Dokter Dan CEO

Dokter Dan CEO
Devina lahiran


__ADS_3

“Apakah kau mengenalku?”


“tentu saja, kalau tidak salah kau anna sofia”


“yaps betul, aku adalah anna”


“anna terima kasih telah menyelamatkan aku”


“mereka adalah teman SMA ku, kerjaan mereka dari dulu memang suka membuli gadis yang lebih cantik dari mereka, karena mereka iri padamu”


“aku tak menyangka” jawab embun sambil tertawa


“kau harus belajar mengenal karakter orang di sini embun”


“baik lah, aku salah menilai mereka tapi sepertinya aku tak salah menilai orang yang di depan ku ini adalah orang baik” kata embun berterus terang


“bagaimana jika aku seorang penjahat?”


“maka aku adalah teman seorang penjahat haha” jawab embun


“kau gila” jawab anna sambil tertawa


“jadi bagaimana? bersedia menjadi sahabatku?” tanya embun


“kau harus membayar banyak uang mau menjadikan aku sebagai sahabat”


“aku akan membawa mu lebih dulu ke indonesia agar kau tau sekaya apa daddy ku, baru lah aku akan membawa geng mereka setelah itu haha”


Akhirnya embun dan anna berteman baik


..


Di indonesia


Kandungan devina sebentar lagi akan lahir,


“kak aku ngidam, ayo dong. emang nya mau punya keponakan ngeces?” tanya devina


“suruh saja suami mu” jawab devano kesal


“ayolah kak, anak ku mau nya kakak yang ambil”

__ADS_1


“jangan kambing hitamkan keponakan ku” jawab devano


“mommy ihh kakak gamau beliin”


Aleya tertawa


“kak adikmu lagi nyidam katanya” kata aleya sambil tertawa


“yasudah van belikan saja di supermarket” kata dexter yang ikut tertawa juga


“enggak mau, mau yang di pasar


“vin anak mu kalo nyidam yang berkelas dikit napa sih, dia itu cucu pertama Dexter wiraditya rusdiantara masa nyidam pengen mangga pasar” keluh devano


“mau punya keponakan ngeces terus?” kata devina memasang wajah pura pura sedih


“Hah ya baik lah, akan aku beli kan. awas kalau tidak kau makan”


“yeayy thank you” peluk devina pada lengan devano


“kau selama hamil sangat merepotkan aku ketimbang suami mu. seperti ada dendam pribadi” sinis devano


setelah mendapatkan, dia kembali ke rumah, devina memakan dengan lahap dan semua orang yang melihatnya ikut senang


“Aduhh”


“kenapa sayang?” tanya reynathan


“perutku sakit mas, sepertinya sedang kontraksi”


“ayo bawa ke rumah sakit, cepat cepat” kata dexter panik


“tenang saja dad” kata devano dan aleya berbarengan


“sudah hilang sakitnya” kata devina tiba tiba


“tuh kan, itu namanya kontraksi palsu” kata devano


“aduh duh, sakit lagi. ini lebih sakit” kata devina


“kak rey, bawa ke rumah sakit yu. takutnya ini beneran kontraksi” ajak devano

__ADS_1


Devina di bawa ke rumah sakit milik keluarga rusdiantara


“Vit, tolongin anak gue vit” kata aleya panik pada dokter vita, dokter yang memeriksa kehamilan aleya saat mengandung devina dan devano juga embun, hanya saja dulu masih ada dokter senior yang membantu, sekarang vita yang menjadi dokter seniornya


Berjam jam semuanya menunggu kabar, menunggu dokter keluar dari ruang oprasi


Devina menjalani proses persalinan secara cesar


“Sanar rey, duduk aja. banyak banyak berdoa” kata aleya melihat menantu nya kelimpungan bulak balik di depan ruang oprasi


3 jam kemudian, vita keluar dengan senyum bahagia nya


“Tunggu ya, mah di pindahkan ke kamar rawat dulu” kata vita


“dad, cucu kita udah lahir” kata aleya pada dexter


Dexter tersenyum bahagia mendengarnya


Di kamar rawat VVIP


“Leee selamat yaaa, udah jadi nenek nenek muda nih” kata vita


“gue seneng banget vit”


“gue juga ikut seneng le, akhinya kita berdua sudah jadi nenek nenek” kata vita


Reynathan meng adzani baby nya, sementara devina masih belum tersadar efek bius nya


Dexter dan devano duduk di kursi, bahagia melihat baby kecil mungil berkulit putih, tampan dan sehat


“Jadi vano kapan nih nyusul punya istri?”tanya dokter vita


“belum ada yang beruntung yang bisa dapetin vano tan” jawab devano


“widih ponakan tante keren jugak” jawab dr. vita


.


.


Selamat ya Devina dan Reynathan atas kelahiran putra pertamanya

__ADS_1


__ADS_2