Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 1. Pengkhianatan Istri


__ADS_3

“AAAAHH! Kenapa?! Kenapa lo melakukan ini ke gue?!”


Di luar pintu kamar pasien, Kelvin yang kepalanya diperban itu melihat istrinya sedang menyuapi sup kaldu ayam dari mulut ke mulut kepada pria lain melalui celah pintu.


Penghinaan! Ini benar-benar penghinaan besar!


Ketika Kelvin melihat wajah pria itu dengan jelas, dia sangat kesal hingga wajahnya memucat. Tangan kanannya memukul dinding hingga terluka.


Sialan!


Dia mengenal pria ini.


Beberapa waktu lalu, pria ini menggoda Gita, istrinya, di jalanan. Kelvin sangat kesal, jadi dia bergegas maju dan memukul pria itu.


Pada akhirnya, mereka berdua masuk rumah sakit karena cedera.


Pada saat Kelvin siuman, dia tidak melihat Gita. Dia mengira Gita sedang sibuk bekerja dan tidak mempunyai waktu untuk menjenguknya. Tak disangka, dia malah muncul di kamar pria itu.


Gita tak hanya membuatkan sup kaldu ayam kepada pria yang sudah memukul suaminya sendiri, tapi dia juga menyuapinya menggunakan mulut.


Heh! Benar-benar istri yang baik.


“Tuan Muda Rangga, bagaimana? Enak, tidak?”


Pada saat ini, Kelvin melihat istrinya kembali duduk tegak, tapi sepasang mata cantik itu menatap Rangga yang belum selesai menjilat lidahnya.


“Enak.”


Rangga yang berbaring di tempat tidur tersenyum mesum dan tangannya mulai meraba-raba tubuh Gita. Pada akhirnya, pandangan dia jatuh pada bagian yang menonjol di tubuh Gita dan berkata sambil tersenyum, “Tapi, selain sup kaldu ayam, aku masih mau minum yang lain.”


“Tuan Muda Rangga, kamu rakus sekali! Suamiku saja nggak mendapatkan jatah sup kaldu ayam dariku.”


“Kalau begitu, berikan saja sisa sup kaldu punyaku.”


“Tuan Muda Rangga, kamu jahat banget! Tapi, aku suka! Kamu mau makan yang mana? Aku berikan untukmu ….”


Istri yang biasanya dingin di hadapannya ini terlihat seperti wanita genit di depan pria lain, bahkan dirinya berinisiatif untuk membuka pakaiannya dan berbaring tengkurap untuk menyenangkan pria yang memukul suaminya, layaknya anjing orang tersebut.


Melihat pemandangan ini, urat biru dalam tubuh Kelvin seolah akan meledak. Dia menggertakkan giginya dan tidak bisa lagi menahan amarah di hatinya. Dia pun menendang pintu kamar pasien dengan satu tendangan.


“Pria dan wanita brengsek, pergi mati saja kalian!”

__ADS_1


Rangga dan Gita tercengang beberapa saat, mereka tak menyangka Kelvin akan tiba-tiba muncul di sini.


Namun, ketika mereka melihat dengan jelas bahwa orang yang datang adalah Kelvin, sudut mulut Rangga terangkat dan matanya penuh dengan penghinaan.


“Kenapa? Lo marah melihat gue bermain dengan istri lo? Hahaha! Jujur saja nih ya, gue sudah bermain dengannya selama setengah tahun dan lo baru tahu sekarang? Ckckck.”


“Lo bahkan masih mau memukul gue lagi?”


“Heh! Kalau bukan karena istri lo yang memohon, lo pikir lo masih bisa hidup?”


“Pergi sana!”


Rangga sama sekali tidak menganggap keberadaan Kelvin. Dia pun berbalik dan berkata pada Gita, “Lanjut.”


“Kebetulan ada suamimu, tunjukkan padanya posisi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.”


Gita mengiyakan dengan patuh, kemudian menoleh dan menatap Kelvin dengan ekspresi wajah yang berbeda dan berkata dengan dingin, “Masih nggak mau pergi?! Lo masih mau mencoba memohon pada gue untuk pulang ke rumah bersama lo?”


“Heh! Dasar sampah! Gaji lo hanya beberapa juta sebulan, lo bahkan nggak sanggup membelikan tas untuk gue.”


