Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
part 27


__ADS_3

Devina berjalan menuju kamarnya di atas, yang mana Reynathan sudah menunggu..


Sore tadi Reynathan sebetulnya ingin menyusul tapi di cegah oleh Dexter, dan menyruh Rey untuk menunggu saja


Devina membuka pintu kamar dengan hati hati. Dia melihat ke arah Kasur tapi ternyata Rey tidak ada, lalu dia masuk dan menghembuskan nafasnya


"Dari mana?" tanya Rey yang tiba tiba muncul di hadapannya


Devina sontak terkaget kaget


"Ahm.. ay..ayang ngagetin aja hehe" kata Devina gugup


"Duduk" Titah Reynathan


Devina menurut dan duduk di kasur


"Dari mana?" tanya Rey


Jujur Baru kali Devina melihat Rey yang begitu seriusnya ketika bertanya, dia merasa sedikit takut. Dia takut Rey akan meninggalkannya lagi seperti dulu. Karena nada bicara Rey yang terlalu Keras Devina mulai menangis dalam diam


"Heyy kenapa menangis?" tanya Rey


"Aku minta maaf, karena pergi tanpa seizin uncle. Vina janji tidak akan mengulangi lagi, tapi jangan pergi tinggalkan Vina"


"Kenapa berfikir aku akan meninggalkanmu sayang?"


"Vina takut, terakhir kali uncle berbicara keras saat mengatakan bahwa uncle tidak mencintai vina lagi" kata devina sambil sesenggukan


"Tentu saja tidak, Aku daddy mommy dan semua kalang kabut mencarimu juga Vano dan Embun. Kenapa kalian pergi tanpa izin kami" jelas Reynathan


"Aku ada misi dengan saudara saudaraku uncle hiks..hikss..hikss"


"Sudah hapus air matamu, mas tidak suka melihat mu mengeluarkan air mata" kata Reynathan


"Tapi uncle maafin vina kan?"


"Jangan ulangi lagi, jangan pergi tanpa izin"


"Vina janji"

__ADS_1


Reynathan memeluk Devina


"Kalo boleh tau, ada rencana apa vina sama vano dan juga Embun"


"Ini rahasia, uncle. Hanya kita bertiga saja yang boleh tau. Ini kejutan untuk mommy dan daddy"


"Hmm baiklah, Mas percaya padamu. Tapi jangan macam macam ya"


"Tidakk koo, ada Vano juga. Vano anaknya jujur banget, tadi pas keluar aja sebenernya dia enggak mau karena takut sama mommy, tapi aku dan Vina yang memaksa hehe"


"Ooh jadi istri kecilku ini yang jadi biang keroknya" sambil menggelitik Perut Devina


"Ampun uncle ampun hahahahahah" Devina tertawa


Rey bahagia melihat Devina tertawa bahagia seperti ini.


"Karena kau pergi tanpa izin dari orang rumah kau harus di hukum?" kata Reynathan


"Hah?" Devina bingung


"Iya kau harus di hukum" kata Reynathan lebih jelas


Setelah dia keluar selesai mengganti baju, dia keluar dengan baju tidur seperti biasa


"Ayo uncle"


"Siapa yang bilang jika hukumanmu memijit kakiku, sayang" kata Reynathan


"Lalu apa?" tanya Devina bingung


"Olah raga"


"Aku tidak suka ngegym" devina polos


"Ahh, em baiklah ayo besok aku temani. Sekarang istirahat saja" Sambung Devina


"Olah raga malam"


"Hah?" devina sangat bingung dengan ucapan Rey

__ADS_1


'Entah harus sedih atau berntung Diandra tidak mengajarkan hal semacam ini kepadanya. Dia sangat polos sekali' kata Reynathan dalam hati


"Kemari sayang, berbaring di sampingku"


Devina merangkak dan berbaring di samping Rey


"Olah raga seperti kemarin malam sayang, Disini, diatas kasur" bisik Reynathan di telinga Devina


Devina yang kaget hanya memandangi Reynathan


"Apa itu hukuman untukku?" tanya Devina


Rey mengangguk, lalu melihat raut wajah Devina yang berubah


"Kenapa?? jika tidak mau tidak apa apa, aku hanya becanda sayang"


"Memangnya Mas tidak takut aku akan selalu berbohong agar mendapat hukuman begini" bisiknya di telinga Reynathan


"Sayang, kamu barusan panggil aku apa?"


"Mas"


"Aku sangat senang sayang"


"Aku mau hukumanmu tapi dengan satu syarat"


"Apa?"


"Lampunya matikan"


"Hmm baiklahhh


...


Terimakasih ya temen temen sudah setia menunggu,, Dan terimakasih yang sudah mensupport author, kata kata yang paling menyentuh untuk author tetap semangat adalah support dari kalian


Luvv semuanya,


Dan terimakasih untuk mba Lastisa sudah memberiku supporttnya

__ADS_1



__ADS_2