
Vila Keluarga Pasetrio!
Kelvin keluar dari kamar Morgan dan berjalan menuju ruang tamu.
Adiknya, Kelly masih tertidur dengan pulas di sofa. Baju yang menutupi tubuhnya masih dalam keadaan posisi semula dan tidak ada yang menyentuhnya.
Tepat ketika Kelvin berjalan untuk menghampirinya, tiba-tiba sebuah bayangan hitam menyerang ke depannya. Kemudian, meraih kerah bajunya dan berkata dengan marah, "Kelvin, bagaimana keadaan kakak gue? Kalau sampai gue tahu bahwa lo tidak menyembuhkan kakak gue, gue habisin lo."
Orang itu ternyata adalah Rangga.
Dia terlihat sangat panik dan khawatir apabila Kelvin tidak bisa menyembuhkan Morgan.
Kelihatannya mereka seperti kakak beradik yang sangat dekat dan dia terlihat sangat mempedulikan kakaknya.
Akan tetapi, Kelvin tahu yang sebenarnya Rangga khawatirkan adalah bila Kelvin benar-benar bisa menyembuhkan Morgan.
Karena bagaimanapun, Faisal lebih pilih kasih terhadap Morgan dan semua orang di Jakarta mengetahui hal itu.
Kelvin pun tahu, jika dia berhasil menyembuhkan Morgan, maka posisi pewaris Keluarga Pasetrio akan jatuh kembali ke tangan Morgan dan tidak akan ada hubungannya dengan Rangga sama sekali.
Menghadapi Rangga yang begitu memaksa orang, Kelvin pun tidak merasa takut dan malah tersenyum nakal.
"Gue sudah menyembuhkan kakak lo."
Begitu perkataan tersebut dilontarkan, sekujur tubuh Rangga membeku di tempat.
Apa?!
Ternyata Morgan sudah sembuh? Kalau begitu, bagaimana dengan dia?
Pada saat ini, ekspresi wajah Rangga sangat tidak enak.
Kelvin hanya bisa melepaskan tangan Rangga dari kerah bajunya, lalu kembali merapikan bajunya.
Kelvin tidak melihat ke arah Rangga sedikit pun. Dia langsung berjalan ke depan adiknya dan dengan hati-hati menggendongnya, kemudian, melangkah pergi.
"Kakak lo memang sudah sembuh, tapi selama proses pengobatan gue melakukan sesuatu. Jadi, dia tetap tidak bisa sembuh. Tak lama lagi, penyakitnya akan kambuh kembali. Tentu saja, kalau lo begitu peduli pada kakakmu. Saat ini, lo bisa menangkap gue. Dengan begitu, gue bisa sepenuhnya menyembuhkan penyakit kakak lo."
Kelvin tidak menoleh dan hanya meninggalkan pesan tersebut.
__ADS_1
Suara tersebut memang tidak terlalu keras. Akan tetapi, Rangga bisa mendengarnya. Sedangkan Faisal dan lainnya yang berada di kamar tidak dapat mendengarnya.
Rangga tercengang dan ekspresi wajahnya kembali menjadi bahagia.
Apabila apa yang dikatakan Kelvin benar bahwa dia tidak benar-benar menyembuhkan kakaknya, maka posisi pewaris untuknya masih aman.
Tentu saja, dia tidak boleh menangkap Kelvin kembali untuk mengobati Morgan.
Rangga menyipitkan mata dan menatap punggung Kelvin yang beranjak pergi dengan tatapan mata dingin.
Rangga sedang mempertimbangkan apakah dia ingin pergi membunuh Kelvin atau tidak. Akan tetapi, pada akhirnya dia memilih untuk tidak melakukannya.
Seandainya Kelvin menyembuhkan kakaknya, mungkin dia akan pergi membunuh Kelvin. Akan tetapi, saat ini dia tidak bisa melakukan hal itu. Dia bisa membuat orang-orang curiga akan hal ini.
Jika ayahnya tahu masalah ini, dia pasti akan kembali menangkap Kelvin dan menyuruhnya untuk melakukan pengobatan lagi. Dengan begitu, kakaknya pasti akan sembuh.
Tidak bisa, dia harus menunggu. Tunggu penyakit kakaknya kambuh atau sudah tidak bernapas lagi. Dia akan membunuh Kelvin pada saat itu.
Oleh karena itu, Rangga pun hanya melihat Kelvin pergi begitu saja meninggalkan kediaman Keluarga Pasetrio.
"Kenapa bisa begini? Kenapa bisa begini?"
Rangga merasa senang begitu mendengarnya. Ternyata Morgan benar-benar kambuh. Dia langsung berpura-pura khawatir dan masuk ke dalam kamar. Begitu masuk kamar, Rangga melihat Faisal sedang mengamuk sambil melempar barang.
Ini pertama kalinya Rangga melihat Faisal begitu marah.
