
Aleya masuk kedalam kamarnya dan duduk di meja riasnya. Tak lama Dexter menyusulnya masuk
"Sayangg"
"Kali ini aku gak mau denger kamu hubby"
Dexter langsung memeluk Aleya,
"Sayang, aku ngerti perasaamu. Devina memang tetap menjadi anak kecil kita, Tapi sebelum ia menikah kita kan sudah beri dia amanat agar mengikuti perintah suaminya, Jangan buat dia ada di posisi dilema sayang"
"Tapi devina belum bisa apa apa hubby"
"Sayang, bukankah dulu kita baru menikah dan aku memutuskan untuk tinggal sendiri kamu juga belum bisa apa apa"
"bagaimana kalau Rey pergi dinas keluar kota. dulu tempat tinggal kita gak jauh dari rumah Oma, Jadi aku bisa pergi ke rumah oma. Tapi vina, mama kan mau keluar kota"
"Sayang masih hanya untuk sementara saja gak selamanya Devina dan Reynathan tinggal terpisah. Dan Rey juga akan aku cuti kan, Jadi biar mereka bisa memiliki waktu untuk mengenal satu sama lain"
"Mereka kan sudah kenal dari kecil"
"Mereka terpisah lama sayang, jadi harus ada pengenalan ulang di antara mereka berdua"
"Tapi hubby.."
"Kamu percaya kan sama aku. Gak mungkin aku atau Rey membiarkan Orang semacam Diandra datang lagi. aku tau kamu khawatir masalah itu kan"
"aku takut hubby"
"Percaya sama aku"
Aleya masih terbengong
"Dulu kamu pernah merasakan dilema juga kan sayang, antara ikut aku dan gak mau jauh dari mama Nisa?"
"yaudah tapi janji Kalo Vina akan kembali ke jakarta dan tinggal bersama kita"
"Iya sayang, Sekalipun mereka akan memiliki rumah sendiri, aku akan menjadi seperti oma. Aku yang akan membelikannya langsung di samping rumah kita" jelas Dexter
__ADS_1
"Sekarang ayo keluar lagi"
Aleya mengangguk dan dia ikut keluar bersama Dexter
Di ruang sarapan,
"Apa dexter berhasiil membujuk Aleya"
"Daddy selalu bisa menaklukan hati mommy" kata Embun
"Benar sayang, daddy mu itu memang pintar kalo masalah merayu" sambung Risa
"Jangan lupa bunda, Daddy juga pintar mengelabui lawan bisnisnya dengan segala taktiknya"
"Iya deh, daddy kalian memang sangat pintar segalanya" kata Risa sambil tersenyum
"Mah pah maafin lea ya" kata Aleya meminta maaf
"Rey, mommy mengizinkan kalian jika ingin tinggal berdua. Tapi tolong jangan pernah tinggalkan Devina dan jangan pernah memberikan ruang untuk orang semacam Diandra" pesan Aleya
"Siap mi. Rey pasti akan jaga Vina semampu rey"
"Kan bisa kerja dari rumah dad"
"Gak usah, Kalian fokus aja buat cucu untuk kami" kata dexter
"Daddyyyyy" protes Devina dengan pipi semarah tomat
"Dex, Pesankan tiket untuk kami, kami ingin berangkat besok" kata papa Daffa
"Pah apa tidak terlalu cepat" protes mama Rania
"Kebetulan papa sama Ardi mau ketemu temen kampus kita dulu, dia sedang berada di singapur hingga Lusa, jadi besok kita harus pergi ke singapura"
"Siapa temen papa" tanya mama Rania
"Ran jangan kepo" kata papa Ardi
__ADS_1
"Para orang tua sedang flashback masa lalu" bisik Dexter pada Aleya, lalu Aleya tersenyum dan memukul bahu suaminya
"cha kamu mau sekalian aku belikan tiket"
"Eleh palingan suruh Andra"
"Mau atau tidak"
"Gak usah deh, biar mas danar aja yang beli. Iya kan mas"
"Gapapa biar sekalian ca," Saran Aleya
"Yaudahh"
"Tadi so soan nolak" sindir dexter
Risa hanya mencebikkan bibirnya saja
"Bunda sama daddy sudah tidak lagi muda juga masih aja adu mulut" protes shara
"Iya bener" kata Rean dan Embun bersamaan
"Udah udahh" kata Aleya menengahi
"Kalau begitu Ica sama anak anak kembali ke new york besok jug aja, Biar sama sama. Papa mama sama tante dan om pergi ke singapura, aku mas danar sama anak anak kembali ke newyork, kaka, kak aleya san anak anak kembali ke jakarta"
"Bunda, Rean mau tinggal di jakarta sama mommy lea"
"Nggak Rean, kamu jangan alasan. Kamu harus sekolah" kata Risa
"Yah bundaa mah gitu"
"Rean sayang, kan nanti bisa main ke rumah mommy ketika libur telah tiba. mommy juga gak izinin kalo rena main ketika ada kelas, Mommy akan marah sama rean kalo sampe tinggal kelas" kata Aleya lembut
"Iya deh mommy" jawab Rean setuju
..
__ADS_1
Jangan lupa like n komen yaaaa