Dokter Jenius Pertama

Dokter Jenius Pertama
Bab 16. Rangga Dikerjai


__ADS_3

Ketika Rangga duduk di dalam mobil dan melihat kericuhan itu, dia tahu bahwa hari ini Kelvin pasti akan mati.


Benar saja, tidak lama kemudian, seseorang meninggal.


Orang yang meninggal adalah seorang pemuda dan dia mengenakan jaket Kelvin.


Bagi Rangga, orang yang meninggal tentu saja Kelvin.


Akhirnya Kelvin sudah mati, tapi dia masih ingin melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Oleh karena itu, Rangga pun keluar dari mobil dengan dikelilingi oleh sekelompok orang. Mereka berjalan menghampiri orang yang mati diinjak-injak itu.


Melihat Rangga, putra kedua dari keluarga terkaya di Jakarta, semua orang tidak ada yang berani menghalanginya jalannya.


Rangga berdiri di depan mayat “Kelvin” dengan senyum sinis.


Benar saja, orang tersebut sudah tidak bergerak, dia sudah mati.


“Balikkan posisinya,” ujar Rangga dingin.


Selesai dia berbicara, anak buahnya langsung mengiyakan dan berjalan ke mayat “Kelvin”.


Bum!


Pada saat mayat dibalikkan, ekspresi Rangga berubah, dia menyipitkan matanya.


Orang yang mati bukan Kelvin, melainkan anak buahnya sendiri.


Apa yang terjadi?


Kelvin tidak mati, kalau begitu di mana dia?


“Tuan Muda Rangga, sedang mencariku?”


Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang familiar dari belakang Rangga..


Rangga segera menoleh dan melihat Kelvin yang seharusnya sudah mati berdiri di belakangnya.


Rangga tampak terkejut dan marah. Dia menatap kelvin dengan tatapan mata yang tajam. Ekspresi mukanya berubah muram, seolah seperti memakan tikus mati.


“Kenapa? Melihatku belum mati, sepertinya kamu sangat kecewa?” Kelvin bertatapan dengan Rangga dan mencibir.


Barusan, pada saat anak buah keluarga Pasetrio menyawer uang, Kelvin mengambil kesempatan untuk kabur dari kerumunan orang banyak. Lalu, dia segera menarik salah satu anak buah keluarga Pasetrio ke posisi tempat dia berdiri.


Ini semua terjadi begitu cepat hingga tidak ada orang yang menyadarinya sama sekali.


Ketika anak buah yang memakai jaket Kelvin ini sengaja didorong jatuh oleh anak buah keluarga Pasetrio lainnya, Kelvin langsung pergi dari kerumunan.


Rangga sengaja ingin membuat kericuhan ini untuk membunuh Kelvin.


Hanya saja, Kelvin kembali membuat Rangga kecewa.


Hah!

__ADS_1


Rangga menatap erat Kelvin dengan tatapan membunuh. Dia sangat ingin menebas Kelvin langsung di tempat.


“Paman Alex!”


Rangga berteriak, kemudian seorang lelaki tua berbaju hitam muncul di sampingnya.


Tentu saja lelaki tua tersebut adalah Alexander.


Rangga menarik pandangannya dari Kelvin dan mengedipkan mata pada Alexander.


Maksudnya sangat jelas, dia ingin meminta Alex untuk membunuh Kelvin.


Kali ini, Alex tidak langsung menuruti perkataan Rangga dan malah berkata dengan sopan, “Tuan Muda Rangga, dia bukan lawan aku.”


Mendengar perkataan Alex, ekspresi wajah Rangga berubah muram.


“Kamu ….”


Awalnya Rangga ingin memberi pelajaran kepada Alex, tapi dia menelan kembali perkataannya.


Alexander adalah anak buah ayahnya, termasuk orang lama di keluarga Pasetrio. Dia juga tidak enak hati untuk memakinya di tempat langsung, apalagi di depan orang banyak.


Rangga merasa sangat frustasi.


Pada saat ini, Kelvin berjalan menuju anak buah keluarga Pasetrio yang sudah mati. Kemudian, dia berjongkok dan meletakan dua jarum di lengan pria itu dan memeriksa denyut nadi.


Setelah beberapa saat, dia mengangkat kepalanya dan menatap Rangga dengan senyum usil.


“Kericuhan yang kamu buat ini begitu besar, bahkan sampai anak buahmu sendiri yang meninggal. Tuan Muda Rangga, sepertinya kali ini kamu harus bertanggung jawab, bisa jadi kamu harus masuk penjara.”