Dia melihat ke arah Morgan yang masih berbaring di atas kasur. Saat ini, kedua mata dan telinga Morgan keluar darah, sedangkan Atta sedang memeriksa Morgan dengan panik dan berkeringat.
Di dalam hati, Rangga merasa senang. Baguslah! Morgan akhirnya akan segera mati, lalu posisi pewaris akan menjadi miliknya sepenuhnya.
"Rangga!"
Tubuh Rangga seketika menegang dan langsung berdiri tegak. Dia bisa merasakan ada sebuah tatapan mata dengan aura ingin membunuh yang sangat kuat. Ketika menoleh, dia melihat Faisal sedang menatapnya dengan sangat serius.
"Ayah, aku di sini, apakah ada sesuatu yang ingin diperintahkan?" Rangga menjawab dengan perasaan sedikit bersalah. Dia berpikir dalam hati apakah ayahnya sudah bisa menebak isi pikirannya.
"Sekarang Kelvin ada di mana? Apakah dia sudah meninggalkan rumah kita?" tanya Faisal dengan dingin.
"Dia sudah meninggalkan rumah kita. Baru saja dia pergi," jawab Rangga dengan hati-hati.
__ADS_1
Faisal tidak bertanya apapun lagi pada Rangga. Dia justru memerintah Alexander yang berada di samping dan berkata, "Kamu pergi bersama Rangga untuk menangkap Kelvin. Ingat! Pastikan dia hidup."
Awalnya dia berencana untuk membunuh Kelvin begitu Kelvin meninggalkan rumahnya. Dengan begitu, kematian Kelvin tidak ada hubungannya dengan Keluarga Pasetrio.
Akan tetapi, saat ini, putra sulungnya yang baru saja disembuhkan malah tiba-tiba kambuh dan kembali memasuki masa kritis. Oleh karena itu, dia mau tidak mau harus merubah idenya.
Ini semua pasti karena Kelvin melakukan sesuatu selama proses pengobatan tadi. Faisal sudah memaki Atta habis-habisan karena dia sama sekali tidak menyadari ketika Kelvin melakukan sesuatu di hadapannya.
Saat ini, hal yang paling penting adalah menangkap Kelvin lagi.
"Tuan, tenang saja. Sekarang aku akan mengumpulkan anak buah dan pergi bersama tuan muda Rangga untuk menangkap Kelvin," jawab Alexander, lalu keluar dari kamar.
Rangga juga mengikutinya keluar. Setelah itu, mereka berdua mengumpulkan pasukan dan tak lama puluhan orang sudah terkumpul.
Mereka berdua membawa pasukan keluar dari pintu utama kediaman Keluarga Pasetrio, kemudian mereka melihat ke sekeliling. Namun, mereka sama sekali tidak dapat menemukan sosok Kelvin karena sejak awal Kelvin sudah pergi jauh.
"Paman Alex!"
Alexander mengerutkan kening, entah apa yang sedang dilakukan oleh Rangga. Akan tetapi, dia tetap menghentikan langkahnya dan menunggu Rangga untuk mengatakan kalimat selanjutnya.
Rangga berjalan menghampiri Alexander dan berbisik padanya. Kemudian, dia berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua dan berkata, "Paman Alex, menurutku si Kelvin lebih baik mati saja!"
Ekspresi wajah Alexander terkejut, dia sama sekali tidak menyangka bahwa tuan muda Rangga akan melanggar perintah Faisal.
Akan tetapi, Alexander segera paham. Rangga takut apabila mereka berhasil menangkap Kelvin, maka Kelvin pasti akan menyembuhkan penyakit Morgan.
Apalagi, dengan kejadian ini, Faisal tentu saja tidak mungkin membiarkan Kelvin berkesempatan untuk melakukan sesuatu lagi. Dia pasti akan melakukan segala sesuatu untuk memaksa Kelvin menyembuhkan Morgan. Setelah itu, posisi pewaris ini tidak akan ada hubungan apapun lagi dengan Rangga. Sepertinya, Rangga sudah yakin terhadap hal ini.
"Aku juga merasa seperti itu," jawab Alexander sambil menganggukkan kepala pada Rangga.
Hubungan Alexander dengan Rangga jauh lebih baik dibandingkan dengan Morgan. Oleh karena itu, tentu saja dia akan lebih memilih Rangga.
Rangga tersenyum, lalu kembali mengubah ekspresinya menjadi lebih serius. Setelah itu, dia memberi perintah kepada orang-orang yang ada di belakang, "Dengarkan perintahku! Nanti kalau sudah menangkap orangnya, kalian harus langsung membunuh dia!"
"Baik!" jawab pasukan Keluarga Pasetrio dengan serempak.
Rangga menganggukkan kepala dengan puas. Kemudian, dia masuk ke dalam mobil dengan Alexander untuk mengejar Kelvin.
Semua orang juga masuk ke dalam mobil dan mengikuti mereka ke semua tempat yang kemungkinan Kelvin dan adiknya lewati di sekitar kediaman Keluarga Pasetrio.
__ADS_1