati hati Daddy.." Kata aleya mencium tangannya.


__ADS_2