"Haha!" Kelvin mencibir dan melanjutkan, "Benarkah?"


"Kericuhan tadi terjadi karena anak buah keluarga Pasetrio dengan sengaja menyawer uang sehingga menyebabkan kekacauan di tempat kejadian. Menurutmu, apakah kamu bisa melarikan diri dari tanggung jawab?"


Rangga terdiam beberapa saat, dia tidak tahu bagaimana menyangkalnya


Kelvin berkata lagi, "Atau apa mungkin orang ini yang membuat keputusan tanpa izin, lalu menyebabkan kekacauan dan lari dari tanggung jawab?"


 “Ya, ya, seperti itu.” Rangga hampir berseru. Dia melepaskan semua tanggung jawab dari dirinya sendiri dan membebankan orang yang telah meninggal itu.


Rangga diam-diam menghela nafas lega, sekarang, kematian orang tersebut tidak ada hubungannya dengan dia.


Tapi, Rangga sama sekali tidak menyangka bahwa Kelvin kembali membuka suara..


“Masih ada napas, aku bisa menyelamatkannya.”


“Tapi, aku punya syarat. Entah dirimu akan setuju atau tidak.”


Selesai berbicara, Kelvin sengaja melihat ke arah Rangga.


Rangga tertegun sesaat. Mendadak hatinya terbakar oleh emosi, matanya berapi-api dan keinginan untuk mencabik-cabik Kelvin bergejolak di dalam dirinya.


Sudah sangat jelas bahwa Kelvin sedang mengerjai dia.

__ADS_1


Baru saja dia melepas semua tanggung jawab kepada orang yang sudah meninggal tersebut, tapi pada akhirnya Kelvin malah mengatakan bahwa dirinya bisa menolong orang tersebut.


Jika orang ini kembali hidup, apa tanggapan orang tersebut terhadap Rangga?


Ini benar-benar tidak masuk akal!


Yang lebih menyebalkan adalah di depan orang banyak, Kelvin membicarakan persyaratan tersebut, bagaimana mungkin Rangga tidak menyetujuinya?


Jika tempat ini tidak ada orang, dia sama sekali tidak akan peduli karena orang itu hanya salah satu anak buah saja, kalau mati ya mati.


Tapi, di depan orang banyak, dia tidak bisa melakukan hal tersebut.


Bahkan meski hanya sebuah pertunjukan, dia tetap harus berpura-pura peduli terhadap bawahannya.


Orang yang akan diselamatkan oleh Kelvin adalah anak buah keluarga Pasetrio. Jika dia tidak menyetujui persyaratan Kelvin, maka semua orang akan tahu bahwa Rangga begitu kejam terhadap anak bawahannya.


Kalau seperti itu, siapa lagi yang masih berani bekerja dengan Rangga?


Kelvin sedang memaksa Rangga untuk menyetujuinya.


Rangga menatap Kelvin lekat-lekat. Dia menggertakkan giginya dan pada akhirnya pun berkata, “Katakan!”


Kelvin berdiri dengan ekspresi wajah dingin, suaranya tidak terlalu besar, tapi semua orang di tempat dapat mendengarnya.


“Aku ingin kamu mewakili keluarga Pasetrio untuk mundur dari kontrak pernikahan dengan Kiara. Setelah itu, semuanya pergi dari sini.”


Apa?!


Rangga gemetaran seperti disambar petir.


Setelah terkejut beberapa saat, tatapan mata Rangga penuh dengan emosi.


Hanya karena hidup dan mati seorang anak buah keluarga Prasetio, dia ingin memaksanya untuk mundur dari kontrak pernikahan dengan keluarga Pasetrio dan Kiara.


Dia benar-benar kebanyakan halu.


Tapi, dia juga tidak bisa menolaknya di depan banyak orang.


Brengsek!


Tepat ketika Rangga sedang ragu-ragu, Kelvin kembali membuka suara.


“Aku akan menambahkan syarat lain. Selama kamu setuju untuk mundur dari pernikahan ini, aku tak hanya akan menyelamatkan anak buah keluarga Pasetrio ini, tapi aku juga akan menyembuhkan kakak sulungmu, Morgan, dari sakit yang parah.”


Apa?!


Rangga menyipitkan matanya dan mengepalkan tangan erat-erat.


Jika Kelvin berhasil menyembuhkan Morgan, maka dia tidak akan mendapatkan warisan apapun.


Tidak bisa, ini tidak bisa.


Rangga menoleh dan hendak menolaknya, tapi dari belakang tiba-tiba terdengar suara yang tegas.

__ADS_1


“Aku janji!”


__ADS_2