“Berbeda dengan Tuan Muda Rangga. Begitu keluar uang langsung dua ratus juta, cukup buat gue membeli beberapa tas.”


“Begini saja, lo pergi beli k*ndom buat gue. Nanti gue akan mempertimbangkan untuk nggak menceraikan lo.”


Kelvin sangat ingin membunuh sepasang pezina dan pelacur ini.


Kelvin emosi dan bergegas menyerang Rangga yang berada di ranjang rumah sakit, tapi dia malah ditendang jatuh ke lantai.


Kepala Kelvin menempel di lantai, tangan dan kakinya diikat ke belakang dan ditahan.


Sakit, benar-benar sangat sakit.


Kemudian, dirinya tiba-tiba merasa lehernya ditekan dengan keras oleh seseorang menggunakkan lutut mereka. Saat ini, dia hanya merasa dirinya kesulitan bernapas.


Pada saat ini, Kelvin melihat ada empat pria kuat berbaju hitam bergegas ke kamar pasien dan setengah berlutut di depan Rangga dengan sikap hormat.


“Tuan Muda, kami datang terlambat. Tolong maafkan kami.”


“Orang yang mencoba untuk menyerang Tuan Muda sudah kami tahan. Mau diapakan dia?”


Rangga hanya melambaikan tangannya dengan acuh tak acuh, kemudian berkata dengan santai, “Di dekat sini ada tempat pembuangan sampah, buang saja.”

__ADS_1


Gaya isyarat ini seperti membuang kucing liar sembarangan.


Kesadaran Kelvin berangsur-angsur menghilang, kelopak matanya menjadi semakin berat dan pada akhirnya tidak melihat apapun lagi.


Namun, sebelum menutup matanya, wajah menghina Rangga terukir di dalam benaknya.


...


“Sampah!”


“Sampah!”


“Sampah!”


Ketika Kelvin membuka matanya, dia melihat bayangan lelaki tua melayang di udara, membuatnya curiga bahwa dia masih dalam mimpi.


Namun, begitu melihat lingkungan sekitar dan mencium bau sampah, Kelvin tahu dengan sangat jelas bahwa dia dikirim ke tumpukan sampah oleh Rangga.


Lalu, apa yang terjadi dengan bayangan lelaki tua ini?


Tiba-tiba, pandangan di depan Rangga berubah, keadaan di sekitarnya berubah menjadi gelap gulita dan sosok bayangan lelaki tua itu bersinar terang seperti matahari.


“Sampah.” Lelaki tua itu kembali memakinya, “Aku adalah leluhur keluarga Andara, master yin-yang, Wisnu Andara. Kamu masih tidak buru-buru menghormat padaku? Kenapa aku bisa memiliki keturunan bodoh sepertimu?”


Kelvin terkejut, lelaki tua ini ternyata leluhurnya sendiri?


Kemudian, ekspresi wajahnya berubah menjadi gembira. Dia pun bersujud di depan lelaki itu dan berkata dengan hormat, “Kelvin, keturunan yang tidak sopan, memberi hormat kepada leluhur.”


“Sudah, sudah, hah.” Lelaki tua itu menghela napas dan berkata, “Setelah kamu mewarisinya, kamu yang harus berusaha sendiri.”


Setelah meninggalkan perkataan ini, bayangan lelaki tua itu menghilang.


Dalam sekejap mata, dunia gelap menghilang dan Kelvin kembali ke tumpukan sampah yang berbau busuk di sekitarnya.


Sebenarnya apa yang terjadi barusan?


Ketika dia sedang kebingungan, ada banyak memori yang membanjiri pikiran Kelvin.


Keterampilan medis, seni bela diri, akupunktur misterius, latihan spiritual ....


Kelvin merasa sangat bahagia. Ternyata dia tidak sedang bermimpi, dia benar-benar mendapatkan warisan dari leluhurnya.

__ADS_1


“Gita, Rangga, hari ini gue sudah mendapatkan warisan dari leluhurku! Gue nggak akan melupakan penghinaan kalian hari ini.” Kelvin menggertakkan giginya dengan kebencian begitu mengingat wajah istrinya dan Rangga.


__ADS_2