
Mereka pulang bergegas pulang ke rumah
"Mom, aku aja yang bawa mobilnya" Pinta Devina
"Emangnya kamu bisa?"
"Bisa dong mom, Vano yang ajari aku. Aku juga udh punya Sim" Sambil menunjukan Sim miliknya
"Ko tidak bilang bilang mommy?" tanya Aleya
"Kalo bilang mommy, tidak akan di izinkan" kata Devina
"Daddy yang izinkan dia mommy" kata Embun
"Oohh Kalian bekerja sama di belakang mommy ya ternyata"
"Anak anak mommy sudah besar, baru saja kemarin mommy mengandung kalian" kata aleya sambil mengusap pipi anaknya satu persatu
Akhirnya mereka pulang ke rumah, mereka sengaja pergi tanpa supir, tapi bukan berati tidak ada pengawalan, tentu saja Dexter sudah menugaskan orang untuk menjaga orang orang tersayangnya..
"Apa para bapa bapa ini belum selesai bermain golf?"
"Ini sudah mau jam 3 sore" kata Aleya
"Ayo kita lihat ke lapangan belakang" ajak Rania
Mereka pun ikut semua ke lapangan. Dan ternyata Dexter, Vano, dan Rey sudah ikut bergabung. Tapi tidak bermain, hanya sedang bincang bincang saja
"Hubby ko mobilmu tidak terlihat sih?" tanya Aleya
"Iya, sedang di cuci mang ujang" kata Dexter
"Kakak ayo bermain kuda" Ajak Embun
"Nanti sore saja, kakakmu kan baru sampai sayang. Ayo mommy sudah belikan makan, ayo pah makan dulu, lea juga beli makanan diet sehat untuk papa" kata Aleya
"Iya dokter kecilku" kata papa Ardi
__ADS_1
"Humm papahh, Anak lea sebentar lagi menikah lho pah, masa masih panggil lea dokter kecil, lagi pula lea sudah tidak menjadi dokter lagi sejak lamaa, sebelum Vano dan Vina hadir" kata Aleya
"Kau tetap menjadi puteri kecil papah selamanya anakku"
"So sweett" kata Anak anak Aleya
"Sudah ayo makan dulu"
mereka semua kembali ke rumah, Embun menarik tangan Devina
"ingat kakak janji akan merayu daddy biar izinin aku tidur sama kak vano lagi" kata Embun
"Iya bawel ih"
..
Malam hari, Dexter sedang di taman depan rumah, duduk di ayunan, lalu devina menghampiri
"daddy"
"Iya sayang"
"Bersama Embun dan Vano ke luar membeli makanan untuk kita" kata Dexter
"Vina disini 2 hari ko gak liat mbok Sum dan Birah dad?" tanya devina
Mbok sum dan Bi rah adalah pembantu di rumah Daffa
"Mbok sum dan Birah sedang diliburkan oleh Opamu"
"Umm,,"
"Kau mau minta apa sama daddy?"
"Ih daddy, vina kan cuma mau senderan ke pundak daddy"
"Daddy sudah mengenalmu sejak kecil anakku"
__ADS_1
"Dad, kenapa daddy memisahkan Embun dan kak vano"
"Karena mereka berbeda, Embun perempuan dan Vano laki laki. Embun sudah besar"
"Kasian tau dad, Embun gak bisa tidur kalo gak di mainin Gitar sama Vano"
"Maksud kamu, mau mau minta daddy membiarkan mereka tidur satu kamar lagi?" tanya Dexter
'Daddy ini seperti bisa membaca semua gerak gerikku saja' kata Devina dalam hati
"Daddy akan mengizinkan, asalkan kau juga tidur satu kamar dengan mereka" kata Dexter
"Embun tuh, gak mau sekamar sama Vina karena Vina gak bisa lembut kaya Kak Vano"
"Vina, kamu harus belajar. Sebentar lagi kamu menikah, dan pasti akan memiliki anak. Kelak akan ada Banyak Embun yang kamu hadapi sendiri setiap hari" kata Dexter
Belum sempat Vina menjelaskan Suara Klakson mobil Aleya sudah datang
Devina berlari menghampiri Aleya
"Mommy, kenapa tidak ajak aku"
"Kau di kamar terus sejak tadi"
"Kenapa tidak memanggil"
"Aku sejak tau menggedoe gedor pintu kamarmu, tapi kau diam saja, Yasudah aku bilang saja pada mommy kou tidur" kata Embun santay
"Heh gendut, kenapa tidak menelfonku"
"Bicara ngaca dong" kata Embun Sewot
melihat anak anaknya adu mulut Dexter berkata
"Kemari kalian, Daddy mau bicara" kata Dexter
Aleya menghembuskan nafasnya, putri putrinya sudah besar, tapi masih saja suka ribut
__ADS_1
..
Kalo Rame, tar malem Up lagi