
Ketika sedang sarapan,
"Pah, aku akan kembali ke jakarta" kata Dexter
"Cepat sekali Dex?" tanya mama Rania
"Ada banyak yang harus aku urus mah, salah satunya kasus Diandra"
"Gimana, apa sudah ada titik terang dex?" tanya papa Ardi
"Sedikit demi sedikit mulai terbongkar"
"Siapa diandra sebenarnya?" tanya Dexter
"Dia adalah keponakan Dimas Prasetya, Yang dulu pernah terobsesi pada Aleya dan menculiknya ketika aleya tengah mengandung devina dan devano" terang Dexter
"Jadi dian, betul betul ingin berniat buruk"
"Yang lalu biarlah berlalu sayang" kata Rey
"Benar kata suamimu nak, kamu jangan pikirin diandra. Itu biar menjadi urusan Daddy, karena dia sepertinya hanya ingin membalas dendam kpd daddy"
"Kenapa dia ingin balas Dendam? bukannya dimas sendiri yang salah, yang telah menculik kakak" tanya Risa
"Dimas meninggal saat di penjara"
"Apaa, Astaga kasian sekali anak itu" kata mama nisa iba
"Sudahlah, oh iya daff aku juga bakal kembali ke singapore"
"Untuk apa papa ke singapura?"
"Papa sama mama kan sudah tua, tinggal menikmati masa tua kami, jadi kami ingin jalan jalan saja" kata papa Ardi
__ADS_1
"Ide yang bagus tuh di, Pah kita juga ikut aja. Apalagi kan nanti kalo Rey ikut ke jekarta, Risa sama Danar dan anak anak pulang ke New york, kita kesepian" kata mama Rania
"Benar mba, kita liburan bareng aja"
"Yaudah papa sama mama biar aku yang urus tiketny" kata Dexter
"Icha juga harus balik ke newyork, asisten mas danar sudah menelfon terus menerus"
"Sayang, darimana kamu tau"
"Dikira kita tidur di kamar terpisah, Ya taulah mas"
"Mau sekalian tiketmu aku yang urus?" tanya Dexter
"Nggak us...."
"Iyaa, Sekalian juga kakak transfer buat jajan icha dan anak anak" kata Risa memotong ucapan Danar
"Malu sama anakmu cha" sindir danar
"Kalo semuanya pergi berarti rumah ini kosong lagi dong"
"nanti aku panggil mbok darmi sama anaknya buat tinggal dan urus rumah ini" kata Dexter
"Mas andra langsung pulang?"
"Astaga, aku lupa andra ada di kamar tamu. Lupa diajak sarapan bersama"
"Shara aja yang panggil kak andra"
"Nggak, kamu disini aja shara. biar bunda yang panggil"
"Apasi bunda orang cuma manggil doang" portes Shara
__ADS_1
"Biarin aja, dia baru istirahat juga"
"Rey sepertinya kamu mau bicara nak?" tanya mama Rania
Mama Rania selalu tau apa yang Rey lakukan meskipun bukan anak kandungnya. Itu sebagai bukti bahwa ikatan mama Rania dan Rey sangat erat
"Aku mau bilang sama mama papa daddy sama mommy, Gimana kalo aku tinggal sama Vina disini selama mama Pergi"
"Nggak, kalian harus ikut mommy" cegah Aleya
"Tapi daddy setuju,"
"Gabisa dad, Vina belum bisa apa apa. dia kalau tinggal di rumah besar ini hanya berdua dengan Rey, mommy belum sanggup harus melepaskan Vina" lalu pergi meninggalkan ruang makan
"Sudah biar aku yang bujuk Aleya. Kalian lanjutkan makan saja"
"Apa aku salah bicara" tanya Rey
"Nggak sayang, itu hal yang wajar, dulu ketika mommy aleya dan daddy Dexter baru menikah dan Daddy mu meminta untuk tinggal terpisah, amma juga tidak rela. Tapi appa membujuk amma, Jika perempuan yang sudah menikah harus nurut dengan suaminya" jelas mama Nisa
"Vina apa vina mau tinggal sama Rey disini?" tanya Daffa
"Vina akan ikut uncle kemanapun uncle pergi. pesan mommy sama daddy juga mengatakan kalo Vina harus mengikuti suami vina" kata Devina
"Nah terlebih Devina mau ikut bersama Rey. Dulu mommy Aleya tidak ingin tinggal berdua bersama daddy kalian. Jadi amma Nisa merengek sama appa supaya daddy dan mommy tinggal bersama kami atau bersama alm Eyang Herawati, karena opa daffa dan oma Rania berada di Luar negeri" kata Appa Ardi
"Pantesan Embun suka ngambek, ternyata Mommy lea juga suka ngambek ya kak" bisik Rean sama Shara yang di dengar oleh semuanya
"Rean, habiskan sarapanmu atau mau bunda hukum lagi"
"Iya bunda maaf"
Embun tertawa puas melihat Rean di marahi oleh Risa
__ADS_1
..
Jangan lupa like n komen yaaa