
Mobil berhenti dengan stabil, tetapi orang-orang di jalanan berlari menjauh.
Semua orang di jalan merasa kesal terhadap mobil Lincoln panjang ini, tetapi tidak ada yang berani berbicara apapun. Karena semua orang tahu bahwa orang yang duduk di dalam mobil ini adalah Faisal, orang terkaya di Jakarta.
Mereka sama sekali tidak mampu menyinggung orang tersebut.
Kelvin menatap mobil tersebut dengan lekat. Akan tetapi, tidak ada pergerakan sama sekali dari mobil tersebut. Apabila tidak melihat langsung bahwa mobil tersebut terus melaju ke depan, mungkin dia akan mengira tidak ada orang di dalam mobil.
Memang perlu diakui bahwa aura Faisal sangat kuat.
Seandainya dia tidak mendapatkan warisan dari leluhurnya, mungkin saat ini dia akan sama seperti orang lainnya. Dia juga akan merasa takut pada Faisal.
Kelvin menarik napas dan menenangkan diri.
Karena Faisal tidak meminta orang untuk turun dari mobil, kalau begitu dia sendiri yang akan membukakan pintu.
Langkah pertama, langkah kedua, langkah ketiga.
Di depan pandangan semua orang, Kelvin perlahan berjalan menghampiri mobil Lincoln panjang.
Melihat pemandangan ini, Kiara mulai merasa panik.
Pada saat ini, pintu mobil tiba-tiba terbuka dengan sendirinya.
Orang tersebut mengenakan pakaian tradisional dan hanya duduk diam di dalam mobil. Dia membuat orang sekitar merasakan tekanan yang besar. Jelas, orang tersebut kalau bukan Faisal, siapa lagi?
Faisal mendongakkan kepala dan melihat sekilas ke arah Kelvin. Kelvin juga mendongakkan kepala untuk melihat Faisal.
Seketika, mereka berdua bertatapan mata.
Semua orang yang ada di sekitar juga merasakan situasi yang menegangkan.
"Ayah, apakah Faisal akan benar-benar menyuruh Rangga untuk berlutut kepada Kelvin?"
Kiara yang berdiri tidak jauh dan menyaksikan pemandangan ini pun mulai ragu dan bertanya kepada Reno yang berdiri di samping.
Reno menganggukkan kepalanya. Menurut pemahamannya tentang Faisal, dia pasti akan melakukannya.
__ADS_1
Akan tetapi, setelah hari ini berakhir, dia akan balas dendam pada Kelvin.
Sebelumnya ada orang yang juga pernah membuat Faisal mengalah. Kala itu, Faisal juga menyetujui permintaan orang tersebut. Akan tetapi, belum sempat orang tersebut mengungkapkan syaratnya, dia juga mati karena sebuah kecelakaan. Bahkan mungkin saja di mata Faisal, Kelvin adalah seseorang yang sudah mati.
Beberapa saat kemudian, Faisal mengalihkan pandangannya dari Kelvin. Lalu, dia mendongakkan kepala dan menatap ke arah Reno, Kiara, Candra dan lainnya. Kemudian, tiba-tiba dia tersenyum, "Kalian sengaja datang untuk melihat Keluarga Pasetrio dipermalukan?"
"Um?"
Faisal memang sosok orang kaya, setiap perkataannya bahkan begitu tegas dan mengancam.
Banyak orang-orang di jalanan yang mulai bubar dan bersembunyi sejauh mungkin. Mereka khawatir Faisal akan mempermasalahkan hal ini.
Akan tetapi, Reno malah tidak takut dan langsung menatap balik Faisal, lalu mendengus dingin dan berkata, "Benar, aku datang untuk melihat Keluarga Pasetrio dipermalukan. Kamu berencana bekerja sama dengan beberapa keluarga kaya lainnya untuk menjatuhkan Keluarga WIjaya, kamu pikir aku tak tahu?"
Reno tiba-tiba menunjuk Kelvin dan berkata dengan raut wajah sombong, "Dia adalah menantuku. Nanti putramu akan berlutut di depan menantuku, ternyata kalian Keluarga Pasetrio juga tidak ada apa-apanya."
Faisal menyipitkan matanya. Dia merasa terkejut karena ternyata Reno lebih memilih untuk menjadi musuhnya. Dia hanya sedikit terkejut saja, tidak lebih.
Selama beberapa tahun ini, Faisal selalu bersikap lebih santai. Akan tetapi, malah membuat Reno dan beberapa orang lainnya ini merasa bahwa mereka bisa melawan Keluarga Pasetrio dan menghancurkannya.
Heh! Konyol!
Kelvin mendengus dingin. Bahkan sudah pada situasi seperti ini, Faisal masih bersikap angkuh dan mencoba untuk mengancamnya.
"Sepertinya aku sendiri yang bisa menilai apakah sanggup menerima atau tidak. Kamu tidak punya hak apapun untuk menilai." Kelvin mendongakkan kepala dan saling menatap dengan Faisal tanpa rasa ingin menghindar.
"Bagus, bagus!" Raut wajah Faisal berubah serius, "Memang kamu yang berhak menilai."
Selesai berbicara, Faisal tidak mempedulikan Kelvin lagi.
Di dalam mobil, sesosok bayangan muncul di depan Faisal. Orang tersebut baru dipanggil oleh Faisal.
Duk!
Faisal tiba-tiba mengerahkan kekuatannya dan menendang sosok bayangan yang ada di depannya.
"Sana! Pergilah berlutut dengan benar!" Pada saat yang bersamaan, terdengar suara Faisal yang dingin.
__ADS_1
Sosok orang tersebut baru berhenti setelah berguling-guling beberapa putaran dan memperlihatkan wajahnya.
Begitu Kelvin melihatnya, dia pun langsung mengenalinya. Tentu saja orang itu adalah Rangga.
Rangga mencoba berdiri, tetapi begitu mendengar suara dingin ayahnya, dia pun kembali berlutut. Kemudian, dia mendongakkan kepala dan menggertakkan gigi sambil melihat ke arah Kelvin dengan penuh kebencian. Dia benar-benar ingin membunuh Kelvin hidup-hidup.
Orang yang sebelumnya selalu dia rendahkan, pada saat ini malah meminta dirinya untuk berlutut padanya.
Baginya, ini adalah sebuah penghinaan. Akan tetapi, yang membuatnya sulit untuk menerima ini semua adalah ayahnya yang ternyata menyetujui permintaannya.
Rangga tahu salah satu alasan ayahnya melakukan hal itu karena dia tidak menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik.
Awalnya dia diminta untuk menangkap Kelvin kembali ke rumah Keluarga Pasetrio, tetapi pada akhirnya dia malah mencelakakan Alexander dan dirinya sendiri, dan malah diancam oleh Kelvin.
Faisal sedang menghukumnya, menghukum dia karena tidak berguna.
"Eh lo! Lo berlututnya miring. Gue ada di sini." Kelvin tiba-tiba membuka suara untuk mengingatkan Rangga.
Pada saat ini, meskipun Rangga berlutut di hadapannya dengan tubuh menghadap ke Kelvin, tetapi kepalanya miring. Jika dilihat dengan seksama, memang miring.
Rangga merasa terkejut dan juga marah. Dia meneriaki Kelvin bajingan, tetapi dia tetap memperbaiki posisinya dan berlutut kembali di hadapan Kelvin.
Rangga hanya bisa berlutut karena ayahnya sudah memintanya untuk berlutut.
Duk!
Dahi Rangga tiba-tiba membentur tanah dengan keras.
Selanjutnya, dia tidak bergerak lagi.
Kelvin mengerutkan kening dan merasa ada yang tidak beres. Dia mengulurkan tangan untuk menyentuh Rangga.
Duk!
Tubuh Rangga tiba-tiba jatuh ke samping dengan kedua mata tertutup dan wajahnya yang pucat.
Dari raut wajahnya tampak tak bernyawa.
__ADS_1
Rangga, sudah mati.