
"Hmph! Bisa-bisanya kamu malah takut padanya. Aku bahkan sudah menghancurkan tendanya, bukankah dia juga hanya diam saja? Apa yang perlu ditakuti?"
Tangan Billy menunjuk tenda Candra dan Nathan di kejauhan, lalu berkata, “Masih tersisa dua tenda. Kalau kamu tidak menghancurkannya, aku yang akan menghancurkannya sendiri. Tapi, aku harus mengingatkanmu, kalau aku yang turun tangan sendiri untuk menghancurkannya, aku tidak akan memberikan uang tersebut padamu.”
Meskipun Billy membayar Baret dua puluh juta, perjanjian awal mereka adalah melakukannya terlebih dahulu, baru membayar.
Baret memicingkan matanya. Lalu, setelah terdiam beberapa detik, dia pun akhirnya berteriak satu kata.
“Hancurkan!”
Pada akhirnya, Baret pun memutuskan untuk menghancurkannya.
Tak hanya karena dia merasa bahwa Kelvin cuman menakut-nakutinya saja, tetapi juga karena dia tidak ingin kedatangan anak buahnya sia-sia. Seandainya anak buahnya tidak bisa mendapatkan uang, itu berarti pamornya sebagai ketua juga sudah tidak ada.
Ketika Baret memberikan perintah, anak buah Baret pun tersenyum penuh semangat. Mereka berlari ke arah tenda Candra dan Nathan.
Duk! Duk! Duk!
Candra dan Nathan hanya berdua, mana mungkin bisa melawan sekelompok gangster ini. Oleh karena itu, tenda pun sudah dihancurkan sebelum mereka sempat memberontak. Semua barang berserakan di jalan.
Pada saat ini, Baret menatap Kelvin dengan tatapan meremehkan dan mendengus dingin berkata, “Bukankah kamu bilang bahwa aku akan mengalami kesialan?”
Kelvin hanya tersenyum dan tidak menjawab.
Billy yang berada di samping juga mengejek dan berkata, “Hmph! Orang macam dia kalau punya nyali untuk melawan kita, aku akan bersujud padanya.”
“Haha. Tapi, orang macam dia ini memangnya bisa? Bisa ….”
Belum selesai Billy mengejek Kelvin, suara mobil berbunyi memutuskan ucapannya. Ketika mendengar suara tersebut, sebuah mobil BMW berhenti di pinggir jalan.
Kemudian, pintu mobil terbuka dan ada dua orang yang berdiri satu di depan dan satu di belakang mendekat.
Begitu melihat orang yang datang, Baret pun tercengang.
Orang lain tidak kenal, tetapi dia kenal dengan dua orang ini. Orang yang berjalan di belakang adalah bosnya yaitu Demon. Sementara orang yang berjalan di depan adalah bos klub malam Velvet yang sebenarnya yaitu Shendy.
Bagi Baret, Demon saja sudah sangat kuat. Namun, sebenarnya Shendy-lah tokoh utama yang paling hebat.
__ADS_1
Saat ini, dua tokoh yang Baret hormati benar-benar datang.
“Kak Demon … aku ….”
Melihat Demon yang berjalan semakin mendekat, Baret melangkah maju dan menyapa Demon.
Akan tetapi, Demon langsung menendang Baret hingga jatuh dan memaki Baret sambil menunjuk, “Dasar anjing! Tidak punya mata?! Berani kamu menyinggung Tuan Kelvin?”
Duk!
Demon kembali menendang Baret. Demon menendang dengan sekuat tenaga hingga Baret merasa kesakitan. Namun, Baret malah tidak berani bersuara.
Saat ini, Baret benar-benar merasa sangat menyesal. Dia menyesal karena dia sempat ragu ketika Kelvin memberinya kesempatan untuk menelepon Demon.
Dia menyesal karena serakah terhadap uang dua puluh juta yang diberikan Billy hingga kehilangan kemampuan analisisnya. Jika tidak, bagaimana mungkin dia berakhir seperti ini?
Pada saat ini, Shendy juga berjalan mendekat dan melihat sekilas Baret yang ditendang hingga meringkuk. Lalu, dia berkata dengan dingin, “Demon, kamu tahu bagaimana menangani manusia tidak tahu diri yang berani mencari masalah dengan Tuan Kelvin ini, ‘kan?”
Raut wajah Demon terkejut sejenak dan terdiam beberapa saat. Setelah itu, dia menghela napas dan berkata, “Aku tahu.”
Barusan dia menghajar Baret karena ingin melindungi Baret. Bagaimanapun juga, Baret sudah mengikutinya selama beberapa tahun. Akan tetapi, maksud Shendy tadi sudah sangat jelas.
Demon menatap Baret dan menghela napas berkata, “Hal ini cuman bisa salahkan dirimu sendiri, aku juga tidak bisa menyalahkan siapa pun.”
Ucapan ini membuat Baret terkejut hingga melotot. Maksudnya menyuruh dia mati?
“Tidak, tidak, tidak. Aku tidak ingin mati, tidak ingin mati.”
Baret berlutut di depan Demon dan berteriak memohon ampun. Demon tidak menjawab.
Baret pun berlutut di depan Shendy. Shendy juga tidak menjawabnya.
Baret mengerti, saat ini hidup dan matinya sepenuhnya berada di tangan Kelvin. Oleh karena itu, dia pun tanpa ragu berlutut di depan Kelvin dan menempelkan dahinya ke jalanan yang dingin.
“Tuan Kelvin, aku yang buta karena sudah mencari masalah dengan Anda. Aku mohon ampuni aku, aku tahu aku salah. Mulai hari ini, aku akan melakukan apa pun yang Anda minta.”
Buk!
__ADS_1
Buk!
…
Seketika, semua preman yang tadi ikut menghancurkan tenda Kelvin juga berlutut dan meminta ampun. Akan tetapi, Kelvin tidak memedulikan mereka dan membiarkan mereka berlutut seperti itu.
Tatapan mata Kelvin justru beralih ke Billy dan tersenyum berkata, “Kalau aku tidak salah ingat, tadi kamu bilang kalau aku bisa melawan kalian, kamu akan bersujud padaku?”
Pada saat ini, Billy sudah terkejut ketakutan. Mendengar perkataan Kelvin tersebut, kedua kaki Billy seketika menjadi lemas dan berlutut di depan Kelvin.
“Aku salah, aku salah, aku mohon ampuni aku.”
Billy bersujud sambil meminta ampun pada Kelvin.
“Pamanku yang memerintahku untuk melakukannya. Ini tidak ada urusannya denganku. Nama pamanku adalah Jaka, dia adalah Presdir Rumah Sakit Jakarta ….”
Demi mempertahankan nyawa, Billy pun melempar tanggung jawab kepada Jaka. Kelvin sama sekali tidak ingin mendengar penjelasan seperti ini.
Dia menoleh dan berkata pada Shendy, “Ke depannya aku tidak ingin melihat mereka berdua lagi.”
Shendy mengerti maksud Kelvin yang ingin Baret dan Billy benar-benar musnah dari dunia ini. Shendy menganggukkan kepala dan memberikan isyarat mata kepada Demon.
Demon langsung mengerti dan langsung main tangan memukul Baret dan Billy hingga pingsan, lalu menyeret mereka. Semua orang yang berada di tempat juga tahu bahwa kedua orang tersebut pasti akan mati.
Hati Candra dan Nathan yang berdiri dari kejauhan tidak bisa merasa tenang ketika melihat pemandangan
ini. Setelah beberapa lama, Nathan bertanya kepada Candra dengan tidak percaya, “Kakek, aku tidak salah lihat ‘kan? Orang itu bos klub malam Velvet, ‘kan? Bagaimanapun, dia adalah orang penting di dunia gelap Jakarta.”
Meskipun Nathan mengikuti Candra untuk belajar kedokteran, dia tetap mengetahui sedikit tentang dunia gelap di Jakarta. Apalagi orang seperti Shendy ini, dia adalah sosok orang yang terkenal di Jakarta.
Candra mengangguk dan berkata, “Kamu tidak salah lihat, orang itu memang Shendy.”
“Tapi, melihat sikap Shendy, kenapa dia terlihat takut pada Kelvin?” tanya Nathan tidak mengerti.
“Entahlah, aku juga tidak mengerti.” Candra juga menggelengkan kepala.
Bahkan Kiara saja tidak tahu bahwa Kelvin dan Shendy bekerja sama, apalagi Candra dan Nathan, mereka lebih tidak mungkin tahu.
__ADS_1
Hanya saja, mereka tidak akan merasa situasi ini aneh jika mereka tahu bagaimana Kelvin membuat George, dokter dari Rumah Sakit Jakarta ini mengatakan fakta yang sebenarnya di depan Shendy.
Karena dibandingkan dengan cara main Shendy, cara Kelvin barulah iblis yang sesungguhnya.