Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
Berhasil kabur


__ADS_3

Jarak dari Bandung ke jkt tidaklah jauh..


Herawati pulang ke rumah Dexter. dia melihat cucunya terduduk di lantai dengan keadaan yang tak beraturan.. Sekertaris kim masih setia berdiri di belakang dexter...


Herawati dapat merasakan rasa sakit yang dexter alami, bagaimana tidak. Jika angela wanita ****** itu saja dapat membuat dexter hancur.. apalagi aleya yang jelas jelas istri sah nya dan juga cintanya yang sedang mengandung buah cinta mereka..


"Sayang.. kau harus tegar nak, kau harus bangkit. jika bukan kau siapa yang akan mencari istrimu.."


"Oma. ini semua salahku, aku meninggalkan lea sendirian oma.." dexter menangis


"Kendalikan dirimu dex. kau harus bisa mengatasi ini, kau harus bisa menyelamatkan istri dan juga calon anakmu.. Dimana dexter yang tidak pernah gentar terhadap apapun. bangkit sayang, sebelum papa dan mertuamu kembali kau harus sudah mulai normal dex. kau harus sudah punya rencana untuk menyelamatkan istrimu"


"Oma benar. Jika aku begini, siapa yang akan menyelamatkan aleya."


Tak lama ponsel dexter berdering kembali. terdapat sebuah panggilan video. ketika dexter menolaknya, orang itu mengirimkan pesan


Saya hanya ingin kau melihat istrimu. Jika tidak mau tidak masalah. Siapkan berkasmu dari sekarang


Dexter segera menelfon kembali nomor itu..


"Tuan muda dexter. sepertinya kau sangat kacau melihat istri tercintamu ini dalam bahaya"


"Jangan berani sentuh istriku. atau kau akan hancur lebur di tanganku sendiri Dimas prasetya!!" ucapnya penuh kemarahan..


Dimas mengarahkan hpnya ke arah aleya.. aleya segera berteriak..

__ADS_1


"Hubby tolong aku hubby. selamatkan aku hubby"


Dimas langsung mematikan ponselnya, Ketika dexter mencoba menelfon lagi. nomornya sudah tidak aktif, Dexter marah dan membantingkan hpnya ke sembarang arah hingga hancur..


"Dex. kendalikan emosimu!!" Titah herawati. Sungguh baru kali ini dia melihat dexter penuh amarah ketika menghadapi masalah..


"Kimmy. tolong kau belikan dexter ponsel baru dan isinya tidak boleh kurang sedikitpun kimm" titah herawati..


Disisi lain..


Dimas ada rasa iba melihat cinta pertamanya itu di ikat di kursi.. Tangan putihnya membiru bekas talinya..


Dimas melepaskan tali yang mengikat tangan aleya.. namun tidak dengan kakinya


"Jangan banyak bergerak, atau bayimu akan merasa sakit"


Malam hari dimas membawakan makanan yang dulu menjadi favorit aleya di sekolah.. Nasi jagung..


"Makanlah"


Aleya tetap diam tak bergeming


"Aku tidak mencampur apapun dalam makananmu. Jika kau tidak perduli terhadap dirimu. setidaknya kau perduli terhadap bayi yang kau kandung"


"Perduli apa kau pada anakku. Pergi, aku benci melihatmu ada disini"

__ADS_1


Sebenarnya dimas tidak tega melihat aleya seperti ini, hanya saja dendam di hatinya sudah sangat meliputi dan menutup sisi baiknya terhadap rusdiantara..


Dimas keluar, dia menjaga dari luar ruangan.. Dia tidak ingin membuat aleya menjerit jerit karena ada dia di sampingnya..


Aleya mencoba melepaskan tali yang mengikat di kakinya. sungguh sangat susah, Karena perutnya sudah mulai membesar..


Setelah dia berusaha. akhirnya ikatan di kakinya dapat terlepas.. Dia mencoba mencari cara agar bisa keluar dari tempat ini..


Aleya menemukan celah jendela, Dan dia berusaha keluar.. Akhirnya dia bisa keluar dari sekapan dimas...


Aleya berjalan menelusuri jalan raya, Dia tidak membawa ponsel.. dan akhirnya di menemukan ponsel umum, Dia mencoba menelfon dexter namun ponsel dexter tidak aktif..


"Yatuhan, dexter kemana.. aku tidak mengingat no yang lain lagi.."


Dia mencoba menelfon nomornya sendiri.. Dan di angkat oleh herawati


"Hallo"


"Icha, ini kakak cha.. tolong kakak, kakak sudah berhasil kabur dari sekapan dimas. tapi kakak tidak tau sekarang kakak dimana cha.. kakak menelfon dexter, tapi hp nya tidak aktif"


"kak aleyaa.."


Semua keluarga yang sudah berkumpul kaget mendengar Rissa menyebut nama aleya


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like n komen yaa, biar author semangat up👍👍👍👍


__ADS